Pembelajaran Pesantren

Seberapa Penting Pekerjaan Rumah Bagi Siswa?

PR atau singkatan dari pekerjaan rumah merupakan tugas yang diberikan guru bagi siswanya untuk bisa dikerjakan di rumah. PR ini merupakan tugas penting yang biasa diberikan guru sebagai sarana agar siswa bisa belajar lagi dirumah. Karena rata rata siswa kalau sudah sampai rumah jarang membuka kembali hasil catatan mereka selama di sekolah, jadi salah satu fungsi utama dari PR ini secara tidak langsung adalah agar siswa bisa belajar kembali di rumah tentang apa yang mereka pelajari selama di sekolah. Fungsi PR ini adalah agar siswa tidak lupa dengan pelajarannya karena setiap guru memiliki konsep yang sama yaitu dengan melatih setiap hari dan setiap waktu setiap pelajaran yang mereka berikan, siswa akan lebih mudah ingat dan mudah paham sehingga pembelajaran selama di sekolah akan terasa worth it bagi siswa itu sendiri.

Jadi PR itu adalah ramuan penting bagi siswa agar siswa bisa belajar kembali di rumah, minimal mereka bisa murajaah semua hal yang sudah dilaksanakan di sekolah. Tapi terkadang guru itu memiliki egonya masing masing, misalkan mereka memberikan PR kepada siswa saat guru yang lain juga memberikannya kepada siswa. Ujung ujungnya siswa malah menjadi bingung dan merasa stress sendiri. Apa lagi siswa dengan tipikal orang yang malas akan merasa risih dan menjadikan itu beban pekerjaan rumah. Padahal niat guru itu baik tapi pengertian itu mungkin yang dianggap kurang baik bagi siswa.

Siswa itu harus mengerti, tidak ada obat yang enak. Semua obat itu pahit tapi lebih pahit lagi jika anda menjadi orang tidak berwawasan tapi tidak pernah mau belajar

Orang Indonesia rata rata menganggap PR itu beban, betul bahkan saya secara pribadi menganggap demikian ketika saya berada di sekolah dasar. Tapi dewasa ini saya paham betul, bahwa PR atau pekerjaan rumah merupakan hal yang baik bagi siswa itu sendiri. Bahkan Pekerjaan rumah atau PR ini juga memiliki beberapa manfaat seperti : 

  1. Sebagai sarana bagi siswa untuk bisa mengulang pelajarannya di rumah
  2. Sebagai sarana stimulus hati dan otak siswa agar memiliki sifat penasaran akan ilmu
  3. Sarana melatih tanggung jawab siswa akan tugas yang mereka miliki
  4. Diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa
  5. Diharapkan dijadikan sebagai bahan untuk peningkatan penguasaan materi
  6. Belajar mengatasi masalah secara mandiri
  7. Melatih kerja keras dan meningkatkan penggunaan waktu selama di rumah
  8. Mendorong kreativitas siswa
Bahagia Belajar
PR itu pekerjaan rumah, jika dikerjakan di sekolah itu bukan lagi PR tapi PS

Jadi apakah PR itu tidak penting? Jelas penting terutama untuk meningkatkan 8 hal diatas tapi bagaimana dengan siswa yang sudah belajar di sekolah dengan konsep full day school dan konsep boarding school? Yang sudah menghabiskan waktu selama 8 jam lebih untuk belajar dan bahkan hingga malam hari harus belajar agama di asrama?

Jelas PR tidak harus ada, alasannya simpel karena mereka sudah menghabiskan waktu dengan cukup lama untuk belajar. Jadi yang namanya PR sudah tidak diperlukan lagi, lagi punya anak Pesantren dan anak yang full day sudah memiliki waktu yang lebih cukup untuk belajar selama di sekolah. Jika diberikan PR bisa jadi anak anak akan mengeluh dan semua pelajaran yang masuk akan blank dna tidak akan terwadahi oleh otak anak siswa.

Setiap guru memberikan PR bukan karena mereka tidak tahu anda sibuk dengan seharian belajar, tapi kadang guru juga tidak percaya diri dengan apa yang sudah mereka jelaskan selama disekolah

Lagipula ada beberapa waktu efektif dan beberapa waktu yang gak efektif dalam belajar, seperti beberapa peneliti menganggap waktu efektif hanya dari pukul 7-11 pagi ada beberapa yang mengungkapkan bahwa waktu efektif adalah pukul 10 pagi – 2 siang tapi semua tergantung dari siswa itu sendiri. Intinya setiap orang memiliki waktu belajarnya masing masing yang menurut mereka efektif tinggal bagaimana caranya guru menjadikan itu sebagai bahan acuan agar siswa bisa memaksimalkan waktu efektif itu agar pelajaran yang mereka berikan bisa manjur dan diterima dengan baik oleh siswa.

Selain itu juga guru harus memiliki metode pembelajaran yang berbeda beda untuk siswa agar siswa bisa mudah paham dan mudah mengerti akan pelajaran yang mereka sampaikan selama di sekolah. Ini penting agar siswa tidak harus mengerjakan PR lagi ketika mereka berada di asrama mengingat ketika siswa sudah ada di asrama dan siswa lainnya pulang ke rumah dengan kondisi otak yang sudah full dengan pelajaran seharian mereka membutuhkan istirahat yang cukup. Jadi tidak bijaksana rasanya jika di waktu rehat itu siswa diberikan lagi tugas untuk mereka kerjakan dan mereka pikirkan lagi di rumah.

Al Ma’soem tidak merekomendasikan guru memberikan PR kepada siswanya

Al Masoem tidak merekomendasikan guru memberikan PR kepada siswanya, artinya tidak ada PR di Al Masoem dengan alasan karena waktu yang diberikan kepada siswa sudah sangat banyak yaitu dari pukul 7.00 hingga 15.30 (ba’da ashar) Beberapa guru mungkin memberikan tugas rumah atau pekerjaan rumah sebagai sarana agar siswa bisa belajar, tapi biasanya mereka tidak akan menanyakan dan tidak akan menghukum siswa yang memang tidak sempat mengerjakan dengan alasan yang sama yaitu waktu belajar yang panjang di sekolah fullday dan boarding school. Maka dari itu semua kelebihan dari PR ini diminimalisir dan diganti dengan metode metode pembelajaran kreatif yang bisa didapatkan siswa selama mereka di sekolah. Anda tertarik?