Tadabbur dari QS Hud 107; Kekuasaan Allah Mutlak

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
خٰلِدِيْنَ  فِيْهَا  مَا  دَا مَتِ  السَّمٰوٰتُ  وَا لْاَ رْضُ  اِلَّا  مَا  شَآءَ  رَبُّكَ  ۗ اِنَّ  رَبَّكَ  فَعَّا لٌ  لِّمَا  يُرِ يْدُ
“Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sungguh, Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.” (QS. Hud 11: Ayat 107)
Orang-orang kafir akan kekal di neraka selama-lamanya, kecuali jika Allah berkehendak lain, karena kekuasaan Allah tidak terbatas dan kehendak-Nya pasti terjadi
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Mereka akan kekal di dalam neraka, selama-lamanya kecuali kalau Allah swt menghendaki yang lain, karena Dia Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki. Apa saja yang dikehendaki-Nya akan terwujud dan apa yang tidak dikehendaki-Nya tidak akan ada.
Tadabbur Hud 107
  1. Kekuasaan Allah mutlak; Tidak ada sesuatu pun yang membatasi kehendak Allah. Bahkan kekekalan surga dan neraka pun tetap di bawah kehendak-Nya.
  2. Keadilan Allah sempurna; Orang kafir tidak akan keluar dari neraka karena mereka menolak kebenaran seumur hidupnya. Allah tidak menzalimi siapa pun.
  3. Peringatan keras bagi manusia; Ayat ini mengingatkan agar manusia tidak menyepelekan dosa dan kekufuran, karena balasannya bisa kekal.
  4. Ada harapan bagi mukmin yang berdosa; Frasa “illā mā syā’a rabbuk” memberi isyarat bahwa bagi orang beriman yang masuk neraka karena dosa, masih ada kemungkinan dikeluarkan oleh rahmat Allah.
  5. Menumbuhkan rasa takut sekaligus harap; Takut akan murka Allah yang kekal, namun berharap pada kasih sayang dan kehendak Allah yang luas tanpa batas.
اللهم أجرنا من النار، ووفقنا لطاعتك ورضاك
“Ya Allah, lindungilah kami dari api neraka, dan bimbinglah kami untuk selalu taat dan mendapatkan ridha-Mu.”