أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَاِ ذْ يَمْكُرُ بِكَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لِيُثْبِتُوْكَ اَوْ يَقْتُلُوْكَ اَوْ يُخْرِجُوْكَ ۗ وَيَمْكُرُوْنَ وَيَمْكُرُ اللّٰهُ ۗ وَا للّٰهُ خَيْرُ الْمٰكِرِ يْنَ
“Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan tipu daya terhadapmu (Muhammad) untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka membuat tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Allah adalah sebaik-baik pembalas tipu daya.” (QS. Al-Anfal 8: Ayat 30)
Allah adalah sebaik-baik pembalas tipu daya
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Allah mengingatkan Nabi Muhammad dan sahabatnya tentang suatu peristiwa yang pernah mereka alami, pada saat mereka berada di Mekah. Mereka diselamatkan dari siksaan orang-orang musyrikin. Ketika itu orang-orang kafir Quraisy merencanakan tipu-daya yang harus dilakukan terhadap Nabi, yaitu menawan Nabi sehingga ia tidak dapat bertemu dengan manusia dan tidak dapat lagi menyebarkan agama Islam, atau membunuh Nabi dengan cara yang menyukarkan kabilahnya untuk menuntut balas, sehingga tidak menyebabkan bahaya bagi siapa yang membunuhnya, atau mengusir Nabi dan mengasingkan ke tempat yang terpencil.
Pada saat itu orang-orang kafir Quraisy merencanakan tipu-daya. Allah memberikan bantuan-Nya kepada Nabi Muhammad, yaitu Allah menggagalkan usaha mereka dengan jalan memerintahkan Nabi dan sahabatnya hijrah ke Medinah, sehingga Nabi dan para sahabatnya terhindar dari tipu-daya orang musyrikin. Allah menegaskan bahwa Dia adalah sebaik-baik pembalas tipu-daya, yaitu dapat mengalahkan tipu-daya orang-orang musyrikin, dan orang-orang kafir Quraisy yang ingin mencelakakan Nabi.
Banyak ayat al Quran yang menyebutkan Allah sebaik baik pembalas tipu daya.
وَمَكَرُوْا وَمَكَرَا للّٰهُ ۗ وَا للّٰهُ خَيْرُ الْمَا كِرِ يْنَ
“Dan mereka (orang-orang kafir) membuat tipu daya, maka Allah pun membalas tipu daya. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 54)
Manusia bisa merencanakan atau melakukan tipu muslihat untuk tujuan jahat, pada akhirnya, Allah yang memiliki kekuasaan penuh dan kemampuan untuk menggagalkan atau membalas rencana tersebut dengan cara-Nya yang paling adil dan bijaksana.
- Keadilan Ilahi: Allah selalu mengetahui segala perbuatan manusia, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, dan Dia akan memberikan balasan yang sesuai dengan perbuatan tersebut.
- Kedaulatan Allah: Manusia mungkin memiliki rencana, tetapi rencana Allah adalah yang paling sempurna, dan tidak ada yang dapat melampaui kehendak-Nya.
- Perlindungan bagi yang benar: Bagi orang-orang yang tertindas atau dizalimi, ungkapan ini menjadi penghibur bahwa Allah akan membela dan menegakkan keadilan terhadap mereka yang berniat buruk.
Ya Allah, yang Maha Mengetahui segala sesuatu yang ada di dalam hati dan pikiran hamba-Mu. Bimbinglah aku untuk selalu berniat baik, berpikiran baik, dan berbuat baik dalam setiap langkah hidupku. Jauhkanlah aku dari niat buruk dan pikiran yang menyesatkan. Limpahkanlah kedamaian dan kebeningan hati agar aku dapat selalu memilih jalan yang Engkau ridhoi. Ya Allah, Engkaulah sebaik-baiknya penjaga hati dan pikiran, tetapkanlah aku di jalan kebaikan dan jauhkanlah dari segala hal yang mendatangkan murka-Mu.