Momentum Awal Tahun 1446 H; Teruslah Berbuat Kebaikan karena Allah akan Melipatgandakan Pahalanya

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَاِ ذْ  قِيْلَ  لَهُمُ  اسْكُنُوْا  هٰذِهِ  الْقَرْ يَةَ  وَكُلُوْا  مِنْهَا  حَيْثُ  شِئْتُمْ  وَقُوْلُوْا  حِطَّةٌ  وَّا دْخُلُوا  الْبَا بَ  سُجَّدًا  نَّـغْفِرْ  لَـكُمْ  خَطِيْۤـئٰــتِكُمْ  ۗ سَنَزِ يْدُ  الْمُحْسِنِيْنَ

“Dan (ingatlah), ketika dikatakan kepada mereka (Bani Israil), Diamlah di negeri ini (Baitulmaqdis) dan makanlah dari (hasil bumi)nya di mana saja kamu kehendaki. Dan katakanlah, Bebaskanlah kami dari dosa kami, dan masukilah pintu gerbangnya sambil membungkuk, niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu. Kelak akan Kami tambah (pahala) kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 161)

Pahala ditambahkan kepada orang orang yang berbuat baik

Awal tahun baru 1446 H, diawal bulan muharram, berniat untuk mengumpulkan pundi pundi pahala untuk mengisi sisa umur yang semakin berkurang. Menghitung hitung diri (hisab), kebaikan kita lebih banyak dibandingkan keburukannya? Atau keburukannya lebih banyak dibandingkan kebaikannya ? Meniatkan diri di sisa umur untuk memperbanyak kebaikan….

وعن أبي ذر رضي الله عنه قال: قال رسول الله – صلى الله عليه وسلم- : “من أحسن فيما بقي؛ غفر له ما مضى، ومن أساء فيما بقي؛ أخذ بما مضى وما بقي”.

Dari Abu Darr radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Barang siapa yang berbuat kebaikan di sisa umurnya, maka Allah akan mengampuni dosa-dosa yang ia lakukan di masa sebelumnya.

Dan barang siapa yang berbuat kejelekan di sisa umurnya, maka Allah akan memberi siksa atas dosa-dosa yang ia lakukan di masa sebelumnya dan di sisa umurnya.”

[HR. Thobroni, dan dinilai hasan oleh al-Albani dalam shahih at-Targhib wa at-tarhib, 3/224].

Perbuatan perbuatan baik itu dapat menghapus kesalahan kesalahan(dosa).

وَاَ قِمِ  الصَّلٰوةَ  طَرَفَيِ  النَّهَا رِ  وَزُلَـفًا  مِّنَ  الَّيْلِ  ۗ اِنَّ  الْحَسَنٰتِ  يُذْهِبْنَ  السَّيِّاٰتِ  ۗ ذٰلِكَ  ذِكْرٰ ى  لِلذّٰكِرِ يْنَ

“Dan laksanakanlah sholat pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. Perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah).”(QS. Hud 11: Ayat 114)

Membenahi diri agar sisa hidup kita lebih berarti, dan lebih baik dengan melakukan perbuatan perbuatan baik, demi menyongsong negeri akhirat yang kekal abadi..

Semoga bisa istiqomah dan mendapatkan husnul khotimah,, Aamien..