Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
قَا لُـوْۤا اِنَّاۤ اِلٰى رَبِّنَا مُنْقَلِبُوْنَ
“Mereka (para pesihir) menjawab, Sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami,” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 125)
Berkeyakinan akan kembali kepada Tuhan seluruh alam
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Dalam ayat ini Allah menceritakan bahwa para pesihir sedikit pun tidak merasa gentar menghadapi ancaman Firaun kepada mereka. Bahkan dengan mantap dan penuh keyakinan, mereka berkata kepada Firaun, sesungguhnya hanya kepada Tuhan kami akan kembali.
Ucapan mereka ini menegaskan bahwa mereka sama sekali tidak peduli terhadap ancaman Firaun kepada mereka. Meskipun Firaun akan membunuh mereka, maka hal itu akan memberikan kemungkinan bagi mereka untuk segera bertemu dengan Tuhan, serta mendapatkan ampunan dan rahmat-Nya yang sangat mereka dambakan. Mereka yakin, Firaun dan mereka semua akan kembali kepada Tuhan. Andaikan Firaun membunuh mereka, Firaun tidak akan hidup selama-lamanya di dunia ini. Dia akhirnya akan kembali kepada Tuhan Semesta alam, sehingga Tuhan akan mengadili mereka dan Firaun.
Dengan pengertian yang terakhir ini, dapat dipahami, bahwa ucapan mereka mengandung sindiran yang tajam, bahwa Firaun bukan Tuhan seperti yang diakuinya selama ini; bahkan dibalik kekuasaannya, ada kekuasaan yang lebih tinggi. Dan mereka lebih mengutamakan rahmat dan rida Allah dari pada memuaskan hawa nafsu keduniawian di samping Firaun dan para pembesarnya.
Di dalam kisah yang terdapat dalam Surah asy-Syuara, Allah menyebutkan ucapan para pesihir tersebut sebagai berikut :
Mereka berkata, “Tidak ada yang kami takutkan, karena kami akan kembali kepada Tuhan kami. Sesungguhnya kami sangat menginginkan sekiranya Tuhan kami akan mengampuni kesalahan kami, karena kami menjadi orang-orang yang pertama-tama beriman.” (asy-Syuara/26: 50-51).
Semua akan kembali…
فَسُبْحٰنَ الَّذِيْ بِيَدِهٖ مَلَـكُوْتُ كُلِّ شَيْءٍ وَّاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ
“Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya kamu dikembalikan.” (QS. Ya-Sin 36: Ayat 83)
Keyakinan akan kembali, membuat manusia tidak merasa sedih dan takut
Nikmat dan karunia dari Allah berupa kebahagiaan, ketenangan jiwa, kehidupan yang menyenangkan . Dan sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman, karena Allah tidak menggugurkan atau mengurangi amal perbuatan seseorang, selama dia benar-benar beriman dan ikhlas dalam beramal…
قُلْنَا اهْبِطُوْا مِنْهَا جَمِيْعًا ۚ فَاِ مَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِّنِّيْ هُدًى فَمَنْ تَبِـعَ هُدَايَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ
“Kami berfirman, Turunlah kamu semua dari surga! Kemudian jika benar-benar datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 38)
اَ لَاۤ اِنَّ اَوْلِيَآءَ اللّٰهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ
“Ingatlah wali-wali Allah itu, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.”(QS. Yunus 10: Ayat 62)
Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.” bagi orang beriman dan yang mengikuti petunjuk dari Allah dan rasulnya.
Bagi orang beriman harusnya yang ada, adalah khauf dan rodja…
Khauf adalah perasaan takut terhadap siksa dan keadaan yang tidak mengenakkan karena kemaksiatan dan dosa yang telah diperbuat. Sedangkan raja’ adalah perasaan penuh harap akan surga dan berbagai kenikmatan lainnya, sebagai buah dari ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya….
Semoga kita tidak mudah merasa takut dan bersedih hati menghadapi kondisi sesulit apapun