Wisuda SMA (20)

5 Tips Menjadi Guru Kreatif

Guru yang ideal merupakan guru yang kreatif, mampu berbaur dengan siswa, tidak galak dan juga guru yang mampu memberikan metode pembelajaran yang membuat siswa mudah memahami pelajaran yang guru tersebut ajarkan.

Seorang siswa yang diajar oleh guru yang kreatif akan tumbuh menjadi siswa yang percaya diri, mampu memecahkan masalah, mampu berfikir kritis secara mandiri dan juga siswa tidak akan takut untuk melakukan kesalahan.

Tantangan menjadi guru kreatif 

Menjadi guru yang kreatif merupakan hal yang sangat penting bahkan hukumnya wajib, tapi untuk menjadi guru yang kreatif tidaklah mudah. Karena ada beberapa tantangan yang harus dihadapi seorang guru untuk menjadi guru yang kreatif diantaranya adalah :

Berani memperkuat motivasi diri

Hal pertama yang akan dihadapi seorang guru adalah motivasi diri. Bisa jadi juga alasan inilah yang membuat guru akhirnya memilih untuk menjadi guru yang biasa saja. Guru yang hanya sekedar mengajar, memberikan pelajaran, ketika bel pelajaran selesai dia pulang dan melepaskan beban di sekolah dan kembali menjadi seorang keluarga di rumah. 

Lokalatih Guru
Guru Al Masoem selalu melaksanakan lokalatih setiap akhir tahun pembelajaran

Motivasi ini merupakan persoalan yang rumit, makna motivasi diri disini juga dapat diartikan tentang niat yang datang dari dalam hati seorang guru untuk bisa merubah diri menjadi guru yang kreatif. Motivasi diri ini seperti bara api, dia bisa menguat bisa juga melemah akhirnya padam. Maka dari itu penting juga ketika seorang guru ingin menjadi guru yang kreatif, harus ada dukungan dari lingkungan sekitar, seperti rekan kerja, atasan atau dari siswa di kelas ditambah juga dengan adanya keterlibatan sekolah dalam memberikan motivasi kepada guru.

Ini sangat penting karena rata rata guru jaman sekarang mengajar untuk mendapatkan penghasilan. Dengan dukungan dari sekolah, maka motivasi guru ini bisa lebih terasah dan guru akan merasa lebih dihargai untuk perubahannya menjadi guru yang kreatif.

Anggaran atau dana 

Uang juga merupakan salah satu alasan seorang guru ogah untuk menjadi guru yang kreatif. Karena beberapa guru memiliki prinsip untuk menjadi guru kreatif harus memiliki dana yang lumayan terutama untuk membeli peralatan yang akan digunakan dalam metode pembelajaran. Kecuali jika pihak sekolah memberikan fasilitas pembelajaran yang bisa dioptimalkan dan dimanfaatkan oleh guru, semua guru pasti akan bisa menjadi guru yang kreatif. Karena lagi lagi guru tetap membutuhkan dukungan dari lembaga untuk bisa memaksimalkan metode pembelajaran yang kreatif.

Hybrid Learning Al Masoem
Fasiltias sekolah yang lengkap membuat guru tidak perlu memikirkan dana

Namun bagi beberapa guru itu kadang tidak menjadi alasan untuk menjadi guru kreatif, jadi bisa saya simpulkan anggaran atau dana bukan faktor yang terlalu menentukan kreativitas seorang guru. Guru kreatif bisa memaksimalkan bahan atau barang barang yang ada, seperti menggunakan bahan daur ulang atau bahan yang ada di sekitar sekolah. Tapi tentu saja metode seperti ini tidak bisa dilakukan oleh semua guru mata pelajaran, jadi untuk faktor anggaran atau dana bersifat fleksibel.

Merubah cara pandang dalam mengajar

Beberapa guru berpikiran bahwa guru yang kreatif adalah guru yang mereka yang mampu memberikan pelajaran yang bagus yang wah dan yang meriah. Padahal istilah guru kreatif bukan guru yang seperti demikian, tapi guru yang menghargai sebuah proses pembelajaran. Proses pembelajaran disini seperti bagaimana ilmu yang anda ajarkan bisa diserap dengan mudah oleh siswa, selain itu juga proses ketika siswa menjadi aktif bertanya, proses ketika siswanya menjadi gemar dengan pelajaran anda, proses ketika nilai siswa menjadi meningkat, proses ketika akhirnya pembelajaran anda dan anda sendiri menjadi guru yang paling disenangi oleh semua siswa saat itulah seorang guru bisa dikatakan berhasil menjadi guru kreatif.

Merubah mindset dan sudut pandang terhadap siswa

Ada beberapa guru yang menganggap bahwa anak nakal adalah anak bermasalah. Anak yang hiperaktif adalah anak yang gak bisa diatur dan anak yang selalu tidur di dalam kelas adalah anak malas. Pola pikir seperti ini yang membuat anda akan sulit menjadi seorang guru yang kreatif. Padahal kenapa tidak coba merubah sudut pandang anda dengan siswa? Dengan merubah mindset dan sudut pandang anda terhadap siswa anda dapat memberikan support kepada siswa agar menjadi siswa yang aktif dalam pembelajaran. 

Ada beberapa metode pendidikan yang memang harus dimiliki setiap guru kreatif, salah satunya adalah merubah mindset guru dan coba melihat ke sudut pandang yang lainnya. Seperti anak nakal bukan anak bermasalah tapi anak yang butuh perhatian lebih, coba anda sebagai guru atau orang yang lebih tua memberikan perhatian lebih terhadap siswa anda maka anda akan mengerti kenapa anak didik anda melakukan tindakan seperti itu. 

Baca juga : Pentingnya Pendidikan Terbaik untuk Siswa SD

Anak hiperaktif bukan berarti dia tidak bisa diatur, dia hanya membutuhkan wadah bagi dirinya. Dan wadah mereka itu sangat luas, yaitu seluas dunianya dan sejauh matanya memandang. Jadi ketika anda mendapati siswa anda merupakan anak yang hiperaktif anda harus mulai mencari, menganalisa tentang minat dan bakatnya, jika anda memang sudah anda temukan berikan dia wadah yang layak karena sifat hiperaktif ini akan menjadi satu batu loncatan bagi dia untuk menggapai sejuta prestasi.

IMG-20180522-WA0056
tidak ada istilah siswa nakal, yang ada hanya siswa yang membutuhkan perhatian dari gurunya

Anak yang bermalas malasan di kelas bukan berarti dia malas dalam mengikuti pembelajaran, bisa jadi memang malas tapi anda harus mencari tahu kenapa siswa bisa malas dalam pembelajaran anda. Bisa jadi siswa tersebut sudah paham dengan pelajaran yang anda bahas, jika memang begitu anda harus mulai memisahkan siswa tersebut dan beri materi khusus untuk siswa tersebut agar dia tidak jenuh dengan pembelajaran anda, jika memang dia malas karena anda menggunakan metode pembelajaran yang monoton cobalah mengganti metode atau cara mengajar anda dengan metode pembelajaran yang lebih menyenangkan. 

Hal hal tersebut adalah prasyarat seorang guru bisa mewujudkan ide-ide kreatifnya saat mengajar. Lantas bagaimana cara menjadi guru yang kreatif?

5 Tips menjadi Guru kreatif

Menjadi guru kreatif akhirnya gampang gampang susah, tapi semua tergantung dari niat kita yaitu seorang guru, mau atau tidaknya merubah diri untuk menjadi guru kreatif. Jika anda sudah memiliki niat dan berhasil melewati semua tantangan menjadi guru yang kreatif maka anda akan ke fase selanjutnya yaitu cara menjadi guru yang kreatif dan berikut adalah tips bagi anda yang ingin menjadi guru kreatif :

Percaya diri

Guru harus bisa tampil percaya diri, cukup menjadi diri sendiri tapi dengan strategi, model dan metode pembelajaran yang kreatif. Jika anda masih bingung dengan metode pembelajaran yang cocok untuk anda mungkin artikel ini bisa membantu 

Baca ini : 6 Metode Pembelajaran Terbaik yang Dapat Dilaksanakan Oleh Guru

Ubah mindset terhadap diri sendiri

Beberapa guru berpikiran bahwa mereka sudah tua untuk bisa menggunakan metode pembelajaran yang kreatif atau menjadi guru yang kreatif padahal umur bukan masalah dalam merubah diri untuk menjadi guru yang kreatif. Justru semakin anda berumur ketika anda mampu menggunakan metode pembelajaran yang kreatif, anda akan menjadi guru yang unik bahkan bisa jadi malah semakin disukai siswa. Hal yang sebenarnya menjadi kerikil dalam menjadi guru kreatif adalah kekangan dan dan pola pikir anda sendiri.

Metode pembelajaran
Metode pembelajaran yang tepat membuat siswa merasa senang dan bahagia dalam belajar

Memahami siswa dari sudut pandang mereka

Lagi lagi guru kreatif harus bisa melihat dari berbagai sudut pandang, terutama sudut pandang dari siswa. Karena mau bagaimanapun, siswa yang merasakan metode pembelajaran yang anda lakukan itu bisa dicerna atau tidak. Anda sebagai guru boleh percaya diri dengan metode pembelajaran kreatif yang anda laksanakan sudah bagus tapi dengan mencoba memahami siswa anda bisa lebih masuk ke dunia mereka sehingga anda dapat menciptakan kegiatan belajar belajar yang lebih menyenangkan.

Asah kemampuan anda sebagai seorang guru

Meskipun anda sudah menjadi seorang guru namun bukan berarti anda tidak harus kembali belajar untuk mengasah kemampuan diri. Justru mengasah kemampuan juga sangat penting. Menjadi guru juga harus berpikiran terbuka, berwawasan luas dan menyukai tantangan dalam pembelajaran. Ini juga yang tersirat dalam jiwa seorang guru yang kreatif.

Mulai bereksperimen

Menggunakan metode pembelajaran yang sama setiap waktu kadang membosankan. Apabila sudah bosan dengan metode pembelajaran yang sama guru dapat melakukan eksperimen dengan menggunakan metode pembelajaran lainnya. Tentu saja metode pembelajaran yang lebih mudah dipahami siswa namun juga tidak bertolak belakang dengan konsep pendidikan di sekolah anda.

Konsep guru kreatif sudah dilaksanakan Al Masoem dengan metode pembelajaran yang kreatif

Guru Al Masoem baik dari tingkat PG-TK, SD, SMP dan SMA sudah dituntut untuk menjadi guru kreatif, dengan metode pembelajaran yang kreatif seperti metode pembelajaran role play, metode pembelajaran dengan konsep pembelajaran tak terbatas dinding, metode pembelajaran hybrid learning, metode pembelajaran presentasi, debat dan lain sebagainya.

Diseminasi upacara Al Masoem (13)
Dengan metode pembelajran yang kreatif, siswa tidak hanya mampu memahami pembelajaran tapi juga siswa akan mampu meraih prestasi

Metode ini sudah biasa dilaksanakan di Al Masoem karena memang Al Masoem merupakan lembaga yang mendukung penuh konsep metode pembelajaran kreatif.
Disini ada beberapa alasan kenapa guru Al Masoem mampu membuat pembelajaran menjadi mudah dipahami siswa, karena sistem insentif Al Masoem. Sistem insentif ini adalah sistem pembayaran upah guru yang dipatok lebih tinggi dari standar sekolah umumnya, dengan sistem seperti ini guru dibayar dengan insentif yang tinggi agar guru bisa mengembangkan pembelajaran agar sesuai dengan keinginan yayasan dan juga dengan keinginan kepala sekolah sebagai pengatur sistem pembelajaran di tingkatan sekolah.

Disini guru yang sebagai wali kelas juga bertanggung jawab penuh dengan potensi siswa, sehingga ketika ada siswa yang kurang dalam pembelajaran, wali kelas itu akan diberikan sanksi karena tidak mampu untuk mendidik siswa. Ini tentu saja akan menjadi motivasi bagi guru untuk bisa memberikan yang terbaik dalam setiap pembelajaran. Jika memang wali kelas sudah tidak bisa atau tidak sanggup untuk mendidik siswa, kami memiliki bimbingan dan konseling sebagai opsi untuk menanggulangi siswa yang kurang dalam sebuah pembelajaran. Selain itu juga guru juga bisa berkomunikasi dengan orang tua tentang potensi anak dan kekurangan anak dalam pembelajaran. Dengan komunikasi seperti ini juga sekolah dengan orang tua akan lebih transparan. Dengan konsep seperti ini juga orang tua dapat memonitoring anaknya meskipun anaknya adalah seorang santri di Al Masoem.