أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَا مْرَاَ تُهٗ قَآئِمَةٌ فَضَحِكَتْ فَبَشَّرْنٰهَا بِاِ سْحٰقَ ۙ وَمِنْ وَّرَآءِ اِسْحٰقَ يَعْقُوْبَ
“Dan istrinya berdiri lalu dia tersenyum. Maka Kami sampaikan kepadanya kabar gembira tentang (kelahiran) Ishaq dan setelah Ishaq (akan lahir) Ya’qub.” (QS. Hud 11: Ayat 71)
Merasa sudah “tidak mungkin” mendapatkan sesuatu, jangan putus asa dari rahmat Allah
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Istri Nabi Ibrahim a.s. yang bernama Sarah menjadi gembira dan tersenyum karena yang datang itu bukanlah orang jahat, tetapi adalah malaikat-malaikat utusan Allah, dan tentu saja mereka tidak mau makan dan minum. Selanjutnya mereka berkata kepada Sarah bahwa Allah telah menyampaikan suatu berita gembira untuknya bahwa dia akan melahirkan seorang anak bernama Ishak dan Ishak pun akan mempunyai keturunan pula di antaranya Yakub.
فَاَ وْجَسَ مِنْهُمْ خِيْفَةً ۗ قَا لُوْا لَا تَخَفْ ۗ وَبَشَّرُوْهُ بِغُلٰمٍ عَلِيْمٍ
“Maka dia (Ibrahim) merasa takut terhadap mereka. Mereka berkata, Janganlah kamu takut, dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Ishaq).” (QS. Az-Zariyat 51: Ayat 28).
Ada beberapa ayat yang menyebut Nabi Ibrahim alaihis-salam mendapat kabar gembira tentang anak:
1.Ishaq & Ya‘qub
•Hud:71–72 → Sarah diberi kabar gembira dengan Ishaq, dan dari Ishaq lahir Ya‘qub.
•Adz-Dzariyat:28–30 → Malaikat memberi kabar gembira tentang Ishaq, istri Ibrahim heran karena tua dan mandul.
•Ash-Shaffat:112–113 → Allah memberi kabar gembira dengan Ishaq, lalu diberi cucu Ya‘qub.
2.Ismail
•Ash-Shaffat:100–101 → Ibrahim berdoa: “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku anak yang saleh.” → Lalu Allah mengabarkan kabar gembira dengan seorang anak yang penyabar (Ismail).
Jadi jelas:
•Ibrahim punya dua anak utama yang disebut di Qur’an: Ismail & Ishaq.
•Dari Ishaq lahirlah Ya‘qub (Israel), leluhur Bani Israil.
•Dari Ismail lahir keturunan Arab, termasuk Nabi Muhammad ﷺ.
Dalam Taurat (Perjanjian Lama)
Tercatat cukup rinci dalam Kitab Kejadian (Genesis):
•Kejadian 16:11–16 → Malaikat memberi kabar kepada Hagar (Hajar), bahwa ia akan melahirkan Ismail.
•Kejadian 17:15–19 → Allah memberi kabar kepada Abraham (Ibrahim) bahwa Sarah akan melahirkan Ishaq.
•Kejadian 21:1–7 → Sarah melahirkan Ishaq di usia tua.
Dalam Injil (Perjanjian Baru)
•Lukas 1:55 → Menyebut janji Allah kepada Abraham dan keturunannya.
•Ibrani 11:11–12 → Menyebut Sarah, meski mandul dan sudah tua, diberi kuasa untuk melahirkan keturunan, yaitu Ishaq.
•Injil tidak terlalu detail tentang kisah kelahiran Ismail, tapi fokus pada Ishaq sebagai garis keturunan perjanjian.
•Al-Qur’an: menekankan keduanya (Ismail & Ishaq) sebagai anugerah Allah kepada Ibrahim.
•Taurat & Injil: lebih menonjolkan Ishaq sebagai anak perjanjian, meski Ismail juga disebut.
•Semua kitab sepakat bahwa kelahiran Ishaq di usia tua adalah mukjizat.
- Ketika kita merasa sudah “tidak mungkin” mendapatkan sesuatu, jangan putus asa dari rahmat Allah. Bisa jadi Allah memberi rezeki, pertolongan, atau kebahagiaan di saat yang tak terduga, bahkan lebih besar dari yang kita bayangkan.
- Konsistensi isi al Quran ayat satu dengan ayat yang lain tidak ada perbedaan.
Konsistensi al Quran dengan Injil dan Taurat, sejarah tidak ada perbedaan, al Quran bukan buatan nabi Muhammad yang “ummi” tidak bisa menulis dan membaca serta tidak belajar kepada siapapun baik nasrani maupun yahudi.
Doa memohon keturunan dan keberkahan keluarga;
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Rabbana hab lanā min azwājinā wa dhurriyyātinā qurrata a‘yunin waj‘alnā lil-muttaqīna imāmā
“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan-pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan: 74)