أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
يَحْذَرُ الْمُنٰفِقُوْنَ اَنْ تُنَزَّلَ عَلَيْهِمْ سُوْرَةٌ تُنَبِّئُهُمْ بِمَا فِيْ قُلُوْبِهِمْ ۗ قُلِ اسْتَهْزِءُوْا ۚ اِنَّ اللّٰهَ مُخْرِجٌ مَّا تَحْذَرُوْنَ
“Orang-orang munafik itu takut jika diturunkan suatu surah yang menerangkan apa yang tersembunyi di dalam hati mereka. Katakanlah (kepada mereka), Teruskanlah berolok-olok (terhadap Allah dan Rasul-Nya). Sesungguhnya Allah akan mengungkapkan apa yang kamu takuti itu.” (QS. At-Taubah 9: Ayat 64)
Munafikun berada pada posisi antara iman dan kufur dan selalu mencela dan mengejek Nabi Muhammad SAW
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Ayat ini menggambarkan tentang tingkah laku orang-orang munafik yang pernah diungkapkan dalam Perang Tabuk. Mereka merasa khawatir seandainya diturunkan ayat atau surah yang menerangkan segala sesuatu yang mereka lakukan. Karena itu Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar mengatakan kepada mereka agar meneruskan ejekan-ejekan yang mereka lakukan. Orang-orang munafik adalah manusia yang tidak mempunyai pendirian, mereka berada di antara iman dan kufur, mereka tidak percaya kepada kebenaran wahyu yang diturunkan kepada Rasul, mereka berada di antara cemas dan harap. Andaikata mereka mengingkari Rasul secara tegas tentulah mereka tidak akan cemas.
Demikian pula jika mereka beriman kepada Rasul secara tegas. Karena posisi mereka di antara iman dan kufur dan selalu mencela dan mengejek Nabi dan orang-orang mukmin, timbullah kekhawatiran dan kecemasan mereka kalau-kalau Allah menurunkan lagi ayat-ayat yang mengungkap keaiban mereka dan menerangkan segala sesuatu yang ada pada mereka meskipun mereka menyimpannya dalam hati mereka.
Munafikun adalah orang-orang yang secara lahiriah menampakkan keimanan, tetapi dalam hati mereka menyembunyikan kekufuran. Mereka berada dalam posisi antara iman dan kufur karena mereka berpura-pura beriman untuk memperoleh keuntungan duniawi, tetapi sebenarnya tidak memiliki keimanan yang sejati.
Sifat-sifat munafik yang disebutkan dalam Al-Qur’an:
- Berpura-pura beriman; Mereka menyatakan keimanan hanya dengan lisan, tetapi hati mereka tidak percaya kepada Allah dan Rasul-Nya. “Dan di antara manusia ada yang mengatakan, ‘Kami beriman kepada Allah dan hari akhir,’ padahal mereka itu sebenarnya bukan orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Baqarah: 8)
- Mencela dan mengejek Rasulullah SAW; Kaum munafik sering mencela dan mengejek Rasulullah SAW serta para sahabat. Mereka melakukannya secara sembunyi-sembunyi, tetapi Allah memperlihatkan kedok mereka melalui wahyu. “Dan di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang menyakiti Nabi dan mengatakan, ‘Nabi itu mempercayai semua apa yang didengarnya.’ Katakanlah, ‘(Apa yang dikatakan mereka itu adalah) kebaikan bagi kalian.’” (QS. At-Taubah: 61)
- Berusaha melemahkan umat Islam; Mereka sering bekerja sama dengan musuh-musuh Islam dan berusaha merusak persatuan kaum muslimin. “Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah musuh (kalian) yang sebenarnya.” (QS. Al-Munafiqun: 4)
- Menunda-nunda atau malas dalam beribadah; Munafik melakukan ibadah seperti shalat hanya untuk pamer dan tidak ikhlas karena Allah. “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, tetapi Allah akan membalas tipuan mereka. Apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya’ (ingin dilihat) di hadapan manusia, dan tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali.” (QS. An-Nisa: 142)
Kaum munafik dianggap berbahaya karena mereka merusak Islam dari dalam dengan tipu daya dan hasutan mereka. Allah SWT juga menyebutkan bahwa mereka akan mendapat azab yang lebih berat daripada orang kafir biasa:
“Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka.” (QS. An-Nisa: 145).
Doa untuk memohon perlindungan dari sifat munafik:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ النِّفَاقِ
Allahumma inni a‘uudzu bika minan nifaaq
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat kemunafikan.”