Tidak dapat dipungkiri perkembangan dunia yang pesat saat ini memaksa kita untuk bersaing, baik dari tingkat kota hingga mancanegara sekalipun. Situasi ini membutuhkan keahlihan yang menonjol dibanding orang lain, salah satunya adalah bernalar kritis. Kemampuan berpikir kritis ini merupakan hal yang esensial bagi terwujudnya sebuah keputusan yang dikeluarkan oleh individu maupun kelompok. Ternyata hal ini bisa dimulai untuk dilatih ketika masih tingkat sekolah. Bagaimana caranya?
7 Tips Melatih Kemampuan Bernalar Kritis Siswa
Sebelum membahas hal tersebut, mari kenali lebih dulu makna bernalar kritis. Kemampuan bernalar kritis atau kemampuan berpikir kritis adalah kemampuan untuk fokus pada suatu kebenaran. Ketika mendapatkan informasi, seseorang tidak akan berhenti disitu saja dan mencoba menelaah lebih jauh informasi tersebut. Hal ini semata-mata untuk mendapatkan jawaban yang tidak hanya tepat tetapi juga dapat dipertanggung jawabkan.
Beberapa ciri seseorang yang memiliki kemampuan bernalar kritis adalah mampu berpikir secara rasional, konseptual, reflektif, berpikir terbuka dan memiliki keyakinan dalam pengambilan keputusan. Berpikir rasional membuat seseorang akan mencari fakta yang ada. Berpikir konseptual membuat seseorang melihat makna atau fungsi sebenarnya dari hal yang ditemui. Berpikir rekflektif membuat seseorang melakukan pengumpulan data dan dianalisis dengan teori yang ada.
Lalu dengan berpikir terbuka, seseorang akan mudah menerima informasi dari berbagai sudut pandang dan menambah wawasan baru. Yang terakhir dengan yakin atas keputusan yang diambil, maka orang tersebut telah mendapatkan jawaban yang sebenarnya.
Itu tadi hanya beberapa ciri yang bisa disebutkan disini. Pertanyaannya bagaimana seseorang, dalam hal ini siswa sekolah, bisa memiliki sebagian ciri tersebut? Apakah pantas mereka diajarkan untuk bisa berpikir kritis? Apakah tidak berbahaya nantinya?
Perlu diingat bahwa tidak ada yang salah dengan berpikir kritis. Justru ini dapat membantu mereka untuk bisa menentukan pilihan hidup yang cocok dengan mereka, tentunya yang bisa dipertanggung jawabkan. Orang tua dapat mulai bisa mengurangi kekhawatirannya karena sang anak bisa berpikir secara mandiri. Anak menjadi tahu apa yang harus dipilih dan mana yang tidak.
Itu tadi hanya segelintir saja keuntungan bisa berpikir secara kritis. Tanpa berlama-lama, inilah 7 tips melatih kemampuan bernalar kritis bagi siswa!
1. Ajak Siswa Untuk Banyak Bertanya
Salah satu keunggulan usia muda adalah memiliki sifat keingintahuan yang tinggi. Maka dari itu, potensi tersebut harus terus dipancing oleh guru dengan mengajak para siswa untuk bertanya. Ini penting karena dari sifat ingin tahu, maka ini menjadi cara melatih berpikir kritis.
2. Menceritakan Perjalanan Hidup Orang Sukses
Membicarakan orang yang sukses mungkin sudah biasa, tetapi menceritakan perjuangan mereka mencapai kesuksesan itu yang butuh didengar oleh para siswa. Cara melatih tingkat kritis siswa dengan ini adalah apakah ia mempelajari lebih dalam tentang kisah tersebut atau tidak. Kembali lagi ke awal, ajak siswa untuk bertanya.
3. Menantang Diri Sendiri
Ada kalanya siswa merasakan zona nyaman dalam belajar, membuatnya merasa tidak ingin berkembang lagi. Sebagai guru, ajak anak untuk mencoba kegiatan baru atau tantangan lainnya yang sekiranya menarik di mata siswa tersebut. Ini penting untuk memancing rasa percaya dirinya dan juga memancing rasa ingin tahunya, merasakan pengalaman yang berbeda dari sebelumnya.
4. Memilih Lingkungan Yang Tepat
Fase muda di masa sekolah terkadang cukup riskan di mata orang tua dan guru. Mereka masih bersifat labil dan pencarian jati diri. Maka dari itu, penting bagi orang tua maupun guru memberikan suasana lingkungan belajar yang baik, baik di rumah atauapun sekolah.
5. Menyelesaikan Masalah
Guru dapat mencoba memberikan suatu permasalahan dalam pembelajaran di kelas dan biarkan para siswa menyelesaikan masalah tersebut. Hasil pemikiran tersebut penting untuk melatih berpikir kritis dan logika berpikir mereka. Bisa juga mengajak para siswa menemukan masalah yang dialami di sekitar mereka dan meminta pendapat mereka.
6. Bertemu Dengan Banyak Orang
Seringkali cara memancing ketertarikan belajar para siswa adalah dengan mengajak orang baru. Dengan bertemu orang baru, maka rasa ingin tahu mereka akan nampak seperti melakukan perbincangan dan lainnya. Bila ini dilakukan dengan banyak orang, maka bisa dipastikan wawasan siswa tersebut akan ikut meningkat. Pada akhirnya pikiran mereka akan lebih terbuka.
7. Tidak Menerima Informasi Secara Mentah
Cara terakhir melatih siswa untuk berpikir kritis adalah dengan tidak menelan mentah-mentah informasi yang didapatkan. Ajak para siswa untuk selalu melakukan pengecekan ulang apakan informasi tersebut benar adanya atau bukan. Selain mencegah hal yang tidak diinginkan, juga melatih rasa ingin tahu siswa.
Itulah 7 cara melatih kemampuan bernalar kritis bagi siswa yang penting untuk diingat. Semoga setiap siswa bisa lebih siap dengan dunia kerja nanti dengan bermodalkan kemampuan berpikir kritis.
Penulis: Gumilar Ganda

