Berserah  diri kepada Allah, tidak bergantung pada selain-Nya, serta selalu mengingat bahwa hidup dan mati ada dalam kekuasaan-Nya

ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
‎سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ.
‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
اِنَّ  اللّٰهَ  لَهٗ  مُلْكُ  السَّمٰوٰتِ  وَا لْاَ رْضِ  ۗ يُحْيٖ  وَيُمِيْتُ  ۗ وَمَا  لَـكُمْ  مِّنْ  دُوْنِ  اللّٰهِ  مِنْ  وَّلِيٍّ  وَّلَا  نَصِيْرٍ
“Sesungguhnya Allah memiliki kekuasaan langit dan Bumi. Dia menghidupkan dan mematikan. Tidak ada pelindung dan penolong bagimu selain Allah.” (QS. At-Taubah 9: Ayat 116).
Berserah  diri kepada Allah, tidak bergantung pada selain-Nya, serta selalu mengingat bahwa hidup dan mati ada dalam kekuasaan-Nya
Tafsir Lengkap Kemenag
Kementrian Agama RI
Allah menjelaskan bahwa Dialah yang memiliki kekuasaan, baik di langit maupun di bumi. Dialah yang menguasai semua yang ada di alam ini. Dia pulalah yang mematikan hamba-Nya bila ajalnya sudah sampai. Dan Sunnah-Nyalah yang berlaku di alam semesta ini. Tidak ada yang mengurus dan menguasai kepentingan orang-orang mukmin, dan tidak ada pula yang akan menolong mereka terhadap musuh, kecuali Allah swt.
Oleh sebab itu, orang-orang mukmin tidak boleh menyimpang dari ketentuan Allah, terutama mengenai larangan-Nya untuk memohonkan ampun bagi orang musyrik, walaupun ia termasuk kaum kerabat yang patut diurus dan ditolong. Demikian pula dalam ketentuan-ketentuan yang lain, baik berupa larangan, mupun perintah-perintah-Nya
Ayat ini mengajarkan bahwa kita harus berserah diri kepada Allah, tidak bergantung pada selain-Nya, serta selalu mengingat bahwa hidup dan mati ada dalam kekuasaan-Nya.
Mengingat hidup dan mati berada dalam kekuasaan Allah dapat dilakukan dengan beberapa cara yang mendalam dan reflektif. Berikut beberapa cara yang bisa membantu kita selalu sadar akan hal ini:
1. Merenungkan Ayat-Ayat Al-Qur’an
Allah sering mengingatkan dalam Al-Qur’an bahwa kehidupan di dunia ini sementara dan bahwa hanya Dia yang menentukan kapan seseorang lahir dan wafat. Salah satunya:
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS. Al-Ankabut: 57)
Membaca, memahami, dan merenungkan ayat-ayat seperti ini akan membuat kita lebih sadar akan kuasa-Nya.
2. Menghadiri atau Mengingat Peristiwa Kematian
Ketika kita melihat orang-orang yang meninggal dunia, menghadiri pemakaman, atau bahkan membaca berita tentang kematian, itu bisa menjadi pengingat bahwa hidup ini sementara. Seperti dalam hadis:
“Perbanyaklah mengingat penghancur kenikmatan (kematian).” (HR. Tirmidzi)
3. Berzikir dan Berdoa Secara Rutin
Zikir seperti “Lā ilāha illallāh” dan “Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ūn” ketika mendengar kabar kematian bisa membantu kita mengingat bahwa kita semua akan kembali kepada-Nya.
4. Merenungkan Keajaiban Kehidupan dan Kematian
Coba perhatikan bagaimana bayi lahir tanpa membawa apa pun dan bagaimana seseorang meninggal tanpa bisa membawa harta atau status duniawinya. Ini mengingatkan kita bahwa kehidupan ini hanya sementara dan segalanya berada dalam kuasa Allah.
5. Berusaha Hidup dengan Tujuan Akhirat
Jika kita sadar bahwa kehidupan ini bukan untuk selamanya, maka kita akan lebih fokus pada amal kebaikan, mempersiapkan bekal akhirat, dan tidak terlalu terikat pada dunia.
Dengan terus mengingat ini, kita bisa lebih berserah diri kepada Allah, lebih ikhlas menjalani hidup, dan lebih siap menghadapi kematian dengan hati yang tenang.
Doa Agar Tidak Bergantung Selain kepada Allah
اللهم اجعلني ممن يتوكل عليك وحدك، ولا يعتمد على غيرك
Allāhummaj‘alnī mimman yatawakkalu ‘alayka waḥdak, wa lā ya‘tamidu ‘alā ghayrik.
Artinya:
“Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang yang hanya bertawakal kepada-Mu saja, dan tidak bergantung kepada selain-Mu.”