Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
فَاَ لْقٰى عَصَاهُ فَاِ ذَا هِيَ ثُعْبَا نٌ مُّبِيْنٌ
“Lalu (Musa) melemparkan tongkatnya, tiba-tiba tongkat itu menjadi ular besar yang sebenarnya.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 107)
Salah satu mukjizat nabi Musa, penjelmaan ular dari tongkat yang dijatuhkan nabi Musa
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Tantangan Firaun itu segera dijawab oleh Nabi Musa dengan memperlihatkan dua macam mukjizatnya. Pertama Musa menjatuhkan tongkatnya ke tanah, tiba-tiba tongkat tersebut menjadi seekor ular besar yang mempunyai sifat-sifat ular secara biologis, dapat bergerak dan berjalan dengan sesungguhnya, berbeda dengan ular yang diciptakan para pesihir pada masa itu, yang hanya nampak seolah-olah seperti ular yang bergerak, padahal tidak demikian. Orang-orang melihat benda itu seperti bergerak, karena pikiran mereka telah dipengaruhi terlebih dahulu oleh para pesihir tersebut. Berbeda halnya ular yang menjelma dari tongkat Nabi Musa itu.
Allah SWT memberikan mukjizat kepada Nabi Musa berupa sebuah tongkat. Tongkat ini bisa berubah menjadi ular atas kehendak Allah SWT.
Salah sattu kisah yang menakjubkan tentang mukjizat Nabi Musa AS adalah ketika berhadapan dengan para tukang sihir Firaun. Nabi Musa melemparkan tongkat miliknya yang kemudian berubah menjadi seekor ular.
Kisah ini begitu terkenal dan bahkan terbilang istimewa karena tercatat dalam beberapa ayat Al-Qur’an. Selain Al-A’raf 7: Ayat 107, disebutkan juga dalam Al-Qashash ayat 31, An-Naml ayat 32 dan Thaha aya 20
Bukti Kebesaran dan Kuasa Allah
Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al Qasas ayat 31:
وَاَنْ اَلْقِ عَصَاكَ ۗفَلَمَّا رَاٰهَا تَهْتَزُّ كَاَنَّهَا جَاۤنٌّ وَّلّٰى مُدْبِرًا وَّلَمْ يُعَقِّبْۗ يٰمُوْسٰىٓ اَقْبِلْ وَلَا تَخَفْۗ اِنَّكَ مِنَ الْاٰمِنِيْنَ
“Lemparkanlah tongkatmu!” Maka, ketika dia (Musa) melihatnya bergerak-gerak seperti seekor ular yang gesit, dia lari berbalik ke belakang tanpa menoleh. (Allah berfirman,) “Wahai Musa, kemarilah dan jangan takut! Sesungguhnya engkau termasuk orang-orang yang aman.
Al Hafidz Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur’anil Adzhiem menjelaskan tentang kisah Mukjizat Nabi Musa AS yang melemparkan tongkatnya yang berubah menjadi ular besar di hadapan para tukang sihir Firaun, “Ini merupakan bukti dari Allah bagi Nabi Musa AS, sebagai mukjizat yang besar, di luar kebiasaan lagi nyata, yang menunjukkan bahwasannya tidak ada yang mampu melakukan hal tersebut kecuali hanya Allah dan bahwasannya tidak ada yang membawanya kecuali Nabi yang diutus.
Allah memberi perintah kepada Nabi Musa AS agar ia melempar tongkatnya, maka tiba-tiba tongkat itu menjadi seekor ular yang merayap dengan cepat. Ketika Firaun melihat ular itu berjalan menuju dirinya, ia segera melompat dari singgasananya dan lari minta tolong kepada Nabi Musa AS untuk mencegahnya.
Setelah menyaksikan hal itu, maka Nabi Musa AS berbalik tanpa melihat lagi ke belakang, kemudian ia pergi tanpa memperdulikan keadaan Firaun. Nabi Musa tidak menoleh ke belakang karena menghindari adanya bahaya.
Mukjizat Nabi Musa AS telah membuat mata para tukang sihir terbelalak dan kebingungan sebab sihir yang mereka bangga-banggakan selama ini tidak ada artinya jika dibandingkan dengan apa yang dilakukan Nabi Musa AS.
Mereka pun menyadari bahwa apa yang dilakukan Nabi Musa AS bukanlah jenis sihir seperti yang biasa mereka perbuat, melainkan terjadi karena kehendak Allah SWT. Seketika itu para ahli sihir mengetahui bahwa yang dibawa oleh Nabi Musa AS bukanlah sihir.
Mereka pun bersujud dan berkata, “Kami beriman kepada Rabb semesta alam, Rabb Musa dan Harun) (dari Al Qur’an Surat Asy Syua’ra Ayat 47-48).
Hamka dalam Tafsir al-Azhar Jilid 5 menuliskan bahwa ketika itu Firaun sangat murka karena kekalahan tersebut. Para tukang sihir itu bukannya merasa malu tetapi justru menyatakan keimanannya. Bahkan mereka sudah tidak memedulikan amarah Firaun lagi.
Kisah ini dilanjutkan dalam firman Allah pada Al-Qur’an Surat An-Naml Ayat 10.
يٰمُوْسٰٓى اِنَّهٗٓ اَنَا اللّٰهُ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Artinya: (Allah berfirman,) “Wahai Musa, sesungguhnya Aku adalah Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
Hal ini membuktikan bahwa kuasa Allah lebih besar dan tiada tandingnya. Sihir-sihir yang dilakukan oleh pesuruh Firaun tersebut hanya tipu daya syaitan yang tidak bisa dibandingkan dengan kekuatan Allah.
Diharamkannya Ilmu Sihir
Dari kisah ini, dapat diambil kesimpulan bahwa Nabi Musa AS pada dasarnya tidak mengetahui tentang mukjizat yang diberikan Allah kecuali setelah diwahyukan. Hal ini diketahui berdasarkan sikap Nabi Musa AS yang terkejut dan ketakutan ketika tongkatnya berubah menjadi ular yang besar dan khawatir ular tersebut akan menyerang dirinya.
Inilah yang kemudian menjadi pembeda antara mukjizat dengan sihir. Mukjizat terlihat sangat nyata akan tetapi sihir termasuk dalam tipuan yang memberikan ilusi pada penglihatan mata sehingga menjadi seakan-akan melihat sesuatu padahal hakikatnya tidak.
Mukjizat berasal dari Allah SWT secara langsung apabila Ia berkehendak dan hanya ditujukan sebagai bentuk pemuliaan terhadap Nabi-Nya, lain halnya dengan sihir yang berasal dari bisikan syaitan.
Dalam Al-Qur’an Surat Al Isra Ayat 88, Allah berfirman:
قُلْ لَّىِٕنِ اجْتَمَعَتِ الْاِنْسُ وَالْجِنُّ عَلٰٓى اَنْ يَّأْتُوْا بِمِثْلِ هٰذَا الْقُرْاٰنِ لَا يَأْتُوْنَ بِمِثْلِهٖ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيْرًا
Artinya: Katakanlah, “Sungguh, jika manusia dan jin berkumpul untuk mendatangkan yang serupa dengan Al-Qur’an ini, mereka tidak akan dapat mendatangkan yang serupa dengannya, sekalipun mereka membantu satu sama lainnya.”
Demikian kisah dari tongkat Nabi Musa AS yang berubah menjadi ular untuk membuktikan kuasa Allah kepada Firaun dan para tukang sihir.
Semoga kisah ini dapat mengajarkan kita semua untuk semakin tunduk dan patuh kepada perintah-Nya