Diseminasi SMA (3)

Jokes yang Ternyata Masuk dalam Verbal Bullying, Kamu berhak Tersinggung Jika Menerimanya

Kata siapa kita tidak boleh marah kalau dihina menggunakan jokes yang gak baik? Kita berhak kok untuk bisa marah pada orang yang menggunakan unsur unsur seperti sara, body shaming, pelecehan secara verbal, menyindir di muka umum, menghina kemampuan dan berbagai macam hal yang berkedok bercanda. Bercanda itu ada batasan batasan tertentu dan setiap orang memiliki batasannya masing masing. Bagi kami, sebuah bercandaan itu merupakan jokes yang bersifat menghibur bukan menghina. Tapi justru karena tontonan di televisi kita yang menjadikan jokes sebagai sarana untuk hinaan, akhirnya stigma orang Indonesia berubah drastis menanggapi hinaan itu sebagai bahan bercandaan.

Jenis Jenis Bullying yang Selalu Dianggap Jokes Semata

Bullying merupakan hal yang sangat mengganggu, dari berbagai jenis bullying yang ada. Bully secara verbal menjadi sebuah hal yang sering terdengar hampir di setiap lingkungan masyarakat. Bagaimana tidak, di acara televisi sekalipun pembullyan verbal selalu tercetus di mulut mulut para komedian, seperti “dasar lu pea”, “lah bocil lu tahu apa?” atau misalkan maaf “dah hitam hitup lagi” bullyan verbal semacam itu merupakan jenis hal yang dianggap lumrah kita dengarkan di televisi tapi tahukah kamu bahwa kita berhak tersinggung jika kita menerima jenis bullyan seperti itu?
Banyak orang yang menganggap jika bullying verbal seperti itu hanya bahan bercanda saja, okeh bisa jadi itu adalah bercanda dimata pembully tapi dimata orang lain belum tentu demikian. Jadilah manusia bijak yang bisa mengerti mana hinaan mana bercandaan, dan berikut adalah Jokes Verbal Bullying yang dimana kamu berhak tersinggung jika menerimanya seperti : 

  • Mengandung atau Menyinggung SARA

Pertama, sebuah jokes yang mengandung SARA. Lantas apa itu SARA? SARA merupakan singkatan dari Suku, Ras, Agama dan Antar golongan. Sara merupakan isu yang sangat sensitif sejak dulu, bagaimana tidak SARA ini bahkan menjadi hal yang selalu dijadikan jokes bari orang orang yang gak bermoral, seperti (maaf banget) Pantesan pelit Cina Sih hal seperti ini tidak sangat bisa dianggap jokes. Bagaimana tidak? Istilah cina itu hanya ras dan keturunan belum tentu dan tidak semua keturunan chinese itu adalah orang pelit, itu artinya sudah membawa SARA dan membawa keturunan suku dan ras tertentu. Jika memang ingin mengungkapkan JOKES cobalah lebih dewasa tapi jika tidak lebih baik diam.

  • Menghina Fisik 

Penghinaan fisik seperti jadi hal normal bahkan di kalangan anak anak seperti dasar hitam, dasar pendek atau misalkan udah pendek, kribo, hidup lagi, atau kalau di kampung saya ada jokes seperti ini dasar TOSHIBA, Tos Hideung Bau yang kalau dibahasa Sundakan adalah Sudah Hitam, Bau pula. Penghinaan secara fisik itu bukan lagi Jokes dan bercandaan, itu adalah jenis bullying verbal yang jika kamu menjadi korban kamu berhak kok untuk tersinggung dan marah. Lagian siapa sih ingin diciptakan seperti itu? Kan Fisik itu tidak bisa memilih, jika bisa juga mungkin kita ingin memiliki wajah rupawan layaknya Rasulullah SAW.

  • Menyindir berat badan

Ini yang kadang menjadi isu sensitif bagi perempuan, bahkan juga bagi laki laki. Kadang orang gak sadar bahwa apa yang mereka ucapkan itu adalah hal yang sensitif seperti isu berat badan ini. Misalkan, Itu perut atau pentungan, kok bulet amat? atau Kok kurusan sih? Bagusan dulu deh pas zaman Firaun, atau misalkan ii kamu kurus banget deh, hati hati terbang terbawa angin.. Memang hal seperti itu dianggap lumrah bagi beberapa orang tapi ingat itu adalah jenis bullying secara verbal yang gak boleh dibiarkan begitu saja.

  • Pelecehan Berkedok Pujian

Siapa disini yang selalu mendapatkan pelecehan berkedok pujian? Banyak loh khusus untuk perempuan jangan mau jika dijadikan bahan pelecehan berkedok pujian. Pelecehan secara verbal ini memang indah tapi harus kalian waspadai, adapun jenis pelecehan seperti ini seperti kata kata (maaf) hai cewek, kamu s*ksi banget deh atau kata kata seperti Kuy, spill atau pap donk atau kamu cantik banget sih, dih jadi pengen deh macarin kamu  jika kamu mengalami pembullyan verbal seperti itu, fix kamu berhak untuk marah dan tersinggung.

  • Menyindir kesalahan di muka umum

Menyindir kesalahan orang lain dimuka umum merupakan hal yang sangat tidak beradab. Ada etika tidak tertulis yang harus bisa dipahami oleh setiap orang salah satunya adalah tata cara mengemukakan pendapat atas kesalahan seseorang salah satu caranya adalah dengan membawa ke suatu ruangan khusus agar privasi orang tersebut tidak terdengar yang lain. Kenapa ini penting? Karena ketika seseorang ingin mengemukakan pendapat yang kurang baik sudah sepantasnya kita sebagai manusia yang beretika untuk bisa mengungkapkannya secara baik dan tanpa adanya rasa untuk menghakimi orang tersebut.

  • Menghina kemampuan 

Kadang kita itu terlalu mudah untuk mengungkapkan sesuatu yang kita anggap mudah. Hello? Setiap orang itu berbeda beda, saya pandai dalam aritmatika mungkin orang lain tidak. Anda pandai dalam berolahraga mungkin saya tidak. Jangan sampai ada kata hinaan seperti “Lailah, gitu aja gak bisa” atau “Masa cuma kaya gini gak bisa sih?” yang perlu diingat adalah setiap orang berbeda beda dengan bakat berbeda dan minat yang berbeda dan tidak bisa disamakan satu dengan yang lainnya.

  • Toxic Masculinity

Nah hal ini yang kadang dijadikan patokan berbeda beda bagi setiap orang. Toxic Masculinity adalah hal dimana yang seakan lelaki itu dilarang keras untuk bersedih, lelaki itu harus strong, lelaki itu harus kuat mental, tahan banting, gak boleh nangis kecuali matanya di colok linggis.  Semenjak kapan standar laki laki harus seperti itu? Semua lelaki berhak menangis apalagi jika matanya kecolok linggis, semua laki laki berhak untuk bisa curhat kepada orang lain. Bahkan ada pepatah dari seorang petinju UFC yang bilang “Jika kamu laki laki dan kamu sedang banyak masalah, datanglah kepadaku. Jangan ragu untuk menangis dan jangan ragu untuk berkata tentang apa yang kamu alami, karena aku akan senang mendengarkannya daripada aku harus melihat kamu terbaring tanpa nyawa di keesokan hari”. Intinya setiap orang berhak untuk mengungkapkan rasa sedihnya tapi dengan cara yang cukup, kita boleh kok untuk curhat atau hanya sekedar mengungkapkan rasa kesal, jangan sampai rasa kesal itu malah menjadi peluru untuk kita melakukan hal yang tidak kita inginkan sebelumnya.

  • Mengatakan seseorang tidak pantas secara langsung

Hal ini memang terbilang simpel tapi efeknya sangat luar biasa. Ada pepatah yang menjadi pegangan saya yaitu sesuatu yang baik belum tentu baik untuk kamu, begitu juga sesuatu yang buruk belum tentu buruk buat kamu, bahkan dalam ayat Al Quran Allah SWT berfirman dalam Qs. Al Baqarah ayat 216 : 

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ ۚ وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۚ وَعَسٰٓى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ ࣖ 

yang artinya : . 

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui

dalam hal ini ada beberapa contoh yang bisa kami jabarkan seperti kata kata “tunggu saja sampai dia sadar dan ninggalin kamu” 

  • Meragukan Gender

Hanya karena seseorang berpenampilan tidak seperti kebanyakan orang bukan berarti kita pantas menanyakan hal hal yang bersifat meragukan gender seseorang seperti “Masa sih cewek? Tapi kok rambutnya pendek banget ya” atau “Lah cowok kok melehoy sih?” atau “Jangan bilang cowok kalau angkat galon aja gak bisa” meragukan gender dengan standar sendiri itu bukan hal yang baik dan jika kamu jadi korbannya kamu boleh marah dan kamu berhak untuk kesal.

Adab itu penting, jangan jadikan jokes seperti itu sebagai sarana untuk kamu membela diri dengan alasan gitu aja BAPERAN

Adab itu penting, makannya salah satu sekolah terbaik di Jawa Barat selalu meninggikan adab daripada Ilmu. Karena mau bagaimanapun adab itu adalah hal yang sulit untuk bisa diciptakan, bahkan butuh proses panjang sejak dini. Maka dari itu istilah Lah gitu aja kok baper jangan pernah dijadikan alasan untuk membenarkan sesuatu yang sebenarnya tidak benar. Semua orang berhak untuk tersinggung jika mendapatkan jokes kotor seperti itu, tidak apa dibilang baperan atau apapun itu. Selama kita ingin menjaga harga diri kita, jika itu sudah melangkahi norma sesuatu seperti itu harus ditindak, karena bagaimanapun itu adalah bentuk dari bullying verbal yang mungkin tidak semua orang pahami dan sadari.