Ibrah dari QS. Hud Ayat 73; Mengajarkan Tawakal dan Optimisme

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

قَا لُوْۤا  اَتَعْجَبِيْنَ  مِنْ  اَمْرِ  اللّٰهِ  رَحْمَتُ  اللّٰهِ  وَبَرَكٰتُهٗ  عَلَيْكُمْ  اَهْلَ  الْبَيْتِ  ۗ اِنَّهٗ  حَمِيْدٌ  مَّجِيْدٌ

“Mereka (para malaikat) berkata, Mengapa engkau merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat dan berkah Allah, dicurahkan kepada kamu, wahai ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji, Maha Pengasih.” (QS. Hud 11: Ayat 73)

Sesungguhnya apabila menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Akhirnya para malaikat itu berkata, “Apakah patut kamu merasa heran terhadap sesuatu yang telah ditetapkan Allah?” Allah Yang Mahakuasa lagi Mahaperkasa tidak akan sulit baginya bila Dia menghendaki akan menganugerahkan anak kepada siapa saja meskipun hal itu menurut adat dan kebiasaan tidak mungkin terjadi. Hal itu sungguh amat mudah bagi Allah sesuai dengan firman-Nya: Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu. (Yasin/36: 82)

Selanjutnya malaikat mengatakan, “Semoga Allah selalu melimpahkan rahmat kepada kamu, hai keluarga Ibrahim a.s. Dia-lah yang berhak disanjung dan dipuji.” Mendengar ucapan para malaikat itu mengertilah Nabi Ibrahim a.s. dan istrinya Sarah, bahwa mereka telah terlanjur dan terlalu lancang mengucapkan kata-kata padahal yang membawa berita gembira itu adalah para malaikat utusan Allah.
Tidaklah dapat dilukiskan bagaimana gembira dan bahagianya Nabi Ibrahim a.s. apalagi istrinya yang lain yang bernama Hajar telah melahirkan seorang putera bernama Ismail. Mereka mengucapkan syukur dan puji kepada Allah, yang telah memberi mereka karunia yang sudah lama mereka idam-idamkan dan hampir berputus-asa dalam hal ini karena mereka sudah tua

Hud 73 berisi jawaban malaikat kepada istri Nabi Ibrahim yang heran, bahwa kuasa Allah tidak terbatas — meski manusia menganggap mustahil, bagi Allah sangat mudah.

Tadabbur Hud ayat 73:

  1.  Kekuasaan Allah Mutlak; Apa pun yang Allah kehendaki pasti terjadi, tanpa ada yang bisa menghalangi. Keterbatasan manusia bukanlah batas bagi Allah.
  2. Harapan Tak Pernah Tertutup; Meski sudah tua atau dianggap mustahil, Allah mampu memberi jalan keluar dan nikmat yang tak terduga.
  3. Mengajarkan Tawakal dan Optimisme; Jangan berputus asa terhadap doa, sebab Allah mampu mewujudkan yang tampaknya mustahil bagi manusia.
  4. Menguatkan Iman kepada Qadar; Semua yang terjadi adalah atas kehendak Allah, bukan semata sebab-akibat duniawi.

Doa supaya dikabulkan permohonan ;

اللَّهُمَّ إِنِّي أُؤْمِنُ أَنَّهُ إِذَا أَرَدْتَ شَيْئًا قُلْتَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ، فَاقْضِ لِي حَاجَتِي وَاجْعَلْهَا خَيْرًا لِي فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ

“Ya Allah, sesungguhnya aku beriman bahwa apabila Engkau menghendaki sesuatu, Engkau hanya berkata ‘Jadilah’, maka terjadilah ia. Maka kabulkanlah hajatku dan jadikanlah ia kebaikan bagiku di dunia dan akhirat.”