Bagi Orang-Orang yang Berbuat Baik, Ganjarannya Surga dan Kenikmatan Melihat Allah

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْ
‎ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
‎سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ.
لِلَّذِيْنَ  اَحْسَنُوا  الْحُسْنٰى  وَزِ يَا دَةٌ  ۗ وَلَا  يَرْهَقُ  وُجُوْهَهُمْ  قَتَرٌ  وَّلَا  ذِلَّـةٌ  ۗ اُولٰٓئِكَ  اَصْحٰبُ  الْجَـنَّةِ  ۚ هُمْ  فِيْهَا  خٰلِدُوْنَ
“Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya (kenikmatan melihat Allah). Dan wajah mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) dalam kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.” (QS. Yunus 10: Ayat 26)
Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik, yaitu surga, dan tambahannya, yakni kenikmatan melihat Allah
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa bagi orang-orang yang dapat memahami petunjuk dan mengambil manfaat dari petunjuk itu serta mengamalkannya, Allah akan memberikan pahala sesuai dengan amal perbuatan mereka. Bahkan untuk menggalakkan mereka agar lebih giat mengamalkannya, Allah menjanjikan pahala sepuluh kali lipat atau lebih banyak dari pada itu. Firman Allah:
(Dengan demikian) Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan dan Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga). (an-Najm/53: 31)
Orang yang melakukan amal yang baik akan mendapat imbalan pahala melebihi pahala yang seharusnya diterima. Mereka itu akan menerima pahala yang berlipat ganda. Mereka akan mendapat tambahan pahala lagi yang tidak ternilai harganya, yaitu mereka akan mengetahui dengan sebenarnya bahwa Allah Yang Mahamulia. Pengetahuan ini adalah pengetahuan yang paling tinggi, karena mereka mengetahui dengan sebenarnya Pencipta alam semesta ini, dan membenarkan terjadinya hari akhir. Mereka hidup bahagia, dari wajah mereka tampak cahaya yang berseri-seri, sedikitpun tidak terlihat kemurungan dan kemuraman, lantaran mereka itu tidak merasa kecewa atas keyakinannya yang kuat, dan tidak merasa bersusah hati.
Allah menegaskan bahwa mereka inilah orang-orang yang berhak menjadi penghuni surga. Mereka akan bertempat tinggal di dalamnya selama-lamanya. Di situlah mereka mengalami kebahagiaan yang abadi, karena tidak akan merasa bosan dan jemu akan kenikmatan yang mereka rasakan, dan tidak pula mereka takut akan berkurangnya kenikmatan atau dikeluarkan dari sana.
Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik, yaitu surga, dan tambahannya, yakni kenikmatan melihat Allah (Lihat: Surah al-Qiyamah/75: 22-23).
وُجُوْهٌ  يَّوْمَئِذٍ  نَّا ضِرَةٌ
“Wajah-wajah (orang mukmin) pada hari itu berseri-seri.” (QS. Al-Qiyamah 75: Ayat 22)
اِلٰى  رَبِّهَا  نَا ظِرَةٌ
“Memandang Tuhannya.” (QS. Al-Qiyamah 75: Ayat 23)
Dan wajah mereka tidak ditutupi debu hitam akibat kesedihan dan tidak pula dalam kehinaan, tetapi muka mereka berseri-seri ekspresi kegembiraan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.
Berbuat baik, bukan hanya akan dibalas di akhirat dengan surga dan pertemuan denga Allah, tapi juga mendatangkan kebaikan di dunia—baik dalam bentuk ketenangan hati, pertolongan Allah, rezeki, maupun hubungan sosial yang baik. Prinsip ini disebut sebagai sunatullah (hukum sebab-akibat yang berlaku dalam kehidupan).
Berikut dalil dari Al-Qur’an dan hadis yang mendukung hal ini:
1. Al-Qur’an: QS. Ar-Rahman ayat 60
“Hal jazā’ul ihsāni illal ihsān?”
“Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula)?”
Ini menunjukkan bahwa perbuatan baik akan kembali kepada pelakunya dengan kebaikan, baik di dunia maupun di akhirat.
2. QS. An-Nahl ayat 97; “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”
Kehidupan yang baik (hayatan thayyibah) di dunia adalah balasan nyata dari amal saleh.
3. Hadis Nabi SAW (HR. Muslim no. 2699); “Barang siapa yang meringankan satu kesulitan dunia dari seorang mukmin, maka Allah akan meringankan satu kesulitan darinya pada hari kiamat. Dan barang siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan, maka Allah akan memudahkannya di dunia dan akhirat.”
Ini jelas menunjukkan bahwa perbuatan baik di dunia akan dibalas di dunia dan juga di akhirat.
4. Hadis Lain (HR. Bukhari & Muslim); “Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya.”
Saat menolong orang lain, Allah akan membalas dengan pertolongan, bisa dalam bentuk yang langsung terasa di dunia.
Doa supaya diberi kebahagian di dunia, terhindar dari api neraka dan kita masuk syurga;
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbanaa, aatinaa fid dunyaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa ‘adzaaban naar
“Tuhan kami, berikan kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungilah kami dari siksa neraka.” (QS Al Baqarah 201)