Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
قَا لُـوْۤا اَجِئْتَنَا لِنَعْبُدَ اللّٰهَ وَحْدَهٗ وَنَذَرَ مَا كَا نَ يَعْبُدُ اٰبَآ ؤُنَا ۚ فَأْتِنَا بِمَا تَعِدُنَاۤ اِنْ كُنْتَ مِنَ الصّٰدِقِيْنَ
“Mereka berkata, Apakah kedatanganmu kepada kami, agar kami hanya menyembah Allah saja dan meninggalkan apa yang biasa disembah oleh nenek moyang kami? Maka buktikanlah ancamanmu kepada kami, jika kamu benar!”( QS. Al-A’raf 7: Ayat 70)
Dengan dalih mengikuti tradisi nenek moyang, kaum ‘Ad tetap menyekutukan Allah SWT
Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI; Sekalipun telah diingatkan dengan nikmat yang mereka peroleh, mayoritas kaum Nabi Hud tetap ingkar dan enggan mengikuti dakwahnya. Mereka berkata dengan angkuh serta tanpa dasar ilmu kecuali mengikuti tradisi nenek moyang mereka, “Apakah tujuan kedatanganmu kepada kami hanya untuk menyeru agar kami hanya menyembah Allah saja, tidak menyekutukan-Nya dengan yang lain, tidak mengangkat perantara antara kami dan Dia, dan meninggalkan apa yang biasa dan terus-menerus disembah oleh nenek moyang kami? Padahal, kami telah mengikuti tradisi dan kebiasaan mereka sebelum kedatanganmu.
Seruanmu ini jelas tidak bisa kami terima dan kami tidak akan menaatinya. Jika engkau mau mengancam kami karena tidak mengikuti ajakanmu, maka buktikanlah ancamanmu yang kamu katakan kepada kami, jika kamu benar dalam ucapanmu!”…
Perilaku yang menyimpang dengan dalih mengikuti tradisi nenek moyang.
Menyekutukan Allah SWT, dosa besar yang tidak bisa diampuni.
Dalam Islam, keyakinan tentang keesaan Allah (Tauhid) sangat penting. Menyekutukan Allah SWT dengan yang lain, yang disebut sebagai syirik, dianggap sebagai dosa besar karena ini bertentangan dengan prinsip keesaan yang mendasar dalam agama Islam. Syirik dianggap sebagai dosa yang sangat serius karena mengurangi atau bahkan menghilangkan keesaan dan keagungan Allah. Allah SWT menyatakan bahwa Dia akan mengampuni segala dosa bagi siapa pun yang bertaubat, kecuali dosa syirik. Ini karena syirik adalah kesalahan yang paling mendasar dan menyebabkan pemisahan manusia dari Allah. Oleh karena itu, di dalam Islam, penting bagi umat untuk menjauhi setiap bentuk penyekutuan Allah dan mematuhi prinsip-prinsip Tauhid.
Akibat syrik;
1. Amalan kebaikan sebanyak apapun bisa tidak bernilai sama sekali dimata Allah SWT
ذٰلِكَ هُدَى اللّٰهِ يَهْدِيْ بِهٖ مَنْ يَّشَآءُ مِنْ عِبَا دِهٖ ۗ وَلَوْ اَشْرَكُوْا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَّا كَا نُوْا يَعْمَلُوْنَ
“Itulah petunjuk Allah, dengan itu Dia memberi petunjuk kepada siapa saja di antara hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki. Sekiranya mereka menyekutukan Allah, pasti lenyaplah amalan yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 88)
2. Tidak ada iman dalam orang orang yang melakukan syrik
ذٰلِكَ هُدَى اللّٰهِ يَهْدِيْ بِهٖ مَنْ يَّشَآءُ مِنْ عِبَا دِهٖ ۗ وَلَوْ اَشْرَكُوْا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَّا كَا نُوْا يَعْمَلُوْنَ
“Itulah petunjuk Allah, dengan itu Dia memberi petunjuk kepada siapa saja di antara hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki. Sekiranya mereka menyekutukan Allah, pasti lenyaplah amalan yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 88).
3. Akan mendapatkan siksaan yang pedih
“… Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu menyekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu. Sungguh, orang yang zalim akan mendapat siksaan yang pedih.”
(QS. Ibrahim 14: Ayat 22).
Ingat pesan Lukman kepada anaknya;
وَاِ ذْ قَا لَ لُقْمٰنُ لِا بْنِهٖ وَهُوَ يَعِظُهٗ يٰبُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِا للّٰهِ ۗ اِنَّ الشِّرْكَ لَـظُلْمٌ عَظِيْمٌ
“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, Wahai anakku! Janganlah engkau menyekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (QS. Luqman 31: Ayat 13)
Doa yang diajarkan Rasulullah SAW supaya terhidar dari musyrik
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ
“Allahumma innii a’uudzubika annusyrika bika wa ana a’lam wa astaghfiruka lima laa a’lam”
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan syirik yang aku sadari. Dan, aku memohon ampun kepada-Mu atas dosa-dosa yang tidak aku ketahui.