Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Memilih sekolah dasar bukan hanya tentang mencari tempat belajar yang memiliki pelajaran akademik lengkap. Orang tua juga perlu melihat bagaimana sekolah membangun karakter, memberikan pendidikan keagamaan, mengembangkan kemampuan teknologi, serta menyediakan lingkungan yang mendukung minat dan bakat anak. Hal tersebut menjadi semakin penting karena pendidikan dasar merupakan tahap awal pembentukan kebiasaan belajar dan karakter peserta didik.
SD Al Ma’soem menerapkan Kurikulum Merdeka dan dalam konsep pendidikannya juga menggabungkan kurikulum DIKNAS 100% dengan kurikulum Al Ma’soem. Di dalamnya terdapat tambahan pembelajaran yang berkaitan dengan IMTAK dan IPTEK, seperti Bahasa Arab, Tahfidz, Bahasa Inggris, serta pengenalan dan praktik komputer.
Konsep tersebut membuat pembelajaran di SD Al Ma’soem memiliki beberapa unsur yang berjalan secara berdampingan, yaitu pendidikan akademik, pendidikan karakter, nilai keislaman, serta pengembangan kemampuan teknologi.
SD Al Ma’soem menggunakan konsep Full Day. Dalam materi pendidikan sekolah, konsep ini dikaitkan dengan penggabungan kurikulum DIKNAS 100% dan kurikulum Al Ma’soem.
Dengan pendekatan tersebut, kegiatan pendidikan tidak hanya berorientasi pada pelajaran akademik utama. Sekolah juga menyediakan program tambahan yang diarahkan untuk memperkuat kemampuan keagamaan dan teknologi.
Kombinasi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu dipahami orang tua ketika melihat sistem pendidikan yang ditawarkan.
Kurikulum Merdeka tercantum sebagai bagian dari kurikulum yang digunakan SD Al Ma’soem.
Dalam konteks artikel ini, informasi yang tersedia mengenai sekolah tidak merinci setiap metode pelaksanaan Kurikulum Merdeka secara teknis. Namun, keberadaannya menjadi bagian dari kerangka pendidikan yang digunakan di SD Al Ma’soem.
Di sisi lain, sekolah juga mencantumkan kurikulum DIKNAS 100% dan kurikulum Al Ma’soem sebagai bagian dari konsep pendidikan Full Day.
Karena itu, orang tua dapat memahami bahwa pendidikan di SD Al Ma’soem tidak hanya berdiri pada satu unsur pembelajaran, tetapi memiliki beberapa komponen yang menjadi bagian dari penyelenggaraan pendidikan sekolah.
Salah satu ciri yang terlihat dalam program SD Al Ma’soem adalah adanya tambahan pembelajaran yang berkaitan dengan IMTAK.
Bahasa Arab dan Tahfidz termasuk program yang memberikan ruang bagi siswa untuk mendapatkan pengalaman belajar yang berkaitan dengan pendidikan keagamaan.
Tahfidz juga tersedia sebagai salah satu ekstrakurikuler. Program ini dapat menjadi wadah bagi siswa yang ingin mengembangkan kemampuan menghafal Al-Qur’an.
Sementara itu, Bahasa Arab menjadi salah satu pembelajaran tambahan yang tercantum dalam program sekolah.
Pendidikan Tahfidz tidak hanya berkaitan dengan materi yang dipelajari, tetapi juga memberikan pengalaman kepada anak dalam menjalani proses belajar secara bertahap.
Kegiatan menghafal membutuhkan konsistensi dan pembiasaan. Anak belajar mengikuti proses, mengulang materi, serta mempertahankan hafalan yang telah dipelajari.
Dalam lingkungan sekolah dasar, proses tersebut dapat menjadi bagian dari pembentukan kebiasaan belajar.
Tahfidz juga ditempatkan berdampingan dengan berbagai kegiatan akademik dan ekstrakurikuler sehingga siswa mempunyai pilihan pengembangan diri yang lebih luas.
Bahasa Arab juga menjadi bagian dari tambahan pembelajaran di SD Al Ma’soem.
Pengenalan bahasa sejak jenjang sekolah dasar memberikan kesempatan bagi anak untuk memperoleh pengalaman belajar bahasa selain Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
Bahasa Arab juga memiliki keterkaitan dengan lingkungan pendidikan Islam karena digunakan dalam berbagai konteks pembelajaran keagamaan.
Dengan demikian, keberadaan Bahasa Arab dapat dilihat sebagai salah satu ciri khas program pendidikan yang diterapkan sekolah.
Selain aspek keagamaan, SD Al Ma’soem juga memberikan perhatian terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pengenalan dan praktik komputer termasuk dalam tambahan pembelajaran. Sekolah juga memiliki laboratorium komputer sebagai salah satu fasilitas pendukung.
Selain itu, terdapat Robotik sebagai pilihan ekstrakurikuler.
Kombinasi tersebut memberikan ruang bagi siswa untuk mengenal teknologi melalui kegiatan pembelajaran dan pengembangan minat.
Anak yang mempunyai ketertarikan pada teknologi dapat memperoleh kesempatan untuk mengeksplorasi bidang tersebut sejak sekolah dasar.
Bahasa Inggris juga tercantum dalam program tambahan SD Al Ma’soem.
Selain pembelajaran Bahasa Inggris, sekolah menyediakan English Club sebagai salah satu pilihan ekstrakurikuler.
Keberadaan program tersebut memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengenal dan menggunakan bahasa asing melalui lingkungan pembelajaran sekolah.
Hal ini juga memperluas pengalaman belajar anak di luar pelajaran akademik utama.
Ciri khas pendidikan SD Al Ma’soem tidak hanya terlihat dari program keagamaan. Sekolah juga mencantumkan nilai karakter dalam konsep pendidikannya.
Filosofi Cageur, Bageur, Pinter dijelaskan melalui tiga kelompok nilai. Cageur mencakup takwa, disiplin, dan tangguh. Bageur mencakup akhlak, jujur, dan manfaat. Sementara Pinter mencakup cerdas, adaptif, dan mandiri.
Nilai tersebut memberikan gambaran mengenai karakter yang ingin dibangun dalam lingkungan sekolah.
Pembelajaran di sekolah juga didukung oleh berbagai pilihan ekstrakurikuler.
SD Al Ma’soem menyediakan 13 pilihan, yaitu Tahfidz, English Club, Math Club, Sains Club, Futsal, Taekwondo, Catur, Hockey, Basket, Panahan, Robotik, Bola Voli, dan Paduan Suara.
Pilihan tersebut mencakup bidang keagamaan, akademik, olahraga, teknologi, dan seni.
Dengan banyaknya pilihan, siswa dapat memperoleh kesempatan untuk mengenali minatnya masing-masing.
Program pendidikan juga didukung oleh fasilitas yang tersedia di lingkungan sekolah.
SD Al Ma’soem memiliki laboratorium komputer, lapangan mini soccer sintetis, lapangan basket, panggung kreasi, perpustakaan, reading corner, mini zoo, klinik kesehatan, kantin, dan kolam renang.
Fasilitas tersebut memberikan ruang bagi berbagai aktivitas siswa.
Perpustakaan dan reading corner mendukung kegiatan membaca. Laboratorium komputer berkaitan dengan pembelajaran teknologi. Lapangan olahraga mendukung aktivitas fisik, sementara panggung kreasi memberikan ruang untuk kegiatan yang membutuhkan ekspresi dan kreativitas.
Konsep Full Day menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pendidikan SD Al Ma’soem.
Dengan waktu kegiatan sekolah yang lebih panjang dibandingkan sistem belajar dengan durasi lebih singkat, berbagai program pendidikan dapat ditempatkan dalam lingkungan sekolah.
Namun, yang menjadi perhatian bukan hanya durasi berada di sekolah, melainkan bagaimana waktu tersebut diisi dengan kegiatan pembelajaran dan pengembangan diri.
Dalam materi sekolah, konsep Full Day ditempatkan berdampingan dengan pembelajaran DIKNAS 100%, kurikulum Al Ma’soem, serta tambahan program IMTAK dan IPTEK.
Orang tua perlu melihat pendidikan anak secara menyeluruh. Kurikulum menjadi salah satu aspek, tetapi program keagamaan, fasilitas, kegiatan ekstrakurikuler, serta pendekatan pembentukan karakter juga perlu diperhatikan.
SD Al Ma’soem menawarkan kombinasi antara Kurikulum Merdeka, kurikulum DIKNAS 100%, kurikulum Al Ma’soem, pendidikan Full Day, serta program tambahan yang mencakup Bahasa Arab, Tahfidz, Bahasa Inggris, dan komputer.
Hal tersebut memberikan gambaran mengenai lingkungan pendidikan yang disiapkan untuk siswa sekolah dasar.
Pada akhirnya, sinergi Kurikulum Merdeka dan ciri khas Islami di SD Al Ma’soem dapat dilihat dari keberadaan beberapa komponen pendidikan yang berjalan bersama. Kurikulum menjadi bagian dari kerangka pembelajaran, sementara program Tahfidz dan Bahasa Arab memberikan ruang bagi pendidikan keagamaan. Bahasa Inggris dan komputer mendukung pengembangan kemampuan tambahan, sedangkan ekstrakurikuler memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengeksplorasi minat dan bakat.
Dengan konsep Full Day dan berbagai fasilitas pendukung, SD Al Ma’soem menempatkan pendidikan akademik, karakter, keagamaan, teknologi, dan pengembangan potensi siswa dalam satu lingkungan sekolah.
Bagi orang tua, memahami setiap komponen tersebut dapat membantu mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai sistem pendidikan sebelum menentukan pilihan sekolah dasar bagi anak.