Kewajiban Mengimani Rasul Alloh dan Cara Meningkatkan Keimanannya

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

قَا لَ  الْمَلَاُ  الَّذِيْنَ  اسْتَكْبَرُوْا  مِنْ  قَوْمِهٖ  لِلَّذِيْنَ  اسْتُضْعِفُوْا  لِمَنْ  اٰمَنَ  مِنْهُمْ  اَتَعْلَمُوْنَ  اَنَّ  صٰلِحًا  مُّرْسَلٌ  مِّنْ  رَّبِّهٖ  ۗ قَا لُـوْۤا  اِنَّا  بِمَاۤ  اُرْسِلَ  بِهٖ  مُؤْمِنُوْنَ

“Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah, yaitu orang-orang yang telah beriman di antara kaumnya, Tahukah kamu bahwa Saleh adalah seorang rasul dari Tuhannya? Mereka menjawab, Sesungguhnya kami percaya kepada apa yang disampaikannya.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 75)

Orang beriman percaya akan kerasulan nabi Saleh

Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-A’raf Ayat 75 menjelaskan bahwa mendengar peringatan Allah yang disampaikan oleh nabi Saleh, pemuka-pemuka dan pembesar masyarakat dari kaumnya yang menyombongkan diri dan angkuh berkata dengan nada ejekan untuk menanamkan keraguan kepada orang-orang yang dianggap lemah, yaitu orang-orang yang telah beriman di antara kaumnya, tahukah atau percayakah kamu bahwa saleh adalah seorang rasul dari tuhannya yang diutus untuk menyampaikan risalah’ mereka, orang-orang yang beriman, menjawab dengan tegas, sesungguhnya kami benar-benar percaya kepada apa, yakni risalah, yang disampaikannya, yakni nabi Saleh, kepada kami, karena petunjuk petunjuk itu benar dan datangnya dari Allah.
Kerasulan nabi Saleh harus kita imani, sesuai dengan rukun iman.
Rukun iman ada 6 sesuai dengan QS An Nisa ayat 136.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۚ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

“Hai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah, Rasul-Nya dan kepada kitab (Al Quran) yang Allah turunkan kepada RasulNya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya,”

Berdasarkan ayat di atas, 6 rukun iman yang dimaksud adalah iman kepada Allah SWT, malaikat, kitab, rasul, hari akhir, serta qada’ dan qadar. Keenam rukun iman ini wajib diyakini dalam hati, diikrarkan dengan lisan, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Nabi Saleh termasuk salah satu rassul dan harus kita imani keberadaannya sebagai rassul.
Keberadaan rasul sebagai utusan Allah SWT di muka bumi ini bertujuan untuk memberikan peringatan dan kabar gembira kepada manusia. Untuk itulah, iman kepada rasul berarti mempercayai dan meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah telah benar-benar mengutus rasulNya.

Keberadaan para rasul Allah SWT dibuktikan dalam surah Ar Ra’d ayat 38 yang berbunyi,

وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا رُسُلًا مِّنْ قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ اَزْوَاجًا وَّذُرِّيَّةً ۗوَمَا كَانَ لِرَسُوْلٍ اَنْ يَّأْتِيَ بِاٰيَةٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗلِكُلِّ اَجَلٍ كِتَابٌ

“Dan sungguh, Kami telah mengutus beberapa rasul sebelum engkau (Muhammad) dan Kami berikan kepada mereka istri-istri dan keturunan. Tidak ada hak bagi seorang rasul mendatangkan sesuatu bukti (mukjizat) melainkan dengan izin Allah. Untuk setiap masa ada Kitab (tertentu),”

Meningkatkan keimanan dalam keseharian, termasuk iman kepada rassul selain nabi Muhammad SAW, dengan cara ;

1. Mempelajari kisah-kisah para rasul yang disampaikan dalam Al-Quran dan kitab-kitab suci lainnya.
2. Memahami ajaran-ajaran yang mereka sampaikan kepada umat manusia.
3. Meneladani akhlak dan sikap-sikap yang terpuji yang ditunjukkan oleh para rasul dalam menghadapi berbagai cobaan dan tantangan.
4. Memperdalam pengetahuan tentang peran dan misi para rasul dalam menyampaikan pesan Allah kepada umat manusia.

Dengan mengambil langkah-langkah ini, kita dapat memperkuat keimanan kita kepada para rasul selain Nabi Muhammad SAW dan mengambil pelajaran yang berharga dari kehidupan dan ajaran mereka.

Semoga kita terus berusaha untuk meningkatkan keimanan kita, iman yang ada dalam rukun iman.