Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
لَـتَجِدَنَّ اَشَدَّ النَّا سِ عَدَاوَةً لِّـلَّذِيْنَ اٰمَنُوا الْيَهُوْدَ وَا لَّذِيْنَ اَشْرَكُوْا ۚ وَلَـتَجِدَنَّ اَ قْرَبَهُمْ مَّوَدَّةً لِّـلَّذِيْنَ اٰمَنُوا الَّذِيْنَ قَا لُوْۤا اِنَّا نَصٰرٰ ى ۗ ذٰلِكَ بِاَ نَّ مِنْهُمْ قِسِّيْسِيْنَ وَرُهْبَا نًا وَّاَنَّهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُوْنَ
“Pasti akan kamu dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan pasti akan kamu dapati orang yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman, ialah orang-orang yang berkata, Sesungguhnya kami adalah orang Nasrani. Yang demikian itu karena di antara mereka terdapat para pendeta dan para rahib, (juga) karena mereka tidak menyombongkan diri.” (QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 82).
Ada yang memperlihatkan permusuhannya terhadap orang beriman dan ada yang memperlihatkan persahabatannya terhadap orang beriman
Dalam tafsir Quraish Shihab, Muhammad Quraish Shihab menjelaskan bahwa Kami tegaskan kepadamu, wahai Rasulullah, bahwa kamu akan mendapati para penganut Yahudi dan mereka yang menyekutukan Allah sebagai orang-orang yang paling keras kedengkian dan kebenciannya kepadamu dan kepada orang-orang yang beriman kepadamu. Dan kamu akan mendapati pengikut Nabi ‘Isâ yang menyebut dirinya Nasrani sebagai orang-orang yang paling dekat kasih sayang dan kecintaannya kepadamu.
Hal itu disebabkan karena di antara mereka terdapat pendeta-pendeta yang mengerti agama, dan rahib-rahib yang selalu takut kepada Tuhannya. Selain itu, juga karena mereka tidak menyombongkan diri bila mendengar kebenaran.
Asbabun Nuzul Surat Al-Ma’idah Ayat 82
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Said bin al-Musayyab, Abu Bakr bin Abdirrahman, dan Urwah bin Zubair bahwa Rasulullah saw. pernah mengutus Amr bin Umayyah adl-Dlamari untuk menyampaikan surat kepada an-Najasyi. Sesampainya di hadapan an-Najasyi, surat itupun dibacanya. Kemudian an-Najasyi memanggil Jafar bin Abi Thalib dan orang-orang yang hijrah (ke Habsyah)) bersamanya serta para rahib dan paderi. Ia menyuruh Jafar bin Abi Thalib membaca al-Quran. Jafar membacakan surah Maryam. Semua yang hadir beriman kepada isi Al-Quran dan berlinang-linang air matanya. Mereka inilah yang disebut Allah dalam ayat tersebut di atas (al-Maa-idah: 82-83).
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Said bin Jubair bahwa an-Najasi mengirim tigapuluh orang sahabat terbaiknya kepada Rasulullah saw, Rasulullah membacakan surah Yasin kepada mereka, sehingga mereka menangis. Maka turunlah ayat ini (al-Maa-idah: 82-83) yang menceritakan adanya kaum rahib dan pendeta Nasrani yhang tidak sombong dan beriman kepada apa yang diturunkan kepada Rasulullah saw.
Diriwayatkan oleh an-Nasa-i yang bersumber dari Abdullah bin Zubair. Hadits seperti ini diriwayatkan pula oleh ath-Thabarani yang bersumber dari Ibnu Abbas, tetapi lebih jelas. Bahwa turunnya ayat ini (al-Maa-idah: 83) berkenaan dengan Najasi dan kawan-kawannya. Ayat tersebut menegaskan bahwa mereka mencucurkan air mata bila mendengar ayat-ayat yang diturunkan kepada Rasulullah saw. (karena mereka yakin akan kebenarannya).
Rasulullah SAW berdoa agar terhindar dari kebatilan.
،اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا، وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ. ،وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلاً، وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ.
Allahumma arinal haqqa haqqa warzuqnattiba’ah, wa arinal bathila bathila warzuqnajtinabah
‘’Ya Allah, tampakkanlah kepadaku kebenaran sebagai kebenaran dan kuatkanlah aku untuk mengikutinya serta tampakkanlah kepadaku kesalahan sebagai kesalahan dan kuatkan pula untuk menyingkirkannya.’‘ (HR Imam Ahmad).