Siang dan Malam Terjadi Karena Rotasi Bumi, Yaitu Perputaran Bumi Pada Porosnya

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

اِنَّ  فِى  اخْتِلَا فِ  الَّيْلِ  وَا لنَّهَا رِ  وَمَا  خَلَقَ  اللّٰهُ  فِى  السَّمٰوٰتِ  وَا لْاَ رْضِ  لَاٰ يٰتٍ  لِّـقَوْمٍ  يَّتَّقُوْنَ

“Sesungguhnya pada pergantian malam dan siang, dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di Bumi, pasti terdapat tanda-tanda (kebesaran-Nya) bagi orang-orang yang bertakwa.” (Q dan Muslim ayat QS. Yunus 10: Ayat 6)

Siang dan malam terjadi karena rotasi Bumi, yaitu perputaran Bumi pada porosnya

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Pada ayat ini Allah menjelaskan tanda-tanda kekuasaan-Nya yang lain, yaitu pertukaran malam dan siang, walaupun pertukaran dengan arti pergantian malam dan siang itu, disebabkan oleh perputaran bumi mengelilingi sumbunya. Perbedaan panjang malam dan siang disebabkan letak suatu tempat di bagian bumi, yang disebabkan oleh pergeseran sumbu bumi itu dan dua puluh tiga setengah derajat dari putaran jalannya (garis edar) serta peredaran bumi keliling matahari.

Di samping perputaran malam dan siang itu, dalam ayat ini Allah juga menjelaskan bahwa di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Allah menciptakan di langit dan di bumi aneka ragam benda, seperti benda cair, benda padat, udara, tumbuh-tumbuhan dan binatang, guruh petir, angin semuanya itu merupakan bukti dan tanda kebesaran dan kekuasaan Allah, bagi orang yang mau bertakwa kepada-Nya.

Al-Qur’an menjelaskan perputaran matahari, bulan, dan bumi dalam beberapa ayat, antara lain:

1. Surat Al-Anbiya’ ayat 33: “Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, dan matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya beredar di dalam garis edarnya.” (QS. Al-Anbiya’: 33)

2. Surat Al-Rahman ayat 5: “Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan.” (QS. Al-Rahman: 5)

3. Surat Al-Furqan ayat 2: “Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya…” (QS. Al-Furqan: 2)

Ilmu astronomi modern menjelaskan bahwa:

1. Matahari adalah pusat tata surya kita dan berotasi pada porosnya dalam waktu sekitar 25,4 hari.
2. Bumi berotasi pada porosnya dalam waktu sekitar 24 jam, sehingga mengalami siang dan malam.
3. Bumi juga beredar mengelilingi matahari dalam waktu sekitar 365,25 hari, sehingga mengalami tahun.
4. Bulan berotasi pada porosnya dalam waktu sekitar 27,3 hari dan beredar mengelilingi bumi dalam waktu sekitar 27,3 hari, sehingga mengalami fase-fase bulan.

Al-Qur’an dan kajian ilmiah modern memiliki kesamaan dalam menjelaskan perputaran matahari, bulan, dan bumi. Al-Qur’an menggunakan bahasa yang sederhana dan simbolis untuk menjelaskan fenomena alam, sedangkan kajian ilmiah modern menggunakan metode ilmiah dan teknologi untuk memahami fenomena alam tersebut.

Pergeseran siang dan malam adalah salah satu tanda kebesaran Allah yang disebutkan dalam Al-Qur’an.

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal. (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), ‘“Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka lindungilah kami dari azab neraka.’” (QS. Ali Imran: 190-191)