Wali Allah Mendapat Kabar Gembira di Dunia dan Akhirat Sebagai Janji yang Pasti dari-Nya

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
لَهُمُ  الْبُشْرٰ ى  فِى  الْحَيٰوةِ  الدُّنْيَا  وَفِى  الْاٰ خِرَةِ  ۗ لَا  تَبْدِيْلَ  لِـكَلِمٰتِ  اللّٰهِ  ۗ ذٰلِكَ  هُوَ  الْفَوْزُ  الْعَظِيْمُ
“Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Tidak ada perubahan bagi janji-janji Allah. Demikian itulah kemenangan yang agung.” (QS. Yunus 10: 64)
Wali Allah mendapat kabar gembira di dunia dan akhirat sebagai janji yang pasti dari-Nya.
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Allah menjelaskan bahwa mereka mendapat kabar gembira, yang mereka rasakan dalam kehidupan mereka di dunia dan di akhirat. Kabar gembira yang mereka dapati ini ialah kabar gembira yang telah dijanjikan Allah melalui Rasul-Nya. Di dunia, kabar gembira itu antara lain berbentuk kemenangan yang mereka peroleh dalam menegakkan kalimah Allah, kesuksesan hidup karena menempuh jalan yang benar, dan harapan yang diperoleh sebagai khalifah di dunia. Selama mereka tetap berpegang kepada hukum Allah dan membela kebenaran agama Allah, mereka akan mendapat husnul khatimah.
Adapun kabar gembira yang akan mereka dapati di akhirat yaitu, selamat dari siksa kubur, dari sentuhan api neraka dan kekalnya mereka di dalam surga Adn (lihat tafsir Surah al-Anfal/8: 10). Allah menegaskan bahwa tidak ada perubahan dari janji-janji Allah. Maksudnya bahwa kabar gembira yang telah dijanjikan Allah di dalam kitab-Nya dan ditetapkan oleh sabda Rasul-Nya, baik janji Allah yang mereka dapati di dunia dan yang akan mereka dapati di akhirat, tidak akan berubah karena hal itu adalah buah dari iman yang benar, yang mereka hayati dan dari takwa yang mereka jalankan.
Di akhir ayat ini Allah menyatakan bahwa apa yang mereka peroleh adalah kemenangan yang gilang gemilang yang tak ada tandingannya di dunia, yaitu kebahagiaan hidup di surga dan terlepas dari siksa neraka.
Beberapa hal yang bisa ditadaburi dari Surah Yunus ayat 64:
  1. Kedekatan dengan Allah mendatangkan ketenangan dan kabar gembira; Ayat ini menunjukkan bahwa wali Allah—orang-orang yang dekat dengan-Nya—mendapatkan kabar gembira, baik di dunia maupun akhirat. Ini menegaskan bahwa hidup dalam ketaatan dan keimanan membawa ketenangan sejati.
  2. Janji Allah pasti dan tidak akan berubah; Allah menegaskan bahwa janji-Nya tidak bisa diingkari. Ini menumbuhkan harapan dan keyakinan bahwa segala kebaikan yang dijanjikan pasti akan terjadi.
  3. Kemenangan sejati bukan hanya di akhirat; Kabar gembira di dunia bisa berupa ketenangan hati, keberkahan hidup, atau perlindungan dari keburukan, bukan semata-mata materi. Ini mengajarkan bahwa kebahagiaan duniawi bukan selalu dalam bentuk kekayaan, tetapi kedamaian batin.
  4. Wali Allah bukan sosok luar biasa, tapi mereka yang beriman dan bertakwa; Dalam ayat sebelumnya (Yunus: 62-63), dijelaskan bahwa wali Allah adalah orang yang beriman dan bertakwa. Ini menunjukkan bahwa setiap orang bisa menjadi wali Allah jika memenuhi syarat tersebut.
Dengan menadaburi ayat ini, kita terdorong untuk memperkuat iman dan takwa agar bisa menjadi bagian dari para wali Allah yang mendapat jaminan kebahagiaan dunia dan akhirat.
“Ya Allah, jadikanlah aku termasuk wali-wali-Mu yang tidak merasa takut dan tidak bersedih. Berilah aku kabar gembira di dunia dan akhirat dengan rahmat dan keridhaan-Mu. Sungguh, Engkau tidak pernah mengingkari janji”