Yahudi yang Menjalankan Syariat dalam Taurat Pasti akan Merasa Berat

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

فَبِظُلْمٍ  مِّنَ  الَّذِيْنَ  هَا دُوْا  حَرَّمْنَا  عَلَيْهِمْ  طَيِّبٰتٍ  اُحِلَّتْ  لَهُمْ  وَبِصَدِّهِمْ  عَنْ  سَبِيْلِ  اللّٰهِ  كَثِيْرًا

“Karena kezaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan bagi mereka makanan yang baik-baik yang (dahulu) pernah dihalalkan; dan karena mereka sering menghalangi (orang lain) dari jalan Allah,” (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 160).

Dalam Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI, Surat An-Nisa Ayat 160 menjelaskan maka disebabkan karena kezaliman orang-orang yahudi, sebagaimana diterangkan dalam ayat sebelum ini, kami haramkan kepada mereka makanan yang baik-baik yang dahulu, sebelum mereka berbuat kedurhakaan itu, pernah dihalalkan, antara lain semua binatang yang berkuku sebagaimana disebutkan dalam QS Al-An’a’m ayat 146

وَعَلَى  الَّذِيْنَ  هَا دُوْا  حَرَّمْنَا  كُلَّ  ذِيْ  ظُفُرٍ   ۚ وَمِنَ  الْبَقَرِ  وَا لْغَـنَمِ  حَرَّمْنَا  عَلَيْهِمْ  شُحُوْمَهُمَاۤ  اِلَّا  مَا  حَمَلَتْ  ظُهُوْرُهُمَاۤ  اَوِ  الْحَـوَايَاۤ  اَوْ  مَا  اخْتَلَطَ  بِعَظْمٍ   ۗ ذٰلِكَ  جَزَ يْنٰهُمْ  بِبَـغْيِهِمْ   ۚ وَاِ نَّا  لَصٰدِقُوْنَ

“Dan kepada orang-orang Yahudi, Kami haramkan semua (hewan) yang berkuku, dan Kami haramkan kepada mereka lemak sapi dan domba, kecuali yang melekat di punggungnya, atau yang dalam isi perutnya, atau yang bercampur dengan tulang. Demikianlah Kami menghukum mereka karena kedurhakaannya. Dan sungguh, Kami Maha Benar.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 146)

Dan karena mereka sering menghalangi orang lain dari jalan Allah dengan melarang berbuat baik dan menyuruh kepada yang mungkar. Dan, selain itu, juga karena mereka menjalankan riba yang merupakan perbuatan yang tidak manusiawi, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang darinya, sebagaimana diterangkan di dalam kitab taurat, dan karena mereka memakan harta orang dengan cara tidak sah, cara yang batil, seperti penipuan, sogok menyogok, dan lain-lainnya. Dan kami sediakan untuk orang-orang kafir di antara mereka azab yang pedih kelak di akhirat.
Taubathya Yahudi dengan cara bunuh diri.

وَاِ ذْ  قَا لَ  مُوْسٰى  لِقَوْمِهٖ  يٰقَوْمِ  اِنَّكُمْ  ظَلَمْتُمْ  اَنْفُسَکُمْ  بِا تِّخَا ذِكُمُ  الْعِجْلَ  فَتُوْبُوْاۤ  اِلٰى  بَا رِئِكُمْ  فَا قْتُلُوْۤا  اَنْفُسَكُمْ   ۗ ذٰ  لِكُمْ  خَيْرٌ  لَّـكُمْ  عِنْدَ  بَا رِئِكُمْ   ۗ فَتَا بَ  عَلَيْكُمْ   ۗ اِنَّهٗ  هُوَ  التَّوَّا بُ  الرَّحِيْمُ

“Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, Wahai kaumku! Kamu benar-benar telah menzalimi dirimu sendiri dengan menjadikan (patung) anak sapi (sebagai sesembahan), karena itu bertobatlah kepada Penciptamu dan bunuhlah dirimu. Itu lebih baik bagimu di sisi Penciptamu. Dia akan menerima tobatmu. Sungguh, Dia-lah Yang Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 54).

Berbahagialah sebagai umat nabi Muhammad, bersyukurlah sebagai umat nabi Muhammad, yang ibadahnya sesuai fitrah manusia, tidak memberatkan banyak diberi kemudahan dan keringanan.

Semoga kita merasa bangga sebagai umat nabi Muhammad SAW, dan banyak melakukan ketaatan dan menghindari kemaksiatan.