Asrama Putri Pesantren siswa Al Masoem

Sistem Pembelajaran Integratif di Pesantren Al Masoem

Deskripsi: Sistem pembelajaran yang juga dikenal dengan LMS, merupakan sistem pengelolaan pembelajaran berupa aplikasi perangkat lunak yang menyediakan kerangka kerja dalam menangani semua aspek proses pembelajaran. Di situlah users menyimpan, menyampaikan serta melacak konten pelatihan yang sudah diakses. Meskipun sering disebut LMS, nama lain yang mungkin digunakan adalah sistem manajemen pelatihan, sistem manajemen aktivitas pembelajaran, atau bahkan platform pengalaman belajar (LXP).

===

Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran bagi para siswanya, Pesantren Al Masoem senantiasa terus berinovasi dan mengikuti perkembangan sistem pendidikan yang dinamis dan cepat berubah. Dengan terjadinya pandemi di Indonesia, terdapat migrasi sistem pembelajaran yang masif, dari konvensional menjadi sistem pembelajaran daring. Hal ini juga yang menjadi concern pesantren Al Masoem guna memberikan pendidikan terbaik bagi para siswanya. Upaya yang dilakukan adalah dengan menggunakan sistem pembelajaran integratif, atau Learning management System (LMS). Sistem pengelolaan konten pembelajaran (LCMS) terkadang juga disandingkan dengan LMS. Karena pada kenyataannya, LCMS merupakan perangkat lunak yang digunakan untuk membuat dan mengelola konten pembelajaran. Kedua sistem tersebut saling melengkapi satu sama lain tetapi pada dasarnya tidak sama.

LMS dirancang untuk membuat proses atau kegiatan belajar lebih mudah khususnya dalam pelatihan dan pengembangan. Misalnya, dalam mengidentifikasi dan menilai tujuan pembelajaran individu dan organisasi, melacak kemajuan dalam memenuhi tujuan tersebut dan menyimpulkan serta menyajikan data untuk mengawasi proses pembelajaran.

Selain berisi konten, LMS juga dapat berisi hal lain seperti orientasi, kepatuhan, dan analisis kesenjangan keterampilan.

Ada beberapa hal yang menjadi unggulan dari program LMS ini, diantaranya adalah:

  • Menghemat biaya 

Pelatihan dan pengajaran melalui LMS mengurangi biaya perjalanan para siswa, mengoptimalkan pengeluaran dan penggunaan pelatihan, serta meminimalkan fasilitas dan instruktur. Dari aspek penghematan biaya, LMS sangat mudah dan reasonable.

  • Konsistensi pelatihan

Pelatihan dan penyampaian materi pembelajaran melalui LMS konsisten karena tersentralisasi. Hal ini tentu saja memberikan kualitas pelatihan dan pembelajaran yang konsisten kepada semua siswa dengan menyediakan satu sumber untuk konten, materi, modul serta instruksi.

  • Kemudahan akses

LMS memungkinkan sebuah institusi atau sekolah dengan mudah membuat laporan proses pembelajaran secara keseluruhan di tingkat pengguna (siswa). Dengan memanfaatkan LMS untuk pembelajaran e-Learning atau pelatihan daring, guru dapat dengan mudah melacak kemajuan, progres, perolehan pengetahuan para siswanya.

LMS yang bagus pasti akan menyajikan antarmuka (interface) yang menarik, mudah diakses, dan mudah dipahami oleh para penggunanya. Pengguna LMS tidak akan merasa kebingungan saat menggunakannya. Bagi penyedia LMS, fitur antarmuka yang menarik juga dapat menambah estetika laman web LMS sehingga bisa menarik banyak calon pengguna baru. LMS paling dasar berisi platform fungsional inti yang memungkinkan admin mengunggah konten pembelajaran, menyampaikan pelajaran kepada siswa, menyajikan pemberitahuan atau pengumuman dan berbagi data dengan pengguna yang terkait. LMS paling sering beroperasi dengan berbasis web. Ini memberi semua siswa dan instruktur akses mudah ke kursus dan pimpinan dapat memantau kemajuan siswa dan membuat peningkatan atau evaluasi terkait proses pembelajaran.