Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَقَا لُوْا هٰذِهٖۤ اَنْعَا مٌ وَّحَرْثٌ حِجْرٌ ۖ لَّا يَطْعَمُهَاۤ اِلَّا مَنْ نَّشَآءُ بِزَعْمِهِمْ وَاَ نْعَا مٌ حُرِّمَتْ ظُهُوْرُهَا وَاَ نْعَا مٌ لَّا يَذْكُرُوْنَ اسْمَ اللّٰهِ عَلَيْهَا افْتِرَآءً عَلَيْهِ ۗ سَيَجْزِ يْهِمْ بِمَا كَا نُوْا يَفْتَرُوْنَ
“Dan mereka berkata (menurut anggapan mereka), Inilah hewan ternak dan hasil bumi yang dilarang, tidak boleh dimakan, kecuali oleh orang yang kami kehendaki. Dan ada pula hewan yang diharamkan (tidak boleh) ditunggangi, dan ada hewan ternak yang (ketika disembelih) boleh tidak menyebut nama Allah, itu sebagai kebohongan terhadap Allah. Kelak Allah akan membalas semua yang mereka ada-adakan.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 138)
Pemimpin menerapkan aturan tidak berdasarkan akal sehat, tidak berdasarkan petunjuk Allah atau agama Allah
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Pada ayat ini Allah menjelaskan ketetapan dan peraturan yang dibuat oleh pemimpin mereka, yang mereka tetapkan tanpa berdasarkan akal yang sehat, petunjuk Allah atau agama Allah yaitu:
Katakanlah (Muhammad), “Terangkanlah kepadaku tentang rezeki yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan sebagiannya halal.” Katakanlah, “Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu (tentang ini) atau kamu mengada-ada atas nama Allah?” (Yunus/10: 59).
Semoga kita mendapatkan pemimpin yang amanah, mempergunakan akal sehat, mempergunakan petunjuk dari Allah SWT(Quran dan hadist).