Orang Munafik Merasa Senang tidak Diajak Perang Tabuk, Diantaranya Abdullah Bin Ubay

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
فَرِحَ  الْمُخَلَّفُوْنَ  بِمَقْعَدِهِمْ  خِلٰفَ  رَسُوْلِ  اللّٰهِ  وَكَرِهُوْۤا  اَنْ  يُّجَاهِدُوْا  بِاَ مْوَا لِهِمْ  وَاَ نْفُسِهِمْ  فِيْ  سَبِيْلِ  اللّٰهِ  وَقَا لُوْا  لَا  تَنْفِرُوْا  فِى  الْحَـرِّ  ۗ   قُلْ  نَا رُ  جَهَـنَّمَ  اَشَدُّ  حَرًّا  ۗ لَوْ  كَا نُوْا  يَفْقَهُوْنَ
“Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang), merasa gembira dengan duduk-duduk diam sepeninggal Rasulullah. Mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah dan mereka berkata, Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini. Katakanlah (Muhammad), Api neraka Jahanam lebih panas, jika mereka mengetahui.” (QS. At-Taubah 9: Ayat 81)
Tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa di jalan Allah SWT
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Ayat ini menerangkan keadaan orang-orang munafik yang tidak diikutkan oleh Nabi untuk berperang. Peristiwa ini terjadi pada Perang Tabuk, yaitu perang yang terjadi sesudah penaklukan kota Mekah. Perang ini adalah perang yang terakhir dilakukan Rasulullah saw. Ada orang yang menyampaikan berita kepada Rasulullah bahwa kerajaan Romawi telah menyiapkan angkatan perangnya untuk menyerang kaum Muslimin di perbatasan utara tanah Arab. Pada waktu itu sedang musim panas yang sangat terik, jarak perjalanan dari Medinah ke tempat perbatasan itu sangat jauh. Kesulitan dan kesukaran dalam perjalanan sangat banyak.
Sedang waktu itu kaum Muslimin berada dalam situasi serba kekurangan. Rasulullah mulai menyiapkan tentara untuk pergi menghadapi angkatan perang kerajaan Romawi itu. Kepada orang-orang kaya Rasulullah saw meminta bantuan untuk bekal dalam peperangan. Maka berdatanganlah bantuan berupa uang dan benda dari hartawan dan dermawan secara ikhlas, karena hendak meninggikan kalimah Allah di atas permukaan bumi. Segenap kabilah yang telah memeluk Islam telah menyatakan ketaatannya untuk turut berperang bersama Rasulullah saw. Mereka telah menyediakan dirinya dan hartanya untuk berperang.
Mereka tidak takut panas teriknya matahari, tidak takut lapar dan dahaga dalam perjalanan mengarungi padang pasir yang sangat jauh, untuk menggempur musuh yang angkara murka.
Akhirnya Rasulullah dapat mengumpulkan angkatan perangnya dengan sempurna sebanyak 30.000 orang, di antaranya ada kira-kira 10.000 barisan berkuda. Rasulullah saw mengetahui bahwa dalam angkatan itu turut pula ‘Abdullah bin Ubay, pimpinan orang munafik, bersama-sama dengan pengikut-pengikutnya. Oleh karena itu, Rasulullah saw meragukan itikad baik orang-orang munafik itu, takut kalau-kalau di tengah perjalanan mereka akan mengacau, maka Rasulullah saw menyuruh mereka tinggal saja di Medinah dan tidak usah ikut berperang.
Mereka itulah yang dimaksudkan dalam ayat ini, bahwa mereka merasa gembira dan beruntung tidak diikutsertakan oleh Rasulullah berperang di Tabuk. Sebenarnya hati mereka tidak mau berperang, baik dengan harta ataupun dengan diri mereka untuk menegakkan agama Allah. Tidak tergores sedikitpun dalam hati mereka, bahwa turut berperang itu adalah keuntungan besar. Tetapi mereka berbuat sebaliknya; mereka mengacau dan melemahkan semangat berperang kaum Muslimin. Mereka mengatakan kepada kawan-kawan mereka, tidak usah ikut berperang. Segala kesukaran seperti panas dan terik, jauhnya perjalanan, kurangnya perbekalan dan lain-lainnya, selalu mereka jadikan alat propaganda untuk menghalang-halangi kaum Muslimin berperang dan untuk memadamkan semangat perjuangan.
Tetapi semuanya itu tidak melemahkan semangat kaum Muslimin malahan menambah semangat dan kekuatan, sehingga akhirnya kaum Muslimin kembali dari perang Tabuk itu dengan selamat, setelah musuh mundur dengan penuh ketakutan, Rasulullah disuruh menyampaikan kepada orang-orang munafik, bahwa api neraka Jahannam yang akan mereka derita nanti lebih panas jika mereka mau mengerti.
Dalam Perang Tabuk (tahun 630 M / 9 H), pasukan Rasulullah ﷺ tidak terlibat dalam pertempuran langsung dengan tentara Romawi. Ketika Rasulullah ﷺ bersama sekitar 30.000 pasukan Muslim tiba di Tabuk, mereka tidak menemukan adanya perlawanan dari tentara Romawi dan sekutu Arab mereka.
Karena kekuatan dan kehadiran besar pasukan Muslim, Romawi memilih untuk tidak menghadapi mereka secara langsung dan mundur dari wilayah tersebut. Dalam hal ini, kaum Muslimin berhasil mencapai tujuan strategis, yaitu:
  1. Menunjukkan kekuatan Islam kepada suku-suku di perbatasan utara Jazirah Arab, sehingga mereka tidak berani lagi merencanakan serangan terhadap wilayah Muslim.
  2. Mendapatkan loyalitas beberapa suku Arab di wilayah tersebut, seperti penduduk Ailah, Jarba, dan Adhruh, yang kemudian tunduk kepada pemerintahan Islam dan membayar jizyah.
  3. Memperkuat pengaruh Islam di wilayah perbatasan dengan Romawi, yang sebelumnya rentan terhadap ancaman dari luar.
Jadi, meskipun tidak terjadi pertempuran besar, ekspedisi ini dianggap sebagai kemenangan strategis bagi kaum Muslimin karena berhasil menunjukkan kekuatan militer dan diplomasi tanpa harus bertempur langsung.
Doa Memohon Semangat Jihad dan Pengorbanan Harta
“Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang berjihad di jalan-Mu dan termasuk orang-orang yang menginfakkan hartanya demi ridha-Mu. Tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu, dan karuniakanlah keikhlasan dalam setiap amal perbuatanku.”