Dampak Negatif Perilaku Syirik; Simak Penjelasannya!

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

قُلْ  اِنِّيْ  نُهِيْتُ  اَنْ  اَعْبُدَ  الَّذِيْنَ  تَدْعُوْنَ  مِنْ  دُوْنِ  اللّٰهِ  ۗ قُلْ  لَّاۤ  اَ  تَّبِعُ  اَهْوَآءَكُمْ  ۙ قَدْ  ضَلَلْتُ  اِذًا  وَّمَاۤ  اَنَاۡ  مِنَ  الْمُهْتَدِيْنَ

Katakanlah (Muhammad), Aku dilarang menyembah tuhan-tuhan yang kamu sembah selain Allah. Katakanlah, Aku tidak akan mengikuti keinginanmu. Jika berbuat demikian, sungguh tersesatlah aku dan aku tidak termasuk orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 56)

Musyrik, tidak akan memperoleh hidayah

Dalam tafsir Al Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia menjelaskan bahwa Katakanlah (wahai rasul), kepada kaum musyrikin, ”sesungguhnya Allah telah melarang diriku menyembah berhala-berhala yang kalian sembah selain Allah.” Dan katakanlah kepada mereka, ”Aku tidak akan mengikuti keinginan-keinginan kalian. Sungguh, aku akan tersesat dari jalan yang lurus jika aku mengikuti keinginan hawa nafsu kalian dan tidaklah pula aku termasuk orang yang memperoleh hidayah.”

Pelaku musyrik tidak akan mendapatkan hidayah, larangan jangan mempersekutukan Allah (syirik) adalah larangan yang paling paling banyak ditemukan dalam al Quran,

وَاِ ذْ  قَا لَ  لُقْمٰنُ  لِا  بْنِهٖ  وَهُوَ  يَعِظُهٗ  يٰبُنَيَّ  لَا  تُشْرِكْ  بِا للّٰهِ  ۗ اِنَّ  الشِّرْكَ  لَـظُلْمٌ  عَظِيْمٌ

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, Wahai anakku! Janganlah engkau menyekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (QS. Luqman 31: Ayat 13)

Dampak negatif dari perilaku syirik akan membuat pelakunya merugi. Berikut beberapa bahaya dari syirik yang lain ;

  1. Tidak mendapat ampunan dari Allah SWT, dalam surat An Nisa ayat 48: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), tetapi Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Siapa pun yang mempersekutukan Allah sungguh telah berbuat dosa yang sangat besar.”
  2. Pahala amalnya terhapus sehingga menjadi sia-sia. Dalam surah Al An’am ayat 88, Allah berfirman: “Seandainya mereka mempersekutukan Allah, pasti sia-sialah amal yang telah mereka kerjakan.”
  3. Mendapat azab neraka yang kekal, dalam surah Al Bayyinah ayat 6: “Sesungguhnya orang-orang yang kufur dari golongan Ahlulkitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) neraka Jahanam. Mereka kekal di dalamnya. Mereka itulah seburuk-buruk makhluk.”
  4. Ditolaknya amal ibadah oleh Allah SWT. Dalam hadits qudsi, Allah berfirman: “Aku adalah yang paling tidak suka untuk disekutukan. Oleh karena itu, barang siapa mengerjakan suatu amal untuk-Ku dan untuk selain-Ku, maka akan Aku tinggalkan amal tersebut dan persekutuannya.” (HR Muslim)
  5. Amalan hanya punya nilai duniawi, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Barangsiapa berbuat agar perbuatannya itu didengar oleh orang lain, maka Allah akan memperdengarkan perbuatan tersebut kepada orang lain. Dan barangsiapa berbuat agar perbuatannya dilihat orang lain, maka Allah akan memperlihatkan perbuatan tersebut kepada orang lain (tanpa ada pahalanya di sisi Allah).” (HR Muslim)

Doa yang diajarkan Rasulullah SAW supaya terhidar dari musyrik

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ

“Allahumma innii a’uudzubika annusyrika bika wa ana a’lam wa astaghfiruka lima laa a’lam”

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan syirik yang aku sadari. Dan, aku memohon ampun kepada-Mu atas dosa-dosa yang tidak aku ketahui.