Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَمِنْهُمْ مَّنْ عَاهَدَ اللّٰهَ لَئِنْ اٰتٰٮنَا مِنْ فَضْلِهٖ لَـنَصَّدَّقَنَّ وَلَنَكُوْنَنَّ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ
“Dan di antara mereka ada orang yang telah berjanji kepada Allah, Sesungguhnya jika Allah memberikan sebagian dari karunia-Nya kepada kami, niscaya kami akan bersedekah dan niscaya kami termasuk orang-orang yang saleh.” (QS. At-Taubah 9: Ayat 75)
Ingat kepada Allah saat berada dalam kesusahan tetapi melupakan-Nya ketika diberi kelapangan
Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI; Ayat ini membicarakan sifat buruk lain kaum munafik. Dan di antara mereka, orang-orang munafik, ada orang yang telah berjanji kepada Allah, “Sesungguhnya jika Allah memberikan sebagian dari karunia-Nya kepada kami, niscaya kami akan bersedekah dan niscaya kami termasuk orang-orang yang saleh dengan selalu berinfak, menjaga hubungan kekerabatan, tetap ikut serta dalam berjihad dan perbuatan-perbuatan baik lainnya.
Ayat ini mengingatkan bahwa janji kepada Allah adalah hal yang serius. Orang-orang munafik disebutkan di sini karena mereka membuat janji dengan niat yang tidak tulus. Ketika Allah mengabulkan doa mereka dan memberikan harta yang diinginkan, mereka malah mengabaikan kewajiban seperti sedekah dan ketaatan. Allah mengecam sikap seperti ini sebagai bentuk kemunafikan.
Ayat ini mengandung pelajaran penting bagi umat Islam agar bersikap jujur dan menepati janji, terutama janji yang dibuat kepada Allah, serta tidak menjadi orang yang hanya ingat kepada Allah saat berada dalam kesusahan tetapi melupakan-Nya ketika diberi kelapangan.
Kalau ada harta niat mau bersedekah, tapi pada saat ada harta lupa dengan janjinya.
Doa Pendek Memohon Keistiqamahan;
Allaahumma ya muqallibal quluub, tsabbit qalbi ‘ala diinika wa tha‘atika.
“Ya Allah, Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu dan ketaatan kepada-Mu.”