Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَمَاۤ اَصَا بَكُمْ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعٰنِ فَبِاِ ذْنِ اللّٰهِ وَلِيَعْلَمَ الْمُؤْمِنِيْنَ
“Dan apa yang menimpa kamu ketika terjadi pertemuan (pertempuran) antara dua pasukan itu adalah dengan izin Allah, dan agar Allah menguji siapa orang (yang benar-benar) beriman,”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 166)
Berperang hanya ingin mendapatkan ganimah atau
Berperang dengan ikhlas untuk mendapatkan ridho Allah
Selain kelalaian yang membuat umat islam terpukul mundur pada perang uhud, masih ada faktor lain yang menyebabkannya. Dan apa yang menimpa kamu berupa kekalahan ketika terjadi pertemuan antara dua pasukan yaitu kaum muslim dengan kaum musyrik pada perang uhud, semua itu adalah dengan izin atau takdir Allah, sebagai ujian bagi umat islam dan agar Allah menguji siapa orang yang benar-benar beriman dan tulus dalam berjuang di jalan Allah, dan siapa di antara mereka yang tidak tulus dalam berjuang.
Dan panggilan untuk berjuang itu selain untuk menguji keimanan umat islam, juga untuk menguji orang-orang yang munafik sehingga dapat diketahui kemunafikannya dengan nyata. Kepada mereka dikatakan, marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah dirimu, keluargamu, dan harta kekayaanmu serta negerimu. Mereka berkata dengan nada mengejek nabi dan orang-orang mukmin yang ikut berjuang, sekiranya kami mengetahui bagaimana cara berperang menghadapi musuh yang cukup banyak dengan pasukan yang banyak pula, sehingga dengan jumlah itu kita dapat mengalahkan mereka, tentulah kami mengikuti kamu.
Tetapi jika jumlah kita lebih sedikit, itu berarti kita membinasakan diri sendiri, karena itu sebaiknya kita mundur. Mereka pada hari itu lebih dekat kepada kekafiran daripada keimanan karena tujuan mereka berperang semata-mata hanya ingin mendapatkan ganimah, bukan untuk mengharap imbalan dari Allah. Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak sesuai dengan isi hatinya. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan dalam hati mereka secara rinci dan detail tentang kemunafikan mereka.
Aktivitas kita seharusnya selalu dihubungkan, apakah yang dikerjakan ini Allah ridho tidak ?
Semoga Allah SWT meridhoi segala aktivitas kita.