Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَلَقَدْ جِئْنٰهُمْ بِكِتٰبٍ فَصَّلْنٰهُ عَلٰى عِلْمٍ هُدًى وَّرَحْمَةً لِّـقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ
“Sungguh, Kami telah mendatangkan Kitab (Al-Qur’an) kepada mereka, yang Kami jelaskan atas dasar pengetahuan, sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 52)
Al Quran tidak ada yang bertentangan dengan ilmu pengetahuan;
Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI; Pada ayat yang lalu diterangkan tentang keadaan penghuni surga, neraka, dan A’raf, dan juga dialog antara mereka yang dapat dijadikan pelajaran dan peringatan agar manusia terhindar dari penyesalan dan mendapat petunjuk kepada jalan yang benar. Pada ayat-ayat ini diterangkan tentang kitab Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia, dan diterangkan pula bagaimana akibat orang-orang yang menentang dan mendustakannya pada hari Kiamat. Sungguh, Kami telah mendatangkan Kitab yang agung, yaitu Al-Qur’an, kepada mereka yang Kami jelaskan beragam bukti yang mudah dipahami, dan penjelasan itu atas dasar pengetahuan Kami yang sangat luas, mantap, dan menyeluruh sehingga tidak ada kekurangan dan kelemahannya. Kitab itu benar-benar sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
Bukti bukti al Quran mulai terkuak dengan ilmu pengetahuan, walaupun yang menemukan non muslim.
5 Fenomena Alam Bukti Kebenaran Al Quran dalam Ilmu Pengetahuan,
1. Dua air laut bertemu tanpa bisa bersatu
Ini Alasan Kenapa Laut Mediterania dan Samudra Atlantik Tidak Pernah Menyatu
Fenomena alam bukti kebenaran Alquran dalam ilmu pengetahuan yang pertama adalah fenomena bertemunya dua ari laut yang berbeda tanpa bisa bersatu. Fenomena alam ini telah dijelaskan dalam Alquran Surat Ar-Rahman ayat 19-20 yang artinya, “Dia membiarkan dua laut mengalir yang (kemudian) keduanya bertemu. Di antara keduanya ada batas yang tidak dapat dilampaui oleh masing-masing.”
Dalam Al-Jawahir fi Tafsir Al-Qur’an Al Karim, Thanthawi Jauhari menjelaskan, dua air yang berbeda warna tersebut merupakan air laut yang asin serta air laut tawar. Keduanya tidak dapat saling memengaruhi satu satu sama lain. Dua air tersebut tidak dapat saling menyatu karena adanya pembatas yang bersifat ilahiyah.
Sementara itu, menurut para ilmuwan, fenomena alam tersebut karena adanya gaya fisika yang disebut tegangan permukaan.
Selain itu, para ilmuwan juga menyebut, air dari laut yang bersebelahan tersebut mempunyai perbedaan massa jenis.
2. Api di dasar laut
Fenomena alam itu merupakan fenomena yang ada di dasar laut di bumi. Secara alami, api keluar akibat letusan gunung api bawah laut. Fenomena api di dasar laut ini pun telah dijelaskan dalam Al-Quran Surat At-Thur ayat 6 yang artinya, “dan laut yang di dalam tanahnya ada api.”
Melansir buku Miracles of Al Quran & As Sunnah, usai Perang Dunia II, ilmuwan menjelajahi samudera serta lautan guna mencari bahan mineral yang cadangannya hampir habis. Para ilmuwan pun terkejut dengan banyak pegunungan vulkanik yang terbentang di lautan yang mereka sebut sebagai pegunungan bawah laut.
Gunung-gunung tersebut terbentuk akibat letusan dahsyat gunung berapi. Di kedalaman sekitar 1,6 kilometer di bawah laut, lahar letusan gunung berapi dapat meleleh keluar serta memanas hingga akhirnya menyemburkan abu vulkanik.
3. Tumbuhan Bertasbih
Fenomena alam bukti kebenaran Alquran dalam ilmu pengetahuan yang ketiga adalah tumbuhan bertasbih. Pada 1981, Journal of Plant Molecular Biologies mengungkapkan penelitian terkait suara halus yang dikeluarkan oleh tumbuhan yang tidak dapat didengar oleh telinga manusia. Suara tersebut berulang lebih dari 1.000 kali setiap detiknya. Menggunakan teknologi yang canggih, suara itu pun akhirnya dapat dipahami dengan menyatakan lafaz kalimat tasbih. Seorang peneliti Muslim asal India ini kemudian mengatakan bahwa penelitian tersebut sesuai dengan Surat Al Isra ayat 44.
4. Hujan Es
Fenomena alam bukti kebenaran Alquran dalam ilmu pengetahuan yang keempat adalah hujan es. Fenomena alam ini merupakan tanda kebesaran Allah SWT.
Fenomena hujan es disebutkan dalam Al-Quran Surat An-Nur ayat 43 yang berbunyi, “Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menjadikan awan bergerak perlahan, kemudian mengumpulkannya, lalu Dia menjadikannya bertumpuk-tumpuk, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya, dan Dia (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpulan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran es) itu kepada siapa yang Dia kehendaki dan dihindarkan-Nya dari siapa yang Dia kehendaki. Kilauan kilatnya hampir-hampir menghilangkan penglihatan.”
Menurut pandangan ilmu sains, hujan es terjadi karena adanya tumpukan awan cumulonimbus. Awan tersebut adalah bagian dari siklus hidrologi.
5. Sungai di bawah laut
Fenomena alam bukti kebenaran Alquran dalam ilmu pengetahun alam yang kelima adalah sungai di bawah laut. Fenomena alam ini telah dijelaskan dalam Alquran Surat Al-Furqan ayat 53. “dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir berdampingan; yang ini tawar dan segar dan yang lain sangat asin lagi pahit; dan dia jadikan antara keduanya dinding serta batas yang tidak tembus.” Fenomena alam sungai di bawah laut ini kali pertama ditemukan oleh pakar oseanografi asal Prancis, Yves Costeau.
Saat itu, ia sedang melakukan eksplorasi bawah laut, tiba-tiba ia menemukan beberapa mata air tawar yang tidak dapat bercampur dengan air laut. Seakan terdapat dinding yang membatasinya. Hal tersebut mendorongnya untuk mencari penyebab terpisahnya air tawar dari air laut yang berada di tengah lautan. Lalu ia pun menceritakannya kepada seorang profesor Muslim terkait fenomena tersebut. Sungai di bawah laut ini kemudian diberi nama Cenote Angelita yang berada di Meksiko.
Dan masih banyak dalam al Quran yang memperlihatkan apa yang dilarang dalam al Quran itu ada bukti ilmiah bahwa pelarangan itu memang tidak baik untuk manusia
– Haramnya daging babi
– Haramnya darah yang mengalir.
– Haramnya bangke binatang dll.
“Ya Allah, rahmatilah aku dengan Alquran. Jadikanlah ia sebagai pemimpin, cahaya, petunjuk, dan rahmat bagiku. Ya Allah, ingatkanlah aku atas apa yang terlupakan darinya. Ajarilah aku atas apa yang belum tahu darinya. Berikanlah aku kemampuan membacanya sepanjang malam dan ujung siang. Jadikanlah ia sebagai pembelaku, wahai tuhan semesta alam.”