Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
اَفَاَ مِنُوْا مَكْرَ اللّٰهِ ۚ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللّٰهِ اِلَّا الْقَوْمُ الْخٰسِرُوْنَ
“Atau apakah mereka merasa aman dari siksaan Allah (yang tidak terduga-duga)? Tidak ada yang merasa aman dari siksaan Allah selain orang-orang yang rugi.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 99)
Mengunci hati yang kufur sehingga tidak dapat mendengar dan mengambil pelajaran
Dalam tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-A’raf Ayat 99 dijelaskan bahwa kecaman lebih keras lagi dinyatakan dengan, atau apakah mereka mengira bahwa mereka merasa aman sehingga tidak khawatir dari siksaan Allah yang tidak terduga dan dikemas dalam bentuk yang indah, atau berupa istidra’j; perlakuan-Nya yang diduga baik karena merupakan nikmat dan kebaikan padahal sebaliknya’ sungguh sangat celaka dan merugi mereka dan siapa pun jika demikian, karena tidak ada yang merasa aman dari siksaan atau makar Allah selain orang-orang yang rugi.
Atau apakah mereka sedemikian lengah dan bodoh sehingga belum jelas peristiwa-peristiwa yang dialami generasi terdahulu bagi orang orang yang mewarisi dan tinggal di suatu negeri setelah lenyap penduduknya karena dosa-dosa yang mereka lakukan’ belum jelaskah bahwa kalau kami menghendaki, kapan pun, pasti kami siksa mereka karena dosa dosanya seperti halnya kami membinasakan orang-orang terdahulu yang mereka warisi negerinya itu; dan kami mengunci hati mereka yang kufur sehingga mereka tidak dapat mendengar dan mengambil pelajaran.
صُمٌّۢ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لَا يَرْجِعُوْنَ
“Mereka tuli, bisu, dan buta, sehingga mereka tidak dapat kembali.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 18)
Menurut tafsir ringkas Kementrian Agama RI, ayat di atas menjelaskan behwa mereka seperti orang tuli, sebab mereka telah kehilangan fungsi pendengaran dengan tidak mengikuti kebenaran yang didengar. Mereka juga seperti orang bisu karena tidak mengucapkan kebenaran oleh sebab hati mereka tertutup, sehingga tidak tergerak melakukan itu.
Dan mereka juga seperti orang buta, karena kehilangan fungsi penglihatan, baik melalui mata kepala (basar) ataupun mata hati (basirah), dengan tidak mengambil pelajaran dari hal-hal yang mereka lihat, sehingga pada akhirnya mereka tidak dapat kembali dari kesesatan itu kepada kebenaran yang telah mereka jual dan tinggalkan. Berdoa kepada Allah SWT, semoga mata, pendengaran dan hati dipergunakan untuk hal yang baik baik.
“Allahumma ahsin ‘abasaaranaa, wa ahsin sami’anaa, wa ahsin fu’adanaa.
“Ya Allah, berilah kami penglihatan yang baik, pendengaran yang baik, dan hati yang baik. Lindungilah kami dari godaan yang buruk dan berilah kami kekuatan untuk tetap menjaga kebaikan. Amin.”