Nabi Saleh Diutus Alloh kepada Kaum Samud

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَاِ لٰى  ثَمُوْدَ  اَخَاهُمْ  صٰلِحًا  ۘ قَا لَ  يٰقَوْمِ  اعْبُدُوْا  اللّٰهَ  مَا  لَـكُمْ  مِّنْ  اِلٰهٍ  غَيْرُهٗ  ۗ قَدْ  جَآءَتْكُمْ  بَيِّنَةٌ  مِّنْ  رَّبِّكُمْ  ۗ هٰذِهٖ  نَا قَةُ  اللّٰهِ  لَـكُمْ  اٰيَةً  فَذَرُوْهَا  تَأْكُلْ  فِيْۤ  اَرْضِ  اللّٰهِ  وَلَا  تَمَسُّوْهَا  بِسُوْٓءٍ  فَيَأْخُذَكُمْ  عَذَا بٌ  اَ  لِيْمٌ

“Dan kepada kaum Samud (Kami utus) saudara mereka Saleh. Dia berkata, Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada Tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Ini (seekor) unta betina dari Allah sebagai tanda untukmu. Biarkanlah ia makan di Bumi Allah, janganlah disakiti, nanti akibatnya kamu akan mendapatkan siksaan yang pedih.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 73).

Rasul setelah Hud yaitu nabi Saleh yang menyerukan kepada kaum Samud agar mau menyembah dan bertakwa kepada Allah SWT

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Ayat ini menerangkan bahwa Allah mengutus Nabi Saleh kepada kaumnya yaitu kaum Samud . Samud adalah nama suatu kabilah dari bangsa Arab yang telah dimusnahkan yang terkenal dengan istilah “Arab Ba’idah” yang mendiami Hijir yaitu daerah ‘Ula di sebelah utara Medinah, Saudi Arabia. Samud adalah nama nenek moyang mereka yaitu anak dari ‘Atsir bin Iram bin Sam bin Nuh. Munculnya kaum tsamud itu sesudah kaum ‘Ad dibinasakan Allah. Menurut suatu riwayat ketika Rasulullah dalam perang Tabuk pada tahun 9 Hijriah ia melewati daerah peninggalan kaum Samud itu.

Rasulullah melarang para sahabat memasuki daerah tersebut dengan sabdanya yaitu: “Jangan kamu memasuki tempat-tempat mereka yang ditimpa azab Allah itu kecuali kamu dalam keadaan menangis. Jika kamu tidak menangis, janganlah kamu memasuki tempat itu agar kamu tidak ditimpa musibah seperti musibah yang telah menimpa mereka.” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Demikianlah anjuran Nabi kepada para sahabat untuk menghindari tempat yang pernah ditimpa bencana.
Saleh a.s. adalah Nabi yang diutus oleh Allah kepada kaum Samud. Dia berasal dari kaum Samud yang terbaik keturunannya, kedudukannya dan keadaan rumah tangganya demikian juga akhlaknya. Mukjizat kenabiannya adalah “unta Allah”. Nabi Saleh menjalankan tugasnya dengan menyampaikan perintah-perintah Tuhannya yang ditujukan kepada kaumnya. Nabi Saleh menyeru mereka agar menyembah Allah Tuhan Yang Maha Esa dengan menegaskan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, karenanya hendaklah mereka bertakwa kepada-Nya.

Nabi Saleh mengajak mereka menerima seruannya dan janganlah mereka mengikuti orang-orang yang hanyut di dalam kemusyrikan, yang membawa mereka ke dalam neraka Jahanam, akibat mereka meninggalkan ajaran agama yang benar. Nabi Saleh mengatakan kepada kaumnya bahwa bukti kebenaran dari kenabiannya, adalah seekor unta yang dinamakannya “Unta Allah”, yang diciptakan Allah tidak menurut kebiasaan. Menurut sebagian ahli tafsir, unta ini keluar dari batu besar atas permintaan kaum Samud sebagai suatu mukjizat yang harus diperhatikan oleh mereka.

Allah memberikan mukjizat kepada Nabi Saleh berupa seekor unta sebagai bukti kerasulannya, karena kaum Samud meminta bukti kerasulannya. Nabi Saleh meminta kepada kaumnya agar membiarkan unta itu makan apa saja yang ada di bumi Allah ini, karena bumi ini kepunyaan Allah dan unta ini adalah unta Allah dan tidak wajar mereka menghalang-halangi unta itu, apalagi menyakitinya dan menyembelihnya. Nabi Saleh mengancam mereka bahwa mereka akan mendapat azab yang pedih dari Allah jika mereka mengganggu atau membunuh unta itu.

Agar tidak menimbulkan kesulitan antara mereka dan unta itu, maka diaturlah hari-hari minum ke telaga untuk mereka dan untuk unta itu, karena sedikitnya persediaan air sebagaimana diutarakan oleh firman Allah:

Dan beritahukanlah kepada mereka bahwa air itu dibagi di antara mereka (dengan unta betina itu); setiap orang berhak mendapat giliran minum. (al-Qamar/54: 28)

Juga firman Allah pada ayat yang lain yaitu:

Dia (Saleh) menjawab, “Ini seekor unta betina, yang berhak mendapatkan (giliran) minum, dan kamu juga berhak mendapatkan minum pada hari yang ditentukan. (asy-Syu’ara’/26: 155)

Kaum Samud dimusnahkan oleh Allah SWT dengan berbagai cara sebagai hukuman atas kesalahan dan kemungkaran mereka terhadap petunjuk-petunjuk-Nya. Salah satu cara yang disebutkan adalah melalui bunyi letusan keras yang disebut sebagai “Sayhah” yang menghancurkan mereka, serta bencana alam lainnya yang Allah SWT timpakan sebagai azab atas kemungkaran mereka.

Satu kaum dengan kaum yang lain yang melakukan kemungkaran tidak terlalu jauh dan dengan waktu yang hampir berdekatan, satu kaum dimusnahkan tidak menjadi ibrah untuk kaum yang lain mungkin karena tidak ada informasi dan Alhamdulillah untuk umat akhir zaman informasinya lengkap ada dalam al Quran, seharusnya informasi sejarah dalam al Quran ini menjadi ibrah untuk generasi generasi berikutnya.

Lebih 2/3 isi al Quran berisi tentang sejarah, sejarah penting untuk ibrah/pelajaran bagi umat manusia di masa yang akan depan.

Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kisah kisah yang ada dalam al Quran untuk tidak membuat kesalahan yang sama.