Merasa Diawasi Allah dapat Melahirkan Shalat Khusyu

Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.
SUBHANALLAH WALHAMDULILLAH WALAILLAHAILLOH. WALLAHU AKBAR.

Semoga kita selalu sehat dalam lindungan Allah SWT.
Mari saling mendoakan ;

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

الَّذِيْنَ  يَظُنُّوْنَ  اَنَّهُمْ  مُّلٰقُوْا  رَبِّهِمْ  وَاَ نَّهُمْ  اِلَيْهِ  رٰجِعُوْنَ
“(yaitu) mereka yang yakin bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 46)

Sholat khusyu…kalau yakin akan berjumpa dengan Allah. Tidak akan shalat khusyu kalau tidak yakin akan kembali kepada Allah SWT.
Bisa shalat khusyu kalau kita percaya kepada yang ghaib.

الَّذِيْنَ  يُؤْمِنُوْنَ  بِا لْغَيْبِ  وَ  يُقِيْمُوْنَ  الصَّلٰوةَ  وَمِمَّا  رَزَقْنٰهُمْ  يُنْفِقُوْنَ
“(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan sholat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka,”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 3)

Akan berjumpa dengan Allah dan shalat harus merasa melihat Allah kalau tidak bisa, merasa diawasi oleh Allah SWT.
Pertanyaan malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW yang disaksikan para sahabat ;

Dari Umar bin al-Khathab, dia berkata: Suatu ketika kami para sahabat duduk di dekat Rasulullah, tiba-tiba muncul laki-laki dengan pakaian sangat putih dan berambut hitam, tidak ada tanda-tanda bekas perjalanan darinya dan tidak ada seorang pun dari kami yang mengenalnya.

Laki-laki itu segera duduk di hadapan Nabi Muhammad, kemudian lututnya disandarkan ke lutut Nabi dan meletakkan kedua tangannya di atas paha Nabi. Kemudian dia berkata: ‘Wahai Muhammad, beritahu kepadaku tentang Islam.’

Rasulullah menjawab: ‘Islam adalah engkau bersaksi tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah, dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasul Allah. Mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan menunaikan ibadah haji ke Baitullah jika engkau telah mampu melakukannya.’

Laki-laki itu berkata: ‘Engkau benar (Muhammad).’ Maka kami (para sahabat) terheran-heran, dia yang bertanya, dia pula yang membenarkannya.

Kemudian laki-laki itu bertanya lagi: ‘Beritahu kepadaku tentang Iman. Rasulullah menjawab: Iman adalah engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan beriman kepada takdir Allah yang baik serta yang buruk. Laki-laki itu berkata: Engkau benar (Muhammad).’

Laki-laki itu bertanya lagi: ‘Beritahukan kepadaku tentang ihsan. Rasulullah menjawab: Hendaklah engkau beribadah kepada Allah, seakan-akan engkau melihat-Nya. Kalaupun engkau tidak melihat Allah, sesungguhnya Allah melihatmu.’
Ada sifat ihsan pada diri kita, in sya Allah ibadahnya baik dan tidak mungkin berbuat dosa, kecuali dosa yang tidak disengaja.

Semoga diri kita selalu merasa diawasi Allah Ta’ala dan selalu tawadu’ dalam semua keadaan..

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sebuah hadits yang shahih berdoa :

اللهم أسألك خشيتك في الغيب والشهادة وأسألك كلمة الحق في الرضا والغضب وأسألك القصد في الفقر والغنى

Allahumma as’aluka khosy-yataka fil ghoibi wasy syahaadati wa as’aluka kalimatal haqqi fir ridhoo wal ghodhobi wa as’alukal qoshda fil faqri wal ghinaa *

“Ya Allah, aku minta kepada-Mu rasa takut kepada-Mu di waktu sendirian maupun di hadapan orang lain, dan aku minta kepada-Mu ucapan yang benar dalam keadaan senang maupun marah, dan aku minta kepada-Mu kesederhanaan di waktu miskin maupun kaya.”

HR. an-Nasa-i (3/54) dan Ahmad (4/264).