Dalil; Wajib Beriman kepada Rasul Muhammad SAW

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

يٰۤـاَيُّهَا  النَّا سُ  قَدْ  جَآءَكُمُ  الرَّسُوْلُ  بِا لْحَـقِّ  مِنْ  رَّبِّكُمْ  فَاٰ مِنُوْا  خَيْرًا  لَّـكُمْ  ۗ وَاِ نْ  تَكْفُرُوْا  فَاِ نَّ  لِلّٰهِ  مَا  فِى  السَّمٰوٰتِ  وَا لْاَ رْضِ  ۗ وَكَا نَ  اللّٰهُ  عَلِيْمًا  حَكِيْمًا

“Wahai manusia! Sungguh, telah datang Rasul (Muhammad) kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah (kepada-Nya), itu lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (itu tidak merugikan Allah sedikit pun) karena sesungguhnya milik Allah-lah apa yang di langit dan di bumi. Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana.” (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 170)

Beriman kepada Rasulullah SAW dan kepada semua Rasul merupakan salah satu rukun iman yang enam. Tanpa diragukan, orang yang tidak beriman kepada Nabi Muhammad juga tidak beriman kepada Allah SWT. Orang yang tidak beriman kepada Nabi Muhammad (saw) dan tidak bersaksi bahwa beliau adalah Rasul dan Nabi Allah tidak dapat mengenal dan memahami yang Esa yang disebut sebagai Allah,

فَآَمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالنُّورِ الَّذِي أَنْزَلْنَا وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada cahaya (Al-Quran) yang telah Kami turunkan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS At Taghabun ayat 8)

إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا. لِتُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُعَزِّرُوهُ وَتُوَقِّرُوهُ وَتُسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا.

“Sesungguhnya Kami mengutus kamu sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkan (agama)-Nya, membesarkan-Nya. Dan bertasbih kepada-Nya di waktu pagi dan petang”(QS Al Fath 8-9)

فَآَمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُون.

“Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk.” (QS AL Araf 158)

وَمَنْ لَمْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ فَإِنَّا أَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ سَعِيرًا.

“Dan barangsiapa yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya Kami menyediakan untuk orang-orang yang kafir neraka yang bernyala-nyala”. (QS Al Fath 13)
Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah ra. beliau berkata: “Rasulullah SAW bersabda :

أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَيُؤْمِنُوا بِى وَبِمَا جِئْتُ بِهِ فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا مِنِّى دِمَاءَهُمْ وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللَّهِ

“Saya diperintahkan oleh Allah untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa, tidak ada tuhan yang wajib disembah selain Allah dan beriman kepada-Ku dan beriman kepada apa yang saya bawa. Jika mereka melakukan itu, maka terlindungilah darah mereka dariku, dan hisab mereka diserahkan kepada Allah”. (HR Buchori Muslim)

Maka beriman kepada Nabi Muhammad SAW adalah fardlu ain (wajib bagi setiap muslim), dan tidak sempurna iman (seorang muslim) secara syar’i kecuali dengan beriman kepada Nabi SAW dan tidak sah Islamnya kecuali dengan beriman kepadanya SAW

Adapun makna beriman kepada Nabi Muhammad SAW adalah dengan mempercayai kenabiannya dan kerasulannya, dan mempercayai semua yang dibawa dari Allah, serta mempercayai apa saja yang disabdakannya. Adapun persaksian lisan yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah adalah merupakan ungkapan yang sesuai dengan keyakinan hati yang mempercayai kerasulan itu. Maka jika keyakinan hati yang mempercayai kerasulan itu bersatu dengan ucapan persaksian lisan, maka sempurnalah iman dan keyakinannya.

Diceritakan dalam sebuah hadisnya Jibril as. ketika berkata kepada Nabi SAW:

أَخْبِرْنِى عَنِ الإِسْلاَمِ ! أَنَّهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ …

”Ceritakanlah kepada saya tentang Islam!”. Lalu Nabi SAW bersabda : ”Hendaklah kamu bersaksi bahwa, tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah….”. (HR Imam Muslim)

Kemudian Jibril as. menanyakan tentang “iman”. Jawab beliau SAW :

أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِه ….

“Hendaklah kamu beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan para Rasul-Nya … “. (HR Imam Muslim)

Dalam hadis di atas, Nabi SAW telah menetapkan bahwa, iman kepada Nabi SAW membutuhkan keyakinan dalam hati. Demikian juga Islam membutuhkan pengucapan dengan lisan. Maka persaksian dengan lisan tanpa keyakinan dalam hati adalah kemunafikan yang nyata, wal ‘iyadzu billah. Allah Ta’ala berfirman :

إِذَا جَاءَكَ الْمُنَافِقُونَ قَالُوا نَشْهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ اللَّهِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَكَاذِبُونَ اتَّخَذُوا أَيْمَانَهُمْ جُنَّةً فَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنَّهُمْ سَاءَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ آَمَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا فَطُبِعَ عَلَى قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَفْقَهُونَ

“Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: “Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah.” Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui, bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta. Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan. Yang demikian itu adalah karena bahwa sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir (lagi) lalu hati mereka dikunci mati; karena itu mereka tidak dapat mengerti”.(QS AL Munafikun ayat 1. -3)

Semoga keimanan kita kepada nabi Muhammad SAW tidak ada keraguan sedikitpun juga.