Perbedaan Azab yang Diberikan kepada Umat Nabi Muhammad dan Umat Terdahulu

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

‎قُلْ  هَلْ  اُنَـبِّئُكُمْ  بِشَرٍّ  مِّنْ  ذٰلِكَ  مَثُوْبَةً  عِنْدَ  اللّٰهِ  ۗ مَنْ  لَّعَنَهُ  اللّٰهُ  وَغَضِبَ  عَلَيْهِ  وَجَعَلَ  مِنْهُمُ  الْقِرَدَةَ  وَا لْخَـنَا زِ يْرَ  وَعَبَدَ  الطَّا غُوْتَ  ۗ اُولٰٓئِكَ  شَرٌّ  مَّكَا نًا  وَّاَضَلُّ  عَنْ  سَوَآءِ  السَّبِيْلِ

“Katakanlah (Muhammad), Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang fasik) di sisi Allah? Yaitu, orang yang dilaknat dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah Tagut. Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus.” (QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 60)

Dilaknat dan dimurkai umat terdahulu berbeda dengan umat nabi Muhammad Saw

‎وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ
‎وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS al-Baqarah [2] :155).

Musibah atau ujian yang ditimpakan kepada umat Islam berbeda dengan siksa yang dterima umat-umat nabi terdahulu.

“Kalau bencana, faktor alamnya lebih dominan. Sebenarnya itu faktor kesalahan tangan manusia juga yang keliru mengolah alam. Sedangkan azab, itu kaitannya dengan dosa kepada Allah SWT. Seperti peristiwa Nabi Luth itu adalah azab karena ingkar kepada Nabi,.

Allah tidak langsung mengazab umat Nabi Muhammad yang bermaksiat. Padahal, bentuk maksiat yang dikerjakan oleh sebagian dari mereka sama seperti kemaksiatan umat-umat terdahulu yang karenanyalah mereka ditimpakan azab Allah.

Berperilaku melampaui batas seperti perilaku umat-umat terdahulu? Ada yang membangkang, mengaku sebagai nabi, melakukan homoseks dan lesbi, berbuat zalim, membunuh yang diharamkan, serta kekufuran lainnya.

Akan tetapi, kenapa Allah tidak langsung mengazab umat Nabi Muhammad yang berperilaku melampaui batas seperti perilaku umat-umat terdahulu yang karenanya mereka diazab?

‎وَمَا كَانَ اللهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ وَمَا كَانَ اللهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
“Tetapi Allah tidak akan menghukum mereka, selama engkau (Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan menghukum mereka, sedang mereka (masih) memohon ampunan.” (QS. Al-Anfāl: 33)

Setelah masa Fir’aun atau sesudah Taurat diturunkan, Allah subhanahu wata’ala tidak menurunkan azab secara menyeluruh.

‎وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ مِن بَعْدِ مَا أَهْلَكْنَا الْقُرُونَ الْأُولَىٰ بَصَائِرَ لِلنَّاسِ وَهُدًى وَرَحْمَةً لَّعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ
“Dan sungguh, telah Kami berikan kepada Musa Kitab (Taurat) setelah Kami binasakan umat-umat terdahulu, untuk menjadi pelita bagi manusia dan petunjuk serta rahmat, agar mereka mendapat pelajaran.” (QS. Al-Qashash: 43)

Ketika bani Israil melakukan kemaksiatan dan kekufuran, Allah subhanahu wata’ala menurunkan azab kepada sebagian bani Israil dan dibiarkan sebagiannya; karena tidak semua bani Israil setuju dengan kekufuran yang dilakukan oleh sebagian mereka.

Termasuk hikmah Allah subhanahu wata’la mengenai tidak adanya azab menyeluruh dan kontan sesudah Taurat diturunkan ialah, ketika ada dari umat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam yang melakukan kekufuran dan kemaksiatan, agar mereka semuanya tidak mengalami kebinasaan itu. Serta disyariatkannya umat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam untuk berjihad melawan orang-orang musyrik dan orang-orang yang membangkang.

Umat Nabi Muhammad adalah sebaik-baik umat

Hikmah lainnya adalah disyariatkannya amar makruf nahi munkar, saling menasihati dalam kebaikan, dan tersebab inilah umat Nabi Muhammad menjadi umat terbaik. Sebagaimana dalam firman Allah subhanahu wata’ala,

‎كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُم ۚ مِّنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ
“Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.” (QS. Āli ’Imrān: 110).

Allah SWT tidak melaknat atau mengazab umat nabi Muhammad SAW, walaupun melakukan kemaksiatan seperti umat terdahulu selama masih ada istigfar, sebagian menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.

Semoga diantara kita masih ada yang beramar ma’ruf dan berusaha mencegah terjadinya kemungkarana.