Tiga Kelompok dalam Menyikapi Perintah dan Larangan Allah SWT

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَاِ ذْ  قَا لَتْ  اُمَّةٌ  مِّنْهُمْ  لِمَ  تَعِظُوْنَ  قَوْمًا  ۙ ٱلـلّٰهُ  مُهْلِكُهُمْ  اَوْ  مُعَذِّبُهُمْ  عَذَا بًا  شَدِيْدًا  ۗ قَا لُوْا  مَعْذِرَةً  اِلٰى  رَبِّكُمْ  وَلَعَلَّهُمْ  يَتَّقُوْنَ

“Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata, Mengapa kamu menasihati kaum yang akan dibinasakan atau diazab Allah dengan azab yang sangat keras? Mereka menjawab, Agar kami mempunyai alasan (lepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan agar mereka bertakwa.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 164)

Ada sekelompok yang mengabaikan perintah Allah dan melanggar larangan-Nya, ada sekelompok yang menasehati, dan ada sekelompok yang membantah

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Sikap segolongan nenek-moyang Bani Israil yang mencela segolongan Bani Israil yang lain, yaitu memperingatkan Bani Israil yang telah mengingkari perintah Allah dan tidak menghentikan larangan-Nya. Dalam ayat ini dipahami pula bahwa tidak semua nenek-moyang Bani Israil mengabaikan perintah Allah dan melanggar larangan-Nya pada hari Sabat itu, ada di antara mereka yang melaksanakannya.
Dari ayat ini juga dapat diketahui bahwa dalam menyikapi perintah dan larangan Allah mereka terbagi kepada tiga kelompok, yaitu:

1. Kelompok yang mengabaikan perintah Allah dan melanggar larangan-Nya pada hari Sabat.

2. Kelompok yang memberi nasihat pada kelompok yang mengabaikan perintah Allah dan melanggar larangan-Nya.

3. Kelompok yang membantah tindakan kelompok yang memberi nasihat itu.

Kelompok kedua mengatakan kepada kelompok ketiga: “Kami memberi pelajaran kepada mereka itu, adalah untuk membebaskan diri dari perbuatan dosa dan untuk melaksanakan tugas kami, yaitu mencegah perbuatan yang mungkar. Kami berharap agar orang-orang yang durhaka itu sadar dan kembali ke jalan yang benar dan lurus”. Ketika Bani Israil tetap membangkang dan tidak mau kembali ke jalan Allah, dan tetap mengabaikan nasihat-nasihat yang telah diberikan, maka Allah menimpakan azab yang berat kepada mereka dan menyelamatkan orang-orang yang memberi nasihat tersebut.

Sebagian ulama berpendapat bahwa azab Allah tidak menimpa golongan ketiga, sedang sebagian ulama lagi berpendapat bahwa azab itu juga menimpa golongan ketiga, karena yang taat itu hanyalah golongan kedua saja, sedangkan golongan ketiga tidak melarang dari mengerjakan perbuatan yang mungkar, bahkan membantah dan menyalahkan orang yang melarang mengerjakan perbuatan yang mungkar. Selalu ada setiap zaman, ada yang mungkar, ada yang memberi nasihat kepada manusia dengan dasar kebenaran dan dengan itu pula mereka berlaku adil menjalankan keadilan.

وَمِمَّنْ  خَلَقْنَاۤ  اُمَّةٌ  يَّهْدُوْنَ  بِا لْحَـقِّ  وَبِهٖ  يَعْدِلُوْنَ

“Dan di antara orang-orang yang telah Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan (dasar) kebenaran, dan dengan itu (pula) mereka berlaku adil.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 181).

Rasulullah saw berkata ;
“Senantiasa ada segolongan umatku yang menegakkan kebenaran, siapa yang menentang mereka tidaklah dapat menyusahkan mereka hingga datang ketentuan Allah (hari Kiamat).” (Riwayat Ibnu Majah dari sauban).

Doa supaya selalu mendapat petunjuk ;

رَبَّنَاۤ  اٰتِنَا  مِنْ  لَّدُنْكَ  رَحْمَةً  وَّهَيِّئْ  لَـنَا  مِنْ  اَمْرِنَا  رَشَدًا

“Ya Tuhan Kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami.” (QS. Al-Kahf 18: Ayat 10)