Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْ
ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ.
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
يٰۤـاَهْلَ الْـكِتٰبِ قَدْ جَآءَكُمْ رَسُوْلُـنَا يُبَيِّنُ لَـكُمْ عَلٰى فَتْرَةٍ مِّنَ الرُّسُلِ اَنْ تَقُوْلُوْا مَا جَآءَنَا مِنْۢ بَشِيْرٍ وَّلَا نَذِيْرٍ ۗ فَقَدْ جَآءَكُمْ بَشِيْرٌ وَّنَذِيْرٌ ۗ وَا للّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
“Wahai Ahli Kitab! Sungguh, Rasul Kami telah datang kepadamu, menjelaskan (syariat Kami) kepadamu ketika terputus (pengiriman) rasul-rasul, agar kamu tidak mengatakan, Tidak ada yang datang kepada kami baik seorang pembawa berita gembira maupun seorang pemberi peringatan. Sungguh, telah datang kepadamu pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 19).
Tidak ada yang datang kepada kami baik seorang pembawa berita gembira maupun seorang pemberi peringatan
Menolak percaya kepada nabi Muhammad SAW dengan dalih terputus pengiriman rasul.
Berapa tahun jarak antara Nabi Muhammad dan nabi-nabi lainnya? Sejarah umat manusia tidak bisa dipisahkan dengan adanya para nabi. Merekalah tokoh-tokoh yang berperan dalam membangun kehidupan manusia sehingga mereka bahagia.
Jumlah nabi sangat banyak. Dalam sebuah hadits disebutkan hingga 124 ribu nabi. Tentu banyak dari mereka yang tidak tercatat sejarahnya. Sementara yang dikisahkan dalam Al-Quran hanya 25 nabi saja.
Ada beberapa riwayat hadits yang menyebutkan jarak tahun antara kehidupan Nabi Muhammad saw. dan nabi-nabi sebelumnya. Di antara riwayat itu ada beberapa yang terlihat bertentangan.
Kita sebagai orang yang hidup jauh dari masa mereka tidak bisa menentukan secara pasti jarak waktu tersebut. Kecuali jika memang ada ayat atau hadits yang menyebutnya dengan jelas.
Beberapa ulama menyebutkan, jarak antara Nabi Nuh as. dan Nabi Ibrahim as. adalah 10 abad. Antara Nabi Ibrahim as. dan Nabi Musa as. juga 10 abad. Antara Nabi Musa as. dan Nabi Isa as. adalah 1700 tahun. Dan jarak antara Nabi Isa as. dan Nabi Muhammad saw. adalah 600 tahun.
Imam Suyuthi menyebutkan sebuah riwayat dari Ibnu Abbas ra., bahwa jarak antara Nabi Adam as. dan Nabi Nuh as. adalah 1000 tahun. Antara Nabi Nuh as. dan Nabi Ibrahim as. adalah 1000 tahun. Antara Nabi Ibrahim as. dan Nabi Musa as. adalah 700 tahun. Antara Nabi Musa as. dan Nabi Isa as. adalah 1500 tahun. Sementara antara Nabi Isa as. dan Nabi Muhammad saw. adalah 600 tahun.
Hal itu sama dengan sebuah perkataan dari Salman Al-Farisi yang diriwayatkan Al-Bukhari, bahwa jarak antara Nabi Isa as. dan Nabi Muhammad saw. adalah 600 tahun.
Ibnu Hibban meriwayatkan, seorang bertanya kepada Rasulullah saw., “Apakah Adam as. seorang nabi?” Rasulullah saw. menjawab, “Iya. Dia mendapatkan wahyu, Allah Ta’ala berfirman kepadanya.” Orang itu kembali bertanya, “Berapa jarak antara Nabi Adam as. dan Nabi Nuh as?” Rasulullah saw. menjawab, “10 abad. Semua dalam kebenaran.” “Berapa jarak antara Nabi Nuh as. dan Nabi Ibrahim as.,” orang itu kembali bertanya. Rasulullah saw. menjawab, “10 abad.”
Mengetahui jarak-jarak waktu ini bukan untuk mengetahui hal yang menurut orang tidak bermanfaat, karena tidak berefek kepada bertambahnya amalan. Tapi mengetahui hal itu akan memberikan keyakinan bahwa perjalanan dakwah kepada ajaran Allah Ta’ala telah berjalan puluhan abad.
Kebaikan telah diperjuangkan sejak dulu kala. Sehingga ketika berada dalam kebaikan, kita jadi menghargainya karena telah melalui perjalanan yang panjang hingga sampai kepada kita. Demikian jarak antara Nabi Muhammad dan nabi-nabi lainnya.
Jarak waktu antara nabi Muhammad dan nabi Isa 600 tahun sebenarnya tidak terlalu lama, kita dengan zaman nabi Muhammad 1400 tahun, jarak waktu yang lama tidak masalah asal syariat tetap dilaksanakan tidak terputus, jangan sampai syariat tidak disampaikan kepada anak keturunan kita maka akan terjadi kekosongan.
لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَّاۤ اُنْذِرَ اٰبَآ ؤُهُمْ فَهُمْ غٰفِلُوْنَ
“agar engkau memberi peringatan kepada suatu kaum yang nenek moyangnya belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai.”
(QS. Yasin 36: Ayat 6)
Semoga kita tidak termasuk yang lalai dalam memberikan peringatan dan kabar gembira kepada anak keturunan kita.