Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran
Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.
SUBHANALLAH WALHAMDULILLAH WALAILLAHAILLOH. WALLAHU AKBAR.
Semoga kita selalu sehat dalam lindungan Allah SWT.
Mari saling mendoakan ;
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاِ ذْ قَا لَ مُوْسٰى لِقَوْمِهٖ يٰقَوْمِ اِنَّكُمْ ظَلَمْتُمْ اَنْفُسَکُمْ بِا تِّخَا ذِكُمُ الْعِجْلَ فَتُوْبُوْاۤ اِلٰى بَا رِئِكُمْ فَا قْتُلُوْۤا اَنْفُسَكُمْ ۗ ذٰ لِكُمْ خَيْرٌ لَّـكُمْ عِنْدَ بَا رِئِكُمْ ۗ فَتَا بَ عَلَيْكُمْ ۗ اِنَّهٗ هُوَ التَّوَّا بُ الرَّحِيْمُ
“Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, Wahai kaumku! Kamu benar-benar telah menzalimi dirimu sendiri dengan menjadikan (patung) anak sapi (sebagai sesembahan), karena itu bertobatlah kepada Penciptamu dan bunuhlah dirimu. Itu lebih baik bagimu di sisi Penciptamu. Dia akan menerima tobatmu. Sungguh, Dia-lah Yang Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 54)
Yahudi kalau berbuat dosa, bertaubat disuruh bunuh diri, seperti harakiri di Jepang, Islam sudah disempurnakan berbuat dosa, bertaubat tidak dengan cara bunuh diri.
…نَصُوحًاتَوْبَةً اللَّهِ إِلَى تُوبُوا آمَنُوا الَّذِينَ أَيُّهَا يَا
“Wahai orang-orang beriman bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sesungguhnya…”. (QS At Tahrim 8)
Taubat Nasuha adalah taubat yang dilakukan dengan penuh keikhlasan, kejujuran, kemurnian, dan ketulusan hanya karena Allah SWT. Taubat ini mengharuskan pelakunya memiliki keinginan kuat untuk tidak kembali kepada dosa yang telah lalu.
Allah maha penerima taubat, tapi kita jangan membiasakan membuat dosa, karena kita tidak tahu ajal menjemput. Kebiasaan buruk akan membiasakan kita berbuat dosa dan kebiasan baik akan membiasakan kita berbuat baik.
HATI-HATI.
Tubuh kita ini “membiasa”
Akan bergerak sesuai kebiasannya.
Kalau orang terbiasa berbuat baik, maka sampai nanti dia akan melakukan kebaikan.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Robbana dholamna Anfusana wa inlm taghfir lana wa tarhamna lanakunanna minal khasirin.
Artinya: “Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”
(QS Al A’raf 23)