Taubatnya Yahudi lebih Berat Dibandingkan Taubatnya Umat Nabi Muhammad, Yahudi Bertaubat dengan Cara Bunuh Diri

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
اِنَّ  الَّذِيْنَ  اتَّخَذُوا  الْعِجْلَ  سَيَنَا لُهُمْ  غَضَبٌ  مِّنْ  رَّبِّهِمْ  وَذِلَّـةٌ  فِى  الْحَيٰوةِ  الدُّنْيَا  ۗ وَكَذٰلِكَ  نَجْزِ يْ  الْمُفْتَرِ يْنَ
“Sesungguhnya orang-orang yang menjadikan (patung) anak sapi (sebagai sembahannya), kelak akan menerima kemurkaan dari Tuhan mereka dan kehinaan dalam kehidupan di dunia. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebohongan.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 152)
Taubatnya Yahudi lebih berat dibandingkan  taubatnya umat nabi Muhammad, Yahudi bertaubat dengan cara bunuh diri
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Semua orang Bani Israil yang telah menyembah patung anak sapi, seperti Samiri dan pengikut-pengikutnya, dan yang tidak mau bertobat kepada Allah kelak akan mendapat kemarahan Allah dan tobat mereka tidak akan diterima lagi, kecuali dengan membunuh nafsu mereka, sebab akan hidup terhina di dunia ini. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Baqarah/2: 54 : “Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, “Wahai kaumku! Kamu benar-benar telah menzalimi dirimu sendiri dengan menjadikan (patung) anak sapi (sebagai sesembahan), karena itu bertobatlah kepada Penciptamu dan bunuhlah dirimu. Itu lebih baik bagimu di sisi Penciptamu. Dia akan menerima tobatmu. Sungguh, Dialah Yang Maha Penerima tobat, Maha Penyayang. (al-Baqarah/2: 54)
Menurut sebagian ahli tafsir bahwa kalimat, “Demikian kami memberi balasan kepada orang-orang yang membuat kebohongan” dalam ayat ini ditujukan kepada Nabi Muhammad saw, sebagai peringatan bagi orang-orang Yahudi yang berada di sekitar Medinah waktu itu. Akibat sikap dan tindak-tanduk mereka (kaum Yahudi) kepada Nabi Musa dahulu. Seandainya orang Yahudi di sekitar Medinah tetap bersikap demikian, tidak mau mengikuti Rasulullah saw, dengan seruannya, maka mereka akan mendapat kebinasaan dan kehinaan di dunia dan di akhirat tentu saja mereka akan mendapat azab yang pedih.
Menganut salah satu dari kedua pendapat ini, tidaklah menyalahi isi kandungan ayat, karena salah satu tujuan pendapat ini adalah untuk menyebutkan kisah umat-umat yang dahulu sebagai tamsil dan ibarat bagi generasi yang akan datang kemudian. Semoga kesalahan yang pernah dilakukan oleh orang-orang dahulu itu tidak terulang oleh generasi yang akan datang.
Ayat ini juga memperingatkan bahwa seperti pembalasan yang tersebut dalam ayat ini, Allah memberikan pembalasan kepada mereka yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah. Diriwayatkan dari Abi Qatadah, ia berkata, “Ayat ini tidak hanya ditujukan kepada Bani Israil pada waktu Nabi Musa saja, tetapi ditujukan kepada semua orang yang mengadakan kedustaan terhadap Allah.”
Taubatnya Yahudi lebih berat dibandingkan  taubatnya umat nabi Muhammad, Yahudi bertaubat dengan cara bunuh diri, umat Islam kalau berbuat dosa, langkah pertama yang harus dilakukan adalah bertaubat kepada Allah SWT. Syarat-syarat agar taubat kita diterima oleh Allah SWT antara lain:
  1. Mengakui kesalahan: Kita harus menyadari dosa yang telah kita lakukan dan merasa menyesal atas perbuatan tersebut.
  2. Berhenti melakukan dosa: Kita harus berkomitmen untuk tidak mengulangi perbuatan dosa tersebut di masa yang akan datang.
  3. Bermaksud untuk tidak mengulangi dosa: Taubat harus disertai dengan niat yang sungguh-sungguh untuk tidak mengulangi dosa tersebut di masa mendatang.
  4. Memohon ampun kepada Allah: Kita perlu meminta ampun kepada Allah SWT dengan sungguh-sungguh, serta berdoa agar Allah SWT mengampuni dosa-dosa yang telah kita lakukan.
  5. Memperbaiki diri: Setelah bertaubat, kita perlu berusaha memperbaiki diri kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari, dengan menguatkan iman, memperbanyak amal ibadah, dan berbuat baik kepada sesama.
Allah SWT adalah Maha Pengampun dan Maha Penyayang, Dia selalu siap menerima taubat hamba-Nya yang tulus dan sungguh-sungguh.
Semoga kesalahan yang pernah dilakukan oleh orang-orang dahulu itu tidak terulang oleh generasi yang akan datang.