Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
فَقَا لَ الْمَلَاُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ قَوْمِهٖ مَا نَرٰٮكَ اِلَّا بَشَرًا مِّثْلَنَا وَمَا نَرٰٮكَ اتَّبَعَكَ اِلَّا الَّذِيْنَ هُمْ اَرَا ذِلُــنَا بَا دِيَ الرَّأْيِ ۚ وَمَا نَرٰ ى لَـكُمْ عَلَيْنَا مِنْ فَضْلٍۢ بَلْ نَظُنُّكُمْ كٰذِبِيْنَ
“Maka berkatalah para pemuka yang kafir dari kaumnya, Kami tidak melihat engkau, melainkan hanyalah seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang yang mengikuti engkau, melainkan orang yang hina dina di antara kami yang lekas percaya. Kami tidak melihat kamu memiliki suatu kelebihan apa pun atas kami, bahkan kami menganggap kamu adalah orang pendusta.” (QS. Hud 11: Ayat 27)
Para pemuka yang kafir dari kaumnya menolak dakwah Nabi Nuh karena menganggap pengikutnya orang-orang rendahan dan mudah percaya
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Pertama, para pemimpinnya berkata, “Kami memandang kamu sebagai manusia biasa, sederajat saja dengan kami. Kamu tidak mempunyai kelebihan apa-apa daripada kami, sehingga kami tidak perlu mengikuti kamu, apalagi mengakui kamu sebagai seorang utusan Allah.”
Kedua, “Kami melihat pengikutmu adalah orang hina, rakyat biasa saja, seperti petani, kaum buruh, dan pekerja harian yang tidak mempunyai kedudukan tinggi dalam masyarakat. Mereka lekas percaya dan terpengaruh begitu saja tanpa pertimbangan akal.”
Ketiga, “Kami tidak melihat kamu dan pengikut-pengikut kamu mempunyai kelebihan ilmu pengetahuan atau kekayaan yang dapat dibanggakan, yang mendorong kami untuk mengikuti seruanmu.”
Keempat: “Kami yakin bahwa pengakuanmu sebagai utusan Allah adalah semata-mata dusta.”
Ada beberapa point yang bisa ditadaburi dari hud 27 ;
Penolakan terhadap dakwah Nabi Nuh menunjukkan bahwa kesombongan, ukuran duniawi, dan meremehkan orang kecil adalah penghalang terbesar dalam menerima kebenaran
Doa agar diberikan kerendahan hati, keteguhan dalam beriman, dan kemampuan menerima kebenaran tanpa melihat status duniawi.
اللَّهُمَّ اجعلنا من عبادك الذين لا يغترّون بالجاه ولا المال، وارزقنا تواضعًا يقودنا إلى الحق، وثبّت قلوبنا على الإيمان، ولا تجعل في قلوبنا كبرًا يمنعنا من قبول الحق يا أرحم الراحمين.
“Ya Allah, jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang tidak terpedaya oleh kedudukan dan kekayaan. Karuniakan kepada kami kerendahan hati yang membawa kami kepada kebenaran. Teguhkanlah hati kami dalam keimanan, dan jangan Engkau jadikan dalam hati kami kesombongan yang menghalangi kami menerima kebenaran. Wahai Tuhan Yang Maha Penyayang.”