Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
يٰۤاَ يُّهَا النَّا سُ قَدْ جَآءَتْكُمْ مَّوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَشِفَآءٌ لِّمَا فِى الصُّدُوْرِ ۙ وَهُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّـلْمُؤْمِنِيْنَ
“Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur’an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.” (QS. Yunus 10: Ayat 57)
Fungsi Al-Qur’an al-Karim dalam memperbaiki jiwa manusia; Mauidhah (Mencintai yang hak), Syifa (Penyembuh penyakit hati), Huda (Petunjuk yang lurus), Rahmah (Karunia bagi mukmin)
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Allah berseru kepada sekalian manusia bahwa kepada mereka telah didatangkan Al-Qur’an melalui rasul-Nya. Di dalamnya terkandung pedoman-pedoman hidup yang sangat berguna bagi kehidupan mereka. Di dalam ayat ini disebutkan pedoman-pedoman hidup itu, sebagai jawaban atas keingkaran mereka terhadap ayat-ayat Allah dan ancaman-ancaman-Nya. Ayat ini menyimpulkan fungsi Al-Qur’an al-Karim dalam memperbaiki jiwa manusia di antaranya:
Allah berfirman: Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. (al-Fath/48: 29)
Dan firman-Nya: Kemudian dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang. (al-Balad/90: 17)
Empat sifat yang terkandung dalam ayat ini diciptakan Allah sesuai dengan fitrah kejadian manusia. Artinya, menurut akal, manusia mempunyai kecenderungan untuk menerima nasehat-nasehat yang baik, menerima petuah-petuah yang dapat mengobati kegoncangan jiwanya, menerima petunjuk-petunjuk yang dapat dipedomani untuk kebahagiaan hidupnya dan suka hidup damai, kasih mengasihi dan sayang menyayangi di antara mereka.
Sifat rahmah dikhususkan buat orang mukmin di dalam ayat ini, sebab merekalah yang mau menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman, dan menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Sedang orang-orang kafir dan orang-orang musyrik tidak mau mempercayai apalagi mengerjakan isi kandungannya.
“Ya Allah, jadikanlah Al-Qur’an yang agung sebagai pelajaran bagi hati kami, penyembuh bagi jiwa kami, petunjuk bagi langkah kami, dan rahmat dalam kehidupan kami. Karuniakanlah kepada kami kecintaan terhadapnya, kemudahan membacanya, dan kekuatan untuk mengamalkannya. Jadikan ia cahaya dalam hati kami, petunjuk dalam hidup dunia dan akhirat kami.
Ya Allah, jadikan kami termasuk orang-orang yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti yang terbaik darinya. Anugerahkan kami kemampuan untuk mentadabburi ayat-ayat-Mu dan keteguhan dalam agama-Mu.”