أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَمَا تَكُوْنُ فِيْ شَأْنٍ وَّمَا تَتْلُوْا مِنْهُ مِنْ قُرْاٰ نٍ وَّلَا تَعْمَلُوْنَ مِنْ عَمَلٍ اِلَّا كُنَّا عَلَيْكُمْ شُهُوْدًا اِذْ تُفِيْضُوْنَ فِيْهِ ۗ وَمَا يَعْزُبُ عَنْ رَّبِّكَ مِنْ مِّثْقَا لِ ذَرَّةٍ فِى الْاَ رْضِ وَلَا فِى السَّمَآءِ وَلَاۤ اَصْغَرَ مِنْ ذٰلِكَ وَلَاۤ اَكْبَرَ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ
“Dan tidaklah engkau (Muhammad) berada dalam suatu urusan, dan tidak membaca suatu ayat Al-Qur’an serta tidak pula kamu melakukan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu ketika kamu melakukannya. Tidak lengah sedikit pun dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah, baik di Bumi maupun di langit. Tidak ada sesuatu yang lebih kecil dan yang lebih besar daripada itu, melainkan semua tercatat dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz).” (QS. Yunus 10: Ayat 61)
Segala yang kita lakukan, sekecil apa pun, Allah mengetahuinya dan tercatat dalam Lauh Mahfuzh
Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI; Setelah dijelaskan pada ayat sebelumnya bahwa kebanyakan manusia tidak pandai bersyukur, lalu dalam ayat ini ditegaskan bahwa seluruh perbuatan manusia selalu berada dalam pengawasan Allah. Dan tidaklah engkau Muhammad berada dalam suatu urusan apapun, baik duniawi maupun ukhrawi, dan kamu tidak membaca suatu ayat Al-Qur’an, baik yang panjang maupun yang pendek serta tidak pula kamu melakukan suatu pekerjaan apapun, baik ketaatan maupun kemaksiatan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu ketika kamu melakukannya.
Tidak terlewatkan sedikit pun dari pengetahuan dan catatan Tuhanmu melalui para malaikat-Nya, biarpun nilai perbuatan itu hanya sebesar zarrah, baik di bumi ataupun di langit. Tidak ada sesuatu yang lebih kecil dan yang lebih besar daripada itu, melainkan semua tercatat dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz). Kitab yang jelas (Lauh Mahfudz)ditemukan dalam beberapa ayat dalam al quran diantaranya;
وَمَا مِنْ غَآئِبَةٍ فِى السَّمَآءِ وَا لْاَ رْضِ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ
“Dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi di langit dan di Bumi, melainkan (tercatat) dalam Kitab yang jelas (Lauh Mahfuz).” (QS. An-Naml 27: Ayat 75)
اِنَّا نَحْنُ نُحْيِ الْمَوْتٰى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوْا وَاٰ ثَا رَهُمْ ۗ وَكُلَّ شَيْءٍ اَحْصَيْنٰهُ فِيْۤ اِمَا مٍ مُّبِيْنٍ
“Sungguh, Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati, dan Kamilah yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab yang jelas (Lauh Mahfuz).” (QS. Ya-Sin 36: Ayat 12)
Beberapa hal yang bisa ditadaburi dari Surah Yunus ayat 61 antara lain:
- Pengawasan Allah yang sempurna; Tidak ada satu pun perbuatan manusia—baik yang besar maupun yang kecil, yang nyata maupun tersembunyi—yang luput dari pengetahuan Allah.
- Nilai setiap amal perbuatan; Sekecil apa pun amal, seperti atom atau lebih halus lagi, tetap bernilai dan akan dibalas. Ini menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam setiap tindakan.
- Kehadiran Lauh Mahfuzh sebagai bukti pencatatan ilahi; Semua tercatat rapi dalam Lauh Mahfuzh, menegaskan bahwa segala amal akan dipertanggungjawabkan tanpa ada yang terlewat.
- Penghiburan bagi orang yang terzalimi atau berbuat baik diam-diam; Tidak ada kebaikan yang sia-sia, dan tidak ada kezaliman yang tidak tercatat. Ini bisa menenangkan hati orang-orang yang merasa tidak dihargai di dunia.
- Dorongan untuk selalu berbuat benar; Karena semua tindakan direkam, ayat ini mendorong untuk berlaku jujur, ikhlas, dan menjauhi dosa meskipun tidak ada manusia yang melihat.
Satu ayat Al-Qur’an saja, jika benar-benar dipahami dan diamalkan, sudah cukup untuk menjadikan seseorang lebih baik. Tapi meski ada 6.236 ayat yang penuh keindahan dan hikmah, jika hanya dibaca tanpa direnungkan, ia tak akan mampu mengubah siapa pun menjadi lebih baik
Doa permohonan agar amal kita dicatat sebagai kebaikan:
اللَّهُمَّ اجْعَلْ أَعْمَالَنَا خَالِصَةً لِوَجْهِكَ، وَاكْتُبْهَا فِي لَوْحِ المَحْفُوظِ مِنَ الصَّالِحَاتِ، وَاغْفِرْ لَنَا مَا خَفِيَ مِنْ زَلَّاتِنَا، إِنَّكَ أَنْتَ العَلِيمُ الخَبِيرُ.
“Ya Allah, jadikanlah amal kami ikhlas karena-Mu, catatlah dalam Lauh Mahfuzh sebagai amal salih, dan ampunilah kesalahan-kesalahan kami yang tersembunyi. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui dan Maha Teliti.”