Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Siswa SMA Al Masoem kembali mengikuti tes beasiswa tahfidz pada bulan Januari 2022. Dalam tes tahfidz Al Masoem yang rutin dilaksanakan setiap bulan ini setidaknya menampilkan 30 nama santriwati SMA Al Masoem yang berhasil meraih beasiswa tahfidz khas pesantren siswa Al Masoem. Satu diantaranya berhasil lulus sebanyak 4 juz ada juga yang berhasil menghafal 2 dan 3 juz. Dan berikut daftar nama santriwati Al Masoem yang berhasil meraih beasiswa khas pesantren siswa Al Masoem atau beasiswa tahfidz Al Masoem :
Daftar nama santriwati dan nama wali santri yang berhasil lulus Juz 30
Daftar nama santriwati dan nama wali santri yang berhasil lulus Juz 29
Daftar nama santriwati dan nama wali santri yang berhasil lulus Juz 28
Daftar nama santriwati dan nama wali santri yang berhasil lulus Juz 1
Beasiswa tahfidz ini rutin dilaksanakan Al Masoem sebagai bahan motivasi agar siswa dan santri Al Masoem bisa memaksimalkan program tahfidz Al Masoem untuk meningkatkan dan mempertahankan hafalan Al Qur’annya.
Setiap siswa yang berhasil di tes di pesantren siswa Al Masoem ini berhak mendapatkan persentase keringanan biaya tahunan di pondok pesantren siswa Al Masoem. Semua tergantung berapa banyaknya hafalan yang dimilikinya, minimal ketika siswa hafal 1 juz maka siswa tersebut berhasil meraih 10% gratis biaya tahunan untuk biaya pondok.
Dan uniknya test tahfidz ini juga dilaksanakan di sekolah, jika siswa atau santri yang sudah memiliki hafalan ini dan mengikuti tes tahfidz di sekolah maka siswa tersebut juga berhak mendapatkan gratis SPP selama 1 bulan lebih jadi siswa akan mendapatkan double yaitu persentase keringanan di tahunan ketika di pondok dan gratis SPP di sekolah.
Ini juga berlaku hingga berbulan bulan dan bahkan ke tahun lanjutan, artinya setiap siswa setiap pergantian tahun akan dites kembali untuk melihat murojaahnya apakah sudah rutin dilaksanakan atau tidak. Jika rutin akan terlihat dari hasil pengetesan, jika lulus kembali meskipun tidak ada tambahan hafalan siswa akan mendapatkan persentase serupa pada tahunan siswa namun jika hafalan menambah maka persentase yang didapatkan akan semakin tinggi lagi. Berbanding terbalik jika siswa sudah lupa dengan hafalannya maka siswa tersebut harus melaksanakan lagi murajaah hingga kembali hafal untuk hafalan sebelumnya sebelum melanjutkan ke juz berikutnya.