Azab yang Menghinakan dan Juga Kekal

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
فَسَوْفَ  تَعْلَمُوْنَ  ۙ مَنْ  يَّأْتِيْهِ  عَذَا بٌ  يُّخْزِ يْهِ  وَيَحِلُّ  عَلَيْهِ  عَذَا بٌ  مُّقِيْمٌ
“Maka kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakan dan (siapa) yang akan ditimpa azab yang kekal. (QS. Hud 11: Ayat 39)
Azab yang menghinakan dan azab yang kekal
Dalam tafsir lengkap Kemenag; Pada ayat ini diterangkan lanjutan perkataan Nabi Nuh a.s. kepada kaumnya yang mengejek dengan mengatakan apabila mereka belum tahu apa gunanya kapal yang sedang dibuatnya itu, maka pasti mereka akan mengetahuinya kelak setelah kapal itu selesai dibuat, dan mereka ditenggelamkan. Sebenarnya perkataan Nabi Nuh a.s. itu bukanlah sekadar jawaban atas ejekan mereka, akan tetapi sebagai ancaman akan datangnya azab kepada mereka. Sebab apabila mereka sadar, niscaya mereka akan dapat merasakan bahwa perkataan Nabi Nuh a.s. tidak lagi sebagai kata-kata biasa yang selalu mereka anggap sekadar menakut-nakuti yang tidak akan ada kenyataannya. Tetapi kali ini sudah dalam tahap persiapan untuk menyelamatkan orang-orang yang beriman dari bahaya azab yang akan memusnahkan orang-orang yang sangat durhaka kepada Allah dan rasul-Nya itu.
Ayat ini adalah bagian dari kisah Nabi Nuh ‘alaihissalam dengan kaumnya yang mendustakan beliau.
Penjelasan dua jenis azab dalam ayat ini:
1. Azab yang Menghinakan (عَذَابٌ يُخْزِيهِ)
•Ini adalah azab dunia, yang datang dalam bentuk kehinaan, aib, atau bencana besar yang memalukan mereka di depan orang lain.
•Dalam konteks Nabi Nuh, ini merujuk kepada banjir besar yang menenggelamkan kaumnya. Kaum yang sombong, mendustakan nabi, dan merasa kuat, akhirnya dibinasakan dengan cara yang memalukan, menunjukkan bahwa mereka tidak berdaya di hadapan kuasa Allah.
2. Azab yang Kekal (عَذَابٌ مُّقِيمٌ)
•Ini adalah azab akhirat yang terus-menerus atau tidak berakhir.
•Dalam tafsir para ulama, ini merujuk kepada siksa neraka yang akan menimpa orang-orang kafir dan durhaka, setelah mereka mati dan dibangkitkan di akhirat.
Penegasan dari ayat ini:
Allah sedang menegaskan bahwa kebenaran akan terbukti, dan orang-orang yang mendustakan akan merasakan dua bentuk azab:
•Azab dunia (menghinakan),
•dan azab akhirat (kekal).
•Azab yang menghinakan = azab di dunia (bencana, kehinaan).
•Azab yang kekal = azab di akhirat (neraka, abadi).
قُلْ  يٰقَوْمِ  اعْمَلُوْا  عَلٰى  مَكَا نَتِكُمْ  اِنِّيْ  عَا مِلٌ  ۚ فَسَوْفَ  تَعْلَمُوْنَ
“Katakanlah (Muhammad), Wahai kaumku! Berbuatlah menurut kedudukanmu, aku pun berbuat (demikian). Kelak kamu akan mengetahui,”
(QS. Az-Zumar 39: Ayat 39)
Hud 39  = Az-Zumar 39, atau lebih tepatnya tema besar dari sebagian ayat-ayat dalam Surah Az-Zumar, ancaman bagi orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah.
Az-Zumar (QS. 39);
Surah ini banyak berbicara tentang:
•Tauhid dan keikhlasan dalam beribadah hanya kepada Allah.
•Perbedaan antara orang yang beriman dan yang kafir.
•Gambaran azab yang menghinakan bagi orang-orang yang mendustakan kebenaran.
•Keindahan balasan bagi orang yang bertaubat dan taat.
Tentang Azab yang Menghinakan dan Kekal:
Beberapa ayat di Surah Az-Zumar menggambarkan dengan tegas dan tajam tentang azab bagi orang yang mendustakan ayat-ayat Allah:
Contoh: QS. Az-Zumar: 55–60
“Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sebelum datang azab kepadamu secara tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya.”
(QS. 39:55)
“Supaya jangan ada orang yang berkata: ‘Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, sedang aku sungguh termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah).’”
(QS. 39:56)
“Dan pada hari Kiamat kamu akan melihat orang-orang yang berdusta atas Allah, wajah mereka menghitam. Bukankah di neraka Jahannam ada tempat bagi orang-orang yang sombong?”
(QS. 39:60)
Az-Zumar adalah peringatan keras tentang azab yang menghinakan dan kekal bagi mereka yang:
•Mendustakan ayat-ayat Allah,
•Menyombongkan diri dari menerima kebenaran,
•Berbuat syirik dan menolak tauhid.
Doa Perlindungan Lengkap dari Empat Bahaya (HR. Muslim), doa yang sering dibaca diakhir sholat ;
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ
Allāhumma innī a‘ūdzu bika min ‘adzābi jahannam, wa min ‘adzābil-qabr, wa min fitnatil-mahyā wal-mamāt, wa min sharri fitnatil-masīḥid-dajjāl.
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab neraka Jahannam, dari azab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari kejahatan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.”