Dengan Karunia dan Rahmat-Nya Kaum Tsamud yang Beriman Diselamatkan Allah SWT

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
فَلَمَّا  جَآءَ  اَمْرُنَا  نَجَّيْنَا  صٰلِحًـا  وَّا لَّذِيْنَ  اٰمَنُوْا  مَعَهٗ  بِرَحْمَةٍ  مِّنَّا  وَمِنْ  خِزْ يِ  يَوْمِئِذٍ  ۗ اِنَّ  رَبَّكَ  هُوَ  الْقَوِيُّ  الْعَزِ يْزُ
“Maka ketika keputusan Kami datang, Kami selamatkan Saleh dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat Kami dan (Kami selamatkan) dari kehinaan pada hari itu. Sungguh, Tuhanmu, Dia Maha Kuat, lagi Maha Perkasa (QS. Hud 11: Ayat 66)
Dengan karunia dan rahmat-Nya kaum Tsamud yang beriman diselamatkan Allah SWT
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Tatkala datang malapetaka yang diancamkan Allah kepada kaum Tsamud , sebagai siksaan dan balasan atas kedurhakaan mereka, Allah swt menyelamatkan Nabi Saleh a.s. dan orang-orang yang beriman bersamanya, dengan karunia dan rahmat-Nya, dari azab dan siksaan itu. Pada hari tersebut, mereka yang durhaka dimusnahkan semuanya. Mereka mendapat nama buruk dalam sejarah manusia, yang tentu saja akan dianggap sebagai lembaran hitam yang menodai kemurnian dan ketinggian martabat manusia sebagai khalifah di muka bumi. Sungguh amat berat siksaan yang ditimpakan Allah kepada mereka, tetapi tindakan itu adalah adil dan sesuai dengan dosa dan kesalahan yang mereka lakukan. Allah-lah yang berhak melakukannya dan Dia-lah yang dapat melaksanakannya karena Dia adalah Maha Perkasa dan Maha Kuasa.
  • Kaum Tsamud yang ingkar ditimpa azab Allah.
  • Nabi Saleh  dan pengikutnya yang beriman diselamatkan dengan rahmat Allah.
  • Penyelamatan itu juga menunjukkan kemuliaan dan kekuatan Allah dalam melindungi hamba-Nya.
Semua manusia pasti mendambakan rahmat Allah, karena rahmat-Nya mencakup segala kebaikan di dunia maupun akhirat.
Beberapa manfaat dan wujud rahmat Allah antara lain:
1. Keselamatan dari keburukan
  • Seperti Nabi Ṣāliḥ dan pengikutnya yang diselamatkan dari azab (QS. Hūd:66).
  • Rahmat Allah bisa berupa perlindungan dari musibah, bencana, atau kejahatan.
2. Ketenangan hati dan jiwa
  • Allah menurunkan rahmat-Nya dalam bentuk iman, rasa aman, dan lapang dada.
  • Orang yang mendapat rahmat akan tenang meski menghadapi cobaan.
3. Ampunan dan maghfirah
  • Rahmat Allah mencakup ampunan dosa bagi hamba-Nya yang bertaubat.
  • Tanpa rahmat, tidak ada seorang pun yang bisa masuk surga (HR. Muslim).
4.  Petunjuk dan hidayah
  • Al-Qur’an sendiri disebut rahmat (QS. Al-Anbiyā’:107).
  • Dengan rahmat Allah, manusia mendapatkan bimbingan untuk memilih jalan yang benar.
5.  Rezeki yang halal dan berkah
  • Rahmat Allah tampak pada rizki yang cukup, sehat, dan bermanfaat.
  • Bukan hanya harta, tapi juga keluarga yang baik, ilmu yang bermanfaat, dan lingkungan yang mendukung kebaikan.
6.  Kasih sayang antar manusia
  • Rasa cinta, kasih, dan tolong-menolong antar sesama adalah pantulan rahmat Allah.
  • Nabi SAW bersabda: “Orang yang penyayang akan disayangi oleh Ar-Rahmān. Sayangilah siapa yang ada di bumi, niscaya yang di langit akan menyayangimu.” (HR. Tirmidzi).
7.  Nikmat surga di akhirat
  • Rahmat Allah yang paling agung adalah surga.
  • Bahkan masuk surga bukan semata karena amal, tetapi karena rahmat Allah.
Rahmat  Allah bukan hanya menyelamatkan dari azab, tapi juga mencakup segala kebaikan, ketenangan, ampunan, hidayah, rezeki, kasih sayang, hingga kenikmatan abadi di surga. Berbuat baiklah karena berbuat baik akan mendapatkan rahmat dari Allah SWT ; Jangan membuat kerusakan, dan rahmat Allah sangat dekat dengan orang yang berbuat kebaikan ;
وَلَا  تُفْسِدُوْا  فِى  الْاَ رْضِ  بَعْدَ  اِصْلَا حِهَا  وَا دْعُوْهُ  خَوْفًا  وَّطَمَعًا  ۗ اِنَّ  رَحْمَتَ  اللّٰهِ  قَرِ يْبٌ  مِّنَ  الْمُحْسِنِيْنَ
“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 56)
Doa semoga mendapatkan rahmat ;
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِكَ تَهْدِي بِهَا قَلْبِي، وَتَجْمَعُ بِهَا أَمْرِي، وَتَلُمُّ بِهَا شَعَثِي، وَتَصْلُحُ بِهَا غَائِبِي، وَتَرْفَعُ بِهَا شَاهِدِي، وَتُزَكِّي بِهَا عَمَلِي، وَتُلْهَمُنِي بِهَا رُشْدِي، وَتَرُدُّ بِهَا أُلْفَتِي، وَتَعْصِمُنِي بِهَا مِنْ كُلِّ سُوءٍ.
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu rahmat dari sisi-Mu, yang dengannya Engkau memberi petunjuk kepada hatiku, mengumpulkan urusanku, memperbaiki keadaanku yang berserakan, memperbaiki sesuatu yang ghaib dari diriku, meninggikan derajatku, membersihkan amal perbuatanku, mengilhamkan kepadaku petunjuk, mengembalikan persatuanku, serta melindungiku dengan rahmat itu dari segala keburukan.”