Kain batik adalah salah satu budaya asli Indonesia yang terus dilestarikan hingga saat ini. Proses pembuatannya secara khusus menuliskan atau menerakan cairan malam pada kain, kemudian dilanjutkan dengan proses yang khas sesuai dengan karakteristik asal pembuatannya. Maka dari itu setiap jenis batik memiliki nilai uniknya tersendiri.
Sebagai bentuk pelestarian kebudayaan, batik sering digunakan pada agenda penting dalam bentuk pakaian seragam ataupun aksesoris pakaian. Ternyata kebiasaan penggunaan seragam batik sudah dilakukan ketika masa sekolah. Sekolah mewajibkan penggunaan seragam batik pada hari tertentu kepada seluruh civitas sekolah, seperti siswa, guru dan pegawai sekolah.
Ingin tahu mengapai sekolah mewajibkan pakaian batik? Mari simak 3 alasan berikut!
1. Punya Sejarah Panjang
Salah satu alasan mengapai seragam batik digunakan di sekolah adalah perjalanan sejarah yang mengiringi bahkan ketika Indonesia masih belum mencapai kemerdekaan. Penggunaan seragam di lingkungan pendidikan dikenalkan pada masa pendudukan Jepang. Pada waktu itu aturan seragam belum begitu ketat, belum ada pemberlakuan corak warna yang sama.
Walaupun Indonesia telah meraih kemerdekaan, berbagai kebijakan dari Jepang tetap dipertahankan, termasuk penggunaan seragam untuk sekolah. Seiring waktu, ketika masa pemerintahan Presiden Soeharto (Presiden RI ke 2) berlangusng, beliau menerbitkan Surat Keputusan pada tahun 1982 yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Dasar dan Menengah tentang penggunaan seragam di sekolah.
Surat Keputusan tersebut kurang lebih berisi aturan penyeragaman pakaian sekolah beserta corak warna yang berlaku bagi tiap jenjang pendidikan. Maksud sebenarnya dari aturan tersebut adalah demi menutupi kesenjangan sosial antarsiswa.
Begitulah akhirnya penggunaan seragam mulai resmi diberlakukan, hingga akhirnya batik juga dimasukan sebagai jenis seragam sekolah. Bukan tanpa alasan batik masuk ke dalam lingkungan sekolah, Ia termasuk jenis kain favorit bagi masyarakat Indonesia hingga tersebar ke mancanegara.
Selain itu pemakaian batik sebagai seragam telah lama jauh dipraktekan oleh pelajar sekolah pendidikan dokter pribumi di Batavia yang bernama School tot Opleiding van Indische Artsen atau disingkat STOVIA. Fakta menarik dari STOVIA adalah menjadi tempat terbentuknya organisasi Budi Utomo pada 20 Mei 1908.
2. Wujud Pelestarian Budaya Indonesia
Sesuai dengan penjelasan di awal, bahwa batik adalah simbol kebudayaan asli milik Indonesia. Maka tak heran penggunaan batik dianjurkan pada setiap kegiatan penting, terlebih kain batik bisa dirancang untuk penggunaan sandang masyarakat.
Dalam lingkungan sekolah, penggunaan seragam batik adalah bentuk pelestarian budaya sejak dini. Dengan penggunaan batik tersebut, harapannya para siswa akan selalu mengingat batik sebagai budaya Indonesia dan menumbuhkan kebanggaan dalam pemakaiannya. Walaupun mungkin bagi pelajar sudah diatur seragam resminya yang diatur negara, pakaian batik bisa menjadi selingan seragam yang terlihat lebih keren dari biasanya.
3. Almamater Sekolah
Satu lagi alasan penggunaan batik di sekolah adalah itu bisa menjadi bentuk almamater sekolah. Penyebutan almameter ini maksudnya adalah tempat sekolah dimana seseorang menamatkan pendidikannya disana. Artinya, seragam batik yang dikenakan siswa di sekolah dapat menjadi tanda bukti pernah bersekolah disana. Jadi seperti ‘kenang-kenangan’ yang dapat disimpan di lemari.
Tentunya ini bisa menjadi kebanggaan tersendiri bila diketahui oleh adik atau saudara-saudara lainnya bila pernah bersekolah disitu. Kalau memungkinkan, bisa juga diberikan kepada mereka-mereka yang kebetulan mengenyam pendidikan di sekolah yang sama. Selama desain batiknya belum berubah, ya hehe
Itulah 3 alasan sekolah mewajibkan seragam batik yang sudah kalian ketahui. Mari bersama-sama untuk melestarikan kebudayaan asli Indonesia ini dengan membeli dan mengenakan pakaian batik.

