Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
ذٰ لِكُمْ وَاَ نَّ اللّٰهَ مُوْهِنُ كَيْدِ الْـكٰفِرِ يْنَ
“Demikianlah (karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu), dan sungguh, Allah melemahkan tipu daya orang-orang kafir.” (QS. Al-Anfal 8: Ayat 18)
Allah selalu melindungi setiap perjuangan kaum Muslimin dalam menegakkan agama tauhid
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Allah menegaskan bahwa karunia Allah yang diberikan kepada kaum Muslimin itu bertujuan untuk melemahkan tipu-daya orang-orang kafir dan melemahkan serangan mereka kepada Nabi serta kaum Muslimin seluruhnya. Juga untuk membangun perhatian kaum Muslimin agar tetap berjuang menegakkan agama tauhid serta berbuat baik sesama mereka dalam membela serta menegakkan agama.
Dari ayat ini dapat dipahami bahwa Allah, selalu melindungi setiap perjuangan kaum Muslimin dalam menegakkan agama tauhid serta akan melemahkan perjuangan orang-orang musyrikin pada setiap gerak dan langkah mereka yang ditujukan untuk memerangi orang-orang yang menegakkan agama tauhid dan menyebarluaskan agama Islam.
Dalam konteks memahami *tauhid, ada dua konsep penting yang sering dibahas, yaitu **rububiyyah* dan *uluhiyyah (atau illahiyah)*. Kedua konsep ini membantu kita memahami ketauhidan dan keesaan Allah dalam berbagai aspek.
1. Rububiyyah
Rububiyyah berasal dari kata Rabb, yang berarti “Tuhan” atau “Penguasa.” Tauhid Rububiyyah mengacu pada pengakuan bahwa Allah adalah satu-satunya Pencipta, Pemelihara, Pemberi rezeki, dan Pengatur seluruh alam semesta. Allah adalah penguasa mutlak yang mengendalikan segala sesuatu, baik yang ada di langit maupun di bumi. Tauhid Rububiyyah mencakup keyakinan bahwa segala hal terjadi atas kehendak dan kekuasaan Allah. Dalam arti lain, ini mengakui bahwa Allah sebagai Tuhan yang memelihara alam semesta dan tidak ada sekutu dalam urusan penciptaan dan pengaturan alam.
Contoh ayat yang menunjukkan rububiyyah adalah: “Allah-lah yang menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu.” (QS. Az-Zumar: 62)
2. Uluhiyyah atau Ilahiyah
Uluhiyyah (illahiyah) berasal dari kata ilah, yang berarti “Tuhan” dalam arti yang disembah. Tauhid Uluhiyyah adalah keyakinan bahwa hanya Allah yang berhak untuk disembah dan diibadahi. Ini berfokus pada aspek peribadatan dan kepatuhan kepada Allah sebagai satu-satunya yang layak disembah, tanpa ada sekutu. Konsep ini menekankan bahwa ibadah, doa, pengharapan, dan ketundukan hanya boleh ditujukan kepada Allah.
Contoh ayat yang menunjukkan uluhiyyah adalah: “Dan Tuhanmu adalah Tuhan yang Maha Esa; tidak ada Tuhan selain Dia.” (QS. Al-Baqarah: 163)
Dengan demikian, rububiyyah menegaskan bahwa Allah adalah Pencipta dan Pemelihara alam semesta, sementara uluhiyyah menegaskan bahwa hanya Allah yang berhak untuk disembah. Keduanya merupakan elemen penting dalam memahami keesaan Allah (tauhid) dalam Islam.
Semiga tauhid kita semakin kuat dan semakin kuat pula ketaatan menjalankan perintah perintah Nya dan menjauhi larangan Nya;
Ya Allah, wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu. Ya Allah, jadikanlah tauhidku murni hanya untuk-Mu, dan amal-amalku ikhlas Mu. Berilah aku taufik untuk selalu menaati-Mu dan jadikanlah aku termasuk hamba-hamba-Mu yang ikhlas.