Hawa Nafsu yang Tidak Diarahkan Sesuai Tuntunan Syariat Akan Membawa pada Kebinasaan

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
قَا لُوْا  لَقَدْ  عَلِمْتَ  مَا  لَـنَا  فِيْ  بَنٰتِكَ  مِنْ  حَقٍّ  ۚ وَاِ نَّكَ  لَـتَعْلَمُ  مَا  نُرِ يْدُ
“Mereka menjawab, Sesungguhnya engkau pasti tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan (syahwat) terhadap putri-putrimu; dan engkau tentu mengetahui apa yang (sebenarnya) kami kehendaki.” (QS. Hud 11: Ayat 79)
Hawa nafsu yang tidak diarahkan sesuai tuntunan syariat akan membawa pada penyimpangan dan kebinasaan
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Mereka menjawab, “Sesungguhnya kamu sejak dahulu sudah tahu bahwa kami sama sekali tidak mempunyai hasrat untuk mengawini anak-anak perempuanmu itu dan anak-anak perempuan kaummu. Oleh karena itu, janganlah kamu mencoba untuk memalingkan perhatian kami dari pemuda-pemuda itu dengan menyodorkan anak-anak perempuanmu, karena kamu tentu telah mengetahui apa yang sebenarnya kami inginkan.
QS Hud ayat 79. menggambarkan penolakan kaum Nabi Luth ketika diajak kepada jalan yang suci melalui pernikahan. Mereka justru memilih jalan yang menyimpang, yaitu menyalurkan syahwat kepada sesama jenis.
Beberapa poin tadabur yang bisa diambil:
  1. Syahwat adalah fitrah, tetapi harus diarahkan sesuai syariat (melalui pernikahan yang halal).
  2. Penyimpangan dari fitrah bukan hanya merusak pribadi, tetapi juga merusak tatanan sosial dan keberlangsungan umat manusia.
  3. Kesombongan dalam menolak kebenaran membuat kaum Nabi Luth justru menantang dengan ucapan yang meremehkan. Ini menunjukkan betapa rusaknya hati ketika terus-menerus mengikuti hawa nafsu.
  4. Allah memberi peringatan keras: jika manusia tidak mau tunduk pada aturan-Nya, maka konsekuensinya adalah kebinasaan.
  5. Pelajaran bagi kita: iman harus mampu mengendalikan hawa nafsu, bukan hawa nafsu yang mengendalikan iman.
“Syahwat adalah anugerah, tapi bila disalurkan di luar jalan yang halal, ia menjadi sebab kebinasaan.”
“Ya Allah, jadikanlah hawa nafsu kami tunduk pada petunjuk-Mu. Lindungilah kami dari syahwat yang menjerumuskan kepada penyimpangan, dan hiasilah hati kami dengan rasa malu, kesucian, serta keteguhan iman. Anugerahkanlah kepada kami jalan yang halal, berkah, dan diridai-Mu. Aamiin.”