Istitlah-istilah Negatif yang Dilabelkan kepada Para Nabi oleh Kaum Musyrikin

عُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

قَا لَ  الْمَلَاُ  الَّذِيْنَ  كَفَرُوْا  مِنْ  قَوْمِهٖۤ  اِنَّا  لَــنَرٰٮكَ  فِيْ  سَفَاهَةٍ  وَّاِنَّا  لَــنَظُنُّكَ  مِنَ  الْـكٰذِبِيْنَ

“Pemuka-pemuka orang-orang yang kafir dari kaumnya berkata, Sesungguhnya kami memandang kamu benar-benar kurang waras dan kami kira kamu termasuk orang-orang yang berdusta.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 66)

Yang benar dituduh kurang waras & berdusta.

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Ayat ini menerangkan bahwa para pemuka kaum Hud yang tetap dalam kekufuran dan tetap menentang kerasulan Hud bukan saja menolak seruannya, malahan mereka menegaskan bahwa mereka berada dalam agama yang benar dan mereka memandang bahwa Nabi Hud itulah yang berada dalam kesesatan, disebabkan ia meninggalkan agama mereka dan menghina orang-orang yang terkemuka di kalangan kaumnya yang mereka anggap suci.

Orang-orang yang dianggap suci itu setelah mati mereka keramatkan dalam bentuk patung guna mendapatkan syafaat dan berkahnya dari mereka. Nabi Hud menentang paham mereka. Karena itu mereka menuduh bahwa Nabi Hud adalah pendusta yang berada dalam kesesatan sebagaimana halnya rasul-rasul dahulu, juga didustakan oleh kaumnya, disebabkan mereka berlawanan paham dengan kaumnya.

Istilah istilah negatif yang sering muncul dalam sejarah islam dilabelkan ke para rassul seperti kurang waras, majnun (gila) dan sesat.

اَوَلَمْ  يَتَفَكَّرُوْا  مَا  بِصَا حِبِهِمْ  مِّنْ  جِنَّةٍ  ۗ اِنْ  هُوَ  اِلَّا  نَذِيْرٌ  مُّبِيْنٌ

“Dan apakah mereka tidak merenungkan bahwa teman mereka (Muhammad) tidak gila. Dia (Muhammad) tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang jelas.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 184)

وَ  قَا لُوْا  يٰۤاَ يُّهَا  الَّذِيْ  نُزِّلَ  عَلَيْهِ  الذِّكْرُ  اِنَّكَ  لَمَجْنُوْنٌ

“Dan mereka berkata, Wahai orang yang kepadanya diturunkan Al-Qur’an, sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar orang gila.” (QS. Al-Hijr 15: Ayat 6)

اِنْ  هُوَ  اِلَّا  رَجُلٌ  بِۢهٖ  جِنَّةٌ  فَتَرَبَّصُوْا  بِهٖ  حَتّٰى  حِيْنٍ

“Dia hanyalah seorang laki-laki yang gila, maka tunggulah (sabarlah) terhadapnya sampai waktu yang ditentukan.” (QS. Al-Mu’minun 23: Ayat 25)

قَا لَ  اِنَّ  رَسُوْلَـكُمُ  الَّذِيْۤ  اُرْسِلَ  اِلَيْكُمْ  لَمَجْنُوْنٌ

“Dia (Fir’aun) berkata, Sungguh, rasulmu yang diutus kepada kamu benar-benar orang gila.” (QS. Asy-Syu’ara’ 26: Ayat 27)

Orang yang membawa kebenaran disebut gila, dan nabi Muhammad yang paling banyak disebut gila oleh orang kafir. Berikutnya nabi Musa yang sering disebut gila oleh Firaun. Yang membawa kebenaran disebut gila, kalau zaman sekarang yang membawa kebenaran disebut radikal. Sejarah suka berulang, sampaikanlah kisah kisah supaya dijadikan ibrah/pelajaran. Sampaikanlah kisah kisah untuk dijadikan ibrah (pelajaran)

فَا قْصُصِ  الْقَصَصَ  لَعَلَّهُمْ  يَتَفَكَّرُوْنَ

“Maka ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berpikir.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 176)

Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kisah kisah terdahulu