Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

PR atau singkatan dari pekerjaan rumah merupakan tugas yang diberikan guru bagi siswanya untuk bisa dikerjakan di rumah. PR ini merupakan tugas penting yang biasa diberikan guru sebagai sarana agar siswa bisa belajar lagi dirumah. Karena rata rata siswa kalau sudah sampai rumah jarang membuka kembali hasil catatan mereka selama di sekolah, jadi salah satu fungsi utama dari PR ini secara tidak langsung adalah agar siswa bisa belajar kembali di rumah tentang apa yang mereka pelajari selama di sekolah. Fungsi PR ini adalah agar siswa tidak lupa dengan pelajarannya karena setiap guru memiliki konsep yang sama yaitu dengan melatih setiap hari dan setiap waktu setiap pelajaran yang mereka berikan, siswa akan lebih mudah ingat dan mudah paham sehingga pembelajaran selama di sekolah akan terasa worth it bagi siswa itu sendiri.
Jadi PR itu adalah ramuan penting bagi siswa agar siswa bisa belajar kembali di rumah, minimal mereka bisa murajaah semua hal yang sudah dilaksanakan di sekolah. Tapi terkadang guru itu memiliki egonya masing masing, misalkan mereka memberikan PR kepada siswa saat guru yang lain juga memberikannya kepada siswa. Ujung ujungnya siswa malah menjadi bingung dan merasa stress sendiri. Apa lagi siswa dengan tipikal orang yang malas akan merasa risih dan menjadikan itu beban pekerjaan rumah. Padahal niat guru itu baik tapi pengertian itu mungkin yang dianggap kurang baik bagi siswa.
Orang Indonesia rata rata menganggap PR itu beban, betul bahkan saya secara pribadi menganggap demikian ketika saya berada di sekolah dasar. Tapi dewasa ini saya paham betul, bahwa PR atau pekerjaan rumah merupakan hal yang baik bagi siswa itu sendiri. Bahkan Pekerjaan rumah atau PR ini juga memiliki beberapa manfaat seperti :

Jadi apakah PR itu tidak penting? Jelas penting terutama untuk meningkatkan 8 hal diatas tapi bagaimana dengan siswa yang sudah belajar di sekolah dengan konsep full day school dan konsep boarding school? Yang sudah menghabiskan waktu selama 8 jam lebih untuk belajar dan bahkan hingga malam hari harus belajar agama di asrama?
Jelas PR tidak harus ada, alasannya simpel karena mereka sudah menghabiskan waktu dengan cukup lama untuk belajar. Jadi yang namanya PR sudah tidak diperlukan lagi, lagi punya anak Pesantren dan anak yang full day sudah memiliki waktu yang lebih cukup untuk belajar selama di sekolah. Jika diberikan PR bisa jadi anak anak akan mengeluh dan semua pelajaran yang masuk akan blank dna tidak akan terwadahi oleh otak anak siswa.
Lagipula ada beberapa waktu efektif dan beberapa waktu yang gak efektif dalam belajar, seperti beberapa peneliti menganggap waktu efektif hanya dari pukul 7-11 pagi ada beberapa yang mengungkapkan bahwa waktu efektif adalah pukul 10 pagi – 2 siang tapi semua tergantung dari siswa itu sendiri. Intinya setiap orang memiliki waktu belajarnya masing masing yang menurut mereka efektif tinggal bagaimana caranya guru menjadikan itu sebagai bahan acuan agar siswa bisa memaksimalkan waktu efektif itu agar pelajaran yang mereka berikan bisa manjur dan diterima dengan baik oleh siswa.
Selain itu juga guru harus memiliki metode pembelajaran yang berbeda beda untuk siswa agar siswa bisa mudah paham dan mudah mengerti akan pelajaran yang mereka sampaikan selama di sekolah. Ini penting agar siswa tidak harus mengerjakan PR lagi ketika mereka berada di asrama mengingat ketika siswa sudah ada di asrama dan siswa lainnya pulang ke rumah dengan kondisi otak yang sudah full dengan pelajaran seharian mereka membutuhkan istirahat yang cukup. Jadi tidak bijaksana rasanya jika di waktu rehat itu siswa diberikan lagi tugas untuk mereka kerjakan dan mereka pikirkan lagi di rumah.
Al Masoem tidak merekomendasikan guru memberikan PR kepada siswanya, artinya tidak ada PR di Al Masoem dengan alasan karena waktu yang diberikan kepada siswa sudah sangat banyak yaitu dari pukul 7.00 hingga 15.30 (ba’da ashar) Beberapa guru mungkin memberikan tugas rumah atau pekerjaan rumah sebagai sarana agar siswa bisa belajar, tapi biasanya mereka tidak akan menanyakan dan tidak akan menghukum siswa yang memang tidak sempat mengerjakan dengan alasan yang sama yaitu waktu belajar yang panjang di sekolah fullday dan boarding school. Maka dari itu semua kelebihan dari PR ini diminimalisir dan diganti dengan metode metode pembelajaran kreatif yang bisa didapatkan siswa selama mereka di sekolah. Anda tertarik?