Amanah adalah Nilai Luhur yang Harus Dimiliki

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

اِنَّ  اللّٰهَ  يَأْمُرُكُمْ  اَنْ  تُؤَدُّوا  الْاَ مٰنٰتِ  اِلٰۤى  اَهْلِهَا   ۙ وَاِ ذَا  حَكَمْتُمْ  بَيْنَ  النَّا سِ  اَنْ  تَحْكُمُوْا  بِا لْعَدْلِ   ۗ اِنَّ  اللّٰهَ  نِعِمَّا  يَعِظُكُمْ  بِهٖ   ۗ اِنَّ  اللّٰهَ  كَا نَ  سَمِيْعًاۢ  بَصِيْرًا

“Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 58)

Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat An-Nisa Ayat 58

Dua ayat terakhir dijelaskan kesudahan dari dua kelompok mukmin dan kafir, yakni tentang kenikmatan dan siksaan, maka sekarang alqur’an mengajarkan suatu tuntunan hidup yakni tentang amanah. Sungguh, Allah yang mahaagung menyuruhmu menyampaikan amanat secara sempurna dan tepat waktu kepada yang berhak menerimanya, dan Allah juga menyuruh apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia yang berselisih hendaknya kamu menetapkannya dengan keputusan yang adil. Sungguh, Allah yang telah memerintahkan agar memegang teguh amanah serta menyuruh berlaku adil adalah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah adalah tuhan yang maha mendengar, maha melihat agar penetapan hukum dengan adil tersebut dapat dijalankan dengan baik, maka diperlukan ketaatan terhadap siapa penetap hukum itu.

Amanah adalah nilai luhur yang harus dimiliki. Ada banyak penjelasan dalam Islam tentang mengapa sifat amanah ini penting.

Allah SWT berfirman, “Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya, serta orang yang memelihara sholatnya. Mereka itulah orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi (surga) Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.” (QS Al-Mukminun ayat 8-11)

Dalam sebuah riwayat dari Ubadah bin Shamit, Rasulullah SAW bersabda, “Jaminlah enam hal untukku dari diri kalian, saya akan menjamin surga untuk kalian; jujurlah jika berbicara, tepatilah jika kalian berjanji, tunaikanlah amanat jika kalian diberikan amanat, jagalah kemaluan kalian, tundukkan pandangan kalian dan tahanlah tangan kalian.” (HR Ahmad)

Dalam riwayat lain dari Rahman bin Abi Qarad, Rasulullah SAW juga menyampaikan, siapa yang ingin mencintai Allah dan Rasul-Nya atau ingin dicintai oleh Allah SWT dan Rasul-Nya, maka harus berkata jujur dan menjalankan amanah bila diberi amanah serta berbuat baik kepada sesama.

Dari berbagai dalil tersebut, menunjukkan kejujuran seorang Muslim sebetulnya akan menjadi alasan kebahagiaan untuk dirinya. Sedangkan jika ia menjalankan amanah yang diberikan kepada dirinya, maka akan mendapat keamanan di Hari Kiamat kelak.

Di antara alasan mengapa amanah sangat penting, yakni memenuhi amanah yang diemban mendekatkan seorang hamba kepada Allah SWT dan merupakan tanda akhlak yang baik.

Karena itu pula, amanah adalah akhlak mulia yang harus dijunjung tinggi. Dan orang yang amanah berdampak baik bagi lingkungan masyarakat.

Amanah memiliki beberapa macam;
Pertama ketika seseorang menitipkan barang kepada kita, maka kita pun harus menjaganya sampai barang itu kembali kepada pemiliknya.

Kedua, menjaga rahasia. Perbuatan menjaga rahasia adalah salah satu amanah terpenting yang harus dijaga seseorang.

Ketiga, menjalankan perintah Allah SWT seperti sholat, puasa, zakat, dan amal ibadah lain juga berarti menjalankan amanah.

Keempat, menjaga tubuh sendiri. Mata dipergunakan untuk melihat yang baik, telinga untuk mendengar yang baik, mulut untuk berbicara yang baik, kemaluan tdak untuk berzina.

Kelima, anak adalah amanah, “Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; (QS At Tahrim 6).

Keenam, harta adalah amanah.

“Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang umurnya kemana dihabiskannya, tentang ilmunya bagaimana dia mengamalkannya, tentang hartanya; dari mana diperolehnya dan ke mana dibelanjakannya, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakannya” (HR. Tirmidzi).

Ketujuh, adalah bekerja dengan maksimal karena bekerja juga merupakan amanah yang harus dijaga.

Semoga kita termasuk orang yang beruntung (QS AL Muminun)yang memelihara amanah.