Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَلَـمَّا سَكَتَ عَنْ مُّوْسَى الْغَضَبُ اَخَذَ الْاَ لْوَا حَ ۖ وَفِيْ نُسْخَتِهَا هُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّـلَّذِيْنَ هُمْ لِرَبِّهِمْ يَرْهَبُوْنَ
“Dan setelah amarah Musa mereda, diambilnya (kembali) lauh-lauh (Taurat) itu; di dalam tulisannya terdapat petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang takut kepada Tuhannya.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 154)
Semua kitab suci berisi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang takut kepada Tuhannya
Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI; Setelah menjelaskan sikap masing-masing dan perlakuan Allah terhadap mereka, kisah penyembahan anak sapi diakhiri dengan firman-Nya, “Dan setelah amarah Nabi Musa mereda, dia mengambil kembali lauh-lauh Taurat yang tadi dilemparkannya ke tanah itu; dan di dalam tulisannya terdapat petunjuk menuju jalan kebahagiaan dan rahmat bagi orang-orang yang selalu takut kepada Tuhannya.
Semua kitab suci berisi petunjuk dan rahmat bagi orang orang yang selalu takut kepada Allah SWT dan bagi orangborang yang beriman.
وَلَقَدْ جِئْنٰهُمْ بِكِتٰبٍ فَصَّلْنٰهُ عَلٰى عِلْمٍ هُدًى وَّرَحْمَةً لِّـقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ
“Sungguh, Kami telah mendatangkan Kitab (Al-Qur’an) kepada mereka, yang Kami jelaskan atas dasar pengetahuan, sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 52)
وَاِ ذَا لَمْ تَأْتِهِمْ بِاٰ يَةٍ قَا لُوْا لَوْلَا اجْتَبَيْتَهَا ۗ قُلْ اِنَّمَاۤ اَتَّبِعُ مَا يُوْحٰۤى اِلَيَّ مِنْ رَّبِّيْ ۚ هٰذَا بَصَآئِرُ مِنْ رَّبِّكُمْ وَهُدًى وَّ رَحْمَةٌ لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ
“Dan apabila engkau (Muhammad) tidak membacakan suatu ayat kepada mereka, mereka berkata, Mengapa tidak engkau buat sendiri ayat itu? Katakanlah (Muhammad), Sesungguhnya aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. (Al-Qur’an) ini adalah bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu, petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 203)
Al Quran sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang orang yang beriman, mendengarkan saja mendapatkan rahmat;
وَاِ ذَا قُرِئَ الْقُرْاٰ نُ فَا سْتَمِعُوْا لَهٗ وَاَ نْصِتُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
“Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah dan diamlah, agar kamu mendapat rahmat.”(QS. Al-A’raf 7: Ayat 204)
Dalam suatu acara ada pembacaan ayat suci al Quran harusnya menyimak dan mendengarkan, jangan ngobrol, supaya mendapatkan rahmat. Masuk syurga bukan karena amal ibadah kita tapi rahmat dari Allah SWT.
Rahmat merupakan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Berkat rahmat inilah kelak umat Muslim bisa mendapat ampunan di akhirat dan memperoleh balasan surga. Bahkan dikatakan bahwa rahmat merupakan penentu nasib seseorang kelak di hari akhir.
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu karunia-Mu dan rahmat-Mu, karena tidak ada yang memilikinya kecuali hanya Engkau,” (HR Abu Nu’aim)