Ciri Orang yang Beriman; Bergetar Hati jika Disebut Nama Allah dan Bertambah Keyakinannya jika Dibacakan Al Quran

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

اِنَّمَا  الْمُؤْمِنُوْنَ  الَّذِيْنَ  اِذَا  ذُكِرَ  اللّٰهُ  وَجِلَتْ  قُلُوْبُهُمْ  وَاِ ذَا  تُلِيَتْ  عَلَيْهِمْ  اٰيٰتُهٗ  زَا دَتْهُمْ  اِيْمَا نًا  وَّعَلٰى  رَبِّهِمْ  يَتَوَكَّلُوْنَ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal,” (QS. Al-Anfal 8: Ayat 2)

Ciri orang beriman bergetarlah hatinya jika disebut nama Allah SWT dan apabila dibacakan ayat ayat -Nya bertambah kuat imannya

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Allah menjelaskan bahwa orang-orang mukmin ialah mereka yang menghiasi dirinya dengan sifat-sifat seperti tersebut dalam ayat ini. Tiga sifat disebutkan dalam ayat ini, sedang dua sifat lagi disebutkan dalam ayat berikutnya.

  1. Apabila disebutkan nama Allah bergetarlah hatinya karena ingat keagungan dan kekuasaan-Nya. Pada saat itu timbul dalam jiwanya perasaan penuh haru mengingat besarnya nikmat dan karunia-Nya. Mereka merasa takut apabila mereka tidak memenuhi tugas kewajiban sebagai hamba Allah, dan merasa berdosa apabila melanggar larangan-larangan-Nya.
    Bergetarnya hati sebagai perumpamaan dari perasaan takut, adalah sikap mental yang besifat abstrak, yang hanya dapat dirasakan oleh yang bersangkutan dan hanya Allah sendiri yang mengetahuinya. Sedang orang lain dapat mengetahui dengan memperhatikan tanda-tanda lahiriah dari orang yang merasakannya, yang terlukis dalam perkataan atau gerak-gerik perbuatannya.
    Sikap mental itu adakalanya tampak dalam perkataan, sebagaimana tergambar dalam firman Allah: “Dan mereka yang memberikan apa yang mereka berikan (sedekah) dengan hati penuh rasa takut, (karena mereka tahu) bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhannya”. (al-Muminun/23: 60)

Dan adakalanya tampak pada gerak-gerik dalam perbuatan, firman Allah :
“Ketika mereka masuk ke tempatnya, lalu mereka mengucapkan, “salam.” Dia (Ibrahim) berkata, “Kami benar-benar merasa takut kepadamu.” (al-Hijr/15: 52)

2. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah, maka akan bertambah iman mereka, karena ayat-ayat itu mengandung dalil-dalil yang kuat, yang mempengaruhi jiwanya sedemikian rupa, sehingga mereka bertambah yakin dan mantap serta dapat memahami kandungan isinya, sedang anggota badannya tergerak untuk melaksanakannya.

Dalam ayat ini terdapat petunjuk bahwa iman seseorang dapat bertambah dan dapat berkurang sesuai dengan ilmu dan amalnya, Rasulullah bersabda:
“Iman itu lebih dari 70 cabang, yang tertinggi adalah pengakuan bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan yang terendah adalah menyingkirkan ganguan dari jalan.” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

Dengan demikian bertambahnya iman pada seseorang dapat diketahui apabila ia lebih giat beramal. Iman dan amal adalah merupakan satu kesatuan yang bulat yang tak dapat dipisahkan. Firman Allah swt: (Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang ketika ada orang-orang mengatakan kepadanya, “Orang-orang (Quraisy) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka,” ternyata (ucapan) itu menambah (kuat) iman mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.” (ali Imran/3: 173)

Dan firman Allah: Dan ketika orang-orang mukmin melihat golongan-golongan (yang bersekutu) itu, mereka berkata, “Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita.” Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu menambah keimanan dan keislaman mereka. (al-Ahzab/33: 22)

3.  Bertawakal hanya kepada Allah Yang Maha Esa, tidak berserah diri kepada yang lain-Nya. Tawakal merupakan senjata terakhir seseorang dalam mewujudkan serangkaian amal setelah berbagai sarana dan syarat-syarat yang diperlukan itu dipersiapkan. Hal ini dapat dipahami, karena pada hakikatnya segala macam aktifitas dan perbuatan, hanya terwujud menurut hukum-hukum yang berlaku yang tunduk dibawah kekuasaan Allah. Maka tidak benar apabila seseorang itu berserah diri kepada selain Allah.

Bukti konkrit bahwa seseorang termasuk orang beriman ketika nama Allah disebut dan hatinya bergetar dapat terlihat dalam beberapa cara:

  1. Kehadiran Rasa Takut dan Rindu. Ketika nama Allah disebut, seseorang merasa takut, rindu, dan harap. Ini menunjukkan bahwa hati mereka memiliki keterhubungan yang mendalam dengan Allah.
  2. Tingkat Ketenangan dan Kepasrahan. Hati yang bergetar atau merasa tergerak menunjukkan kepasrahan dan ketenangan, menandakan keimanan yang kuat.
  3. Konsistensi dalam Ibadah. Orang yang hatinya bergetar ketika nama Allah disebut cenderung lebih konsisten dalam melaksanakan ibadah dan mengikuti ajaran agama.
  4. Tindakan Positif dan Akhlak. Keimanan yang mendalam seringkali tercermin dalam tindakan sehari-hari, seperti perilaku yang baik, empati, dan keinginan untuk melakukan kebaikan.
  5. Ketekunan dalam Mempelajari Agama. Mereka yang bergetar hatinya saat nama Allah disebut biasanya menunjukkan minat dan tekad dalam mempelajari dan memahami ajaran agama lebih dalam.

Untuk meningkatkan keimanan terus memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ibadah dan amal baik.

Ya Allah, Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, jadikanlah kami termasuk dalam golongan orang-orang yang beriman. Limpahkanlah rasa bergetar dan kekuatan pada hati kami setiap kali nama-Mu disebut dan ketika ayat-ayat-Mu dibacakan. Tambahkanlah kekuatan iman kami dan jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang selalu merasa dekat dengan-Mu.